• Menu

    Copyright © Milda's Family Blog
    Best Viral Premium Blogger Templates

    BACAAN NOVEL TOPENG MENANTU BISU TULI BAB 12-20

    ilustrasi


    BAB 12 NAIK PANGKAT

    00Setelah memutuskan untuk bersembunyi dibelakang Bang Badui, aku juga tidak ragu lagi, karena sudah jam sepuluh malam. Jika terlambat pergi, bar mungkin sudah digeledah.

    00Aku langsung meninggalkan rumah tanpa suara. Ketika aku tiba di bar, semuanya terlihat normal, lampu-lampu menyala, yang membuat aku sedikit lega karena masih bisa datang tepat waktu.

    00Ketika aku pergi ke ruangan kerja untuk mengganti pakaian kerjaku. Saat baru selesai berganti pakaian dan bersiap untuk ke ruangan Bang Badui, tiba-tiba punggung ku ditepuk dengan keras oleh seseorang , sangat sakit rasanya

    00Pada saat yang sama, suara omelan terdengar di telingaku: " Tidak datang bekerja selama dua hari, dan hari ini dia terlambat lagi. Masih ingin melakukannya atau tidak,  jika kau tidak ingin  melakukannya lagi kau bisa dikeluarkan."

    00Itu adalah suara ketua Eddy. Para pekerja disini dibagi menjadi dua kelompok, setiap kelompok terbagi dari 5 orang. Kehadiran dan absen semua dibawah kendali ketua kelompok. Sebenarnya, itu bukan posisi yang tinggi.

    00Eddy selalu galak di depanku. Mungkin karena aku terlihat penakut, dan lagi tidak terdengar, jadi ia sering memarahiku, membuatku emosi, dan melemparkan banyak pekerjaannya padaku. Sejak aku bekerja sampai sekarang, dia terlihat sangat bebas, karena pada dasarnya aku yang membantunya membuat segala pekerjaannya.

    00Aku menoleh untuk menatapnya, dia juga membalas menatapku tajam,  pada saat yang sama ia menujnjukkan tulisan kepadaku : dua hari tidak bekerja, kupotong gajimu selama setengah bulan, dan cepat bekerja.

    00Biasanya, aku selalu sangat menghormati Eddy, dan selalu menerimanya,  dan juga dia adalah pemimpinku.

    00Tetapi hari ini, aku harus mengurus beberapa hal yang mendesak, juga sudah terlalu malas untuk menghiraukannya, dan aku benar-benar memiliki pendapat besar untuknya. Ketika dia datang, dia mengatakan bahwa dia memotong gajiku selama setengah bulan, dia sebenarnya ingin memakan uangku. Aku telah membantunya melakukan begitu banyak pekerjaan, dia pun tidak berterima kasih padaku, masih saja menindasku, benar-benar ia menganggapku seperti orang cacat!

    00Aku mendorong tangan kertasnya itu, dan berjalan langsung ke area ruangan bar di lantai dua, karena kantor Bang Badui ada di sana.

    00Ketika aku berjalan, aku mendengar Eddy memarahiku di belakang: "Wahh, bajingan ini sudah marah, kau tidak perlu melakukannya lagi!"

    00Aku mengabaikannya, langsung pergi ke lantai dua, dan dia juga  tidak mengejarku. Aku tebak ia pikir aku pergi ke toilet atau mengerjakan sesuatu. Ia mungkin masih berpikir tentang cara meluruskannya padaku.

    00Setelah naik ke lantai dua, bisnis bar sedang sangat baik hari ini.Beberapa ruangan penuh, tetapi ketika aku menuju ke pintu masuk kantor Bang Badui, pintunya terkunci.

    00Aku mencoba mengetuk dua kali, tidak ada orang, itu membuatku langsung gugup, bukankah Claura mengatur semuanya dengan baik, apakah Bang Badui telah dibawa pergi?

    00Aku memutuskan untuk pergi ke Bibi Reza dan menanyakan nomor telepon Bang Badui, tetapi ketika aku turun, aku melihat Bang Badui kembali, dan dia secara sadar mengabaikan pelayan seperti aku dan mengira aku sedang bekerja, ia mengabaikan  aku begitu saja dan langsung pergi ke kantor.

    00Aku takut polisi akan segera dating, aku segera mengikuti Bang Badui.

    00Setelah membuka pintu kantor, Bang Badui menoleh dan bertanya padaku mengapa aku mengikutinya.

    00Aku memberi isyarat padanya, memberi isyarat bahwa aku tidak bisa mendengarnya, dan kemudian aku mengetikkan sesuatu untuknya.

    00Bang Badui rupanya tahu bahwa ada pelayan yang tuli dan bisu seperti aku di bar itu. Tak disangka emosinya lebih stabil dari yang kukira. Dia tidak marah padaku, tetapi membawaku ke kantor.

    00Aku mengetiknya dengan cepat, aku bilang: Bos Badui, mari kita bertemu Claura. Dia ingin menjebakmu. Aku punya cukup bukti.

    00Setelah membaca tulisanku, Bang Badui mengambil waktu sejenak. Karena sekaligus aku menyinggung tentang Claura, jadi harusnya ia percaya padaku.

    00Dia juga mengeluarkan ponselnya dan mengetik menyuruhku untuk melanjutkan.

    00Aku tidak ingin membuang waktu, dan lansung menulis: Situasi ini sangat mendesak, aku tidak akan membuang waktu lagi. Asalkan bos Badui berjanji dua syarat, aku akan segera menjelaskannya kepada Anda. Dua kondisi itu adalah: satu, aku ingin mendapatkan posisi kokoh di bar dan memiliki ruangan. Kedua, setelah berhasil membantu bos Badui memecahkan masalah ini, aku berharap bos akan memberiku hadiah yang sebanding.

    00Bang Badui mengetik dan berkata: Anak muda, aku suka orang-orang sepertimu yang langsung to the point. Baik, selama kau benar-benar membantuku, aku akan memenuhi persyaratanmu.

    00Lalu aku berkata bahwa Claura akan menjebaknya dan menyembunyikan racun di kantornya, dan segera akan ada catatan untuk diperiksa.

    00Setelah melihat apa yang aku tuliskan, wajah Bang Badui tiba-tiba berubah hitam, dan dia jelas gugup.

    00Kemudian dia mencari di dalam ruangannya, aku sebenarnya sangat gugup pada saat itu. Jika dia tidak menemukannya, Bang Badui pasti akan berpikir aku berbohong kepadanya .

    00Untungnya, Bang Badui menemukan beberapa kantong pil seperti di lacinya, kurasa inilah yang dilakukan oleh Claura. Aku benar-benar tidak tahu siapa yang menyembunyikannya.

    00Aku tebak pasti ada penyusup di bar ini, memikirkan ini membuatku takut, jika penyusup tahu aku mengatakan rahasia itu dan meneruskan ke telinga Claura, aku pasti akan mati.

    00Tapi untuk saat ini, dan aku tidak bisa mengendalikan sebanyak itu lagi, selangkah demi selangkah saja.

    00saat itu, Bang Badui lansung menepuk pundakku dengan gembira, Dia mengetik bahwa dia tidak akan memperlakukanku dengan buruk, dia selesaikan dulu masalah ini, setelah itu baru bicara baik-baik denganku.

    00Aku pikir Bang Badui, sedikit tidak senonoh saat berhadapan dengan Claura, sekarang tampaknya semuanya baik-baik saja.

    00Jadi aku cepat-cepat berjalan ke bawah. Saat baru datang ke tempat kerja, Ketua grup Eddy berlari ke arah aku.

    00Ketika dia datang kepada aku, dia menunjuk hidung aku dan berkata dengan marah, "Kemana saja kau brengsek, mengapa kau tidak melakukan pekerjaanmu? Aku lihat sepertinya kau barusan pergi ke kantor bos? Apa kau membuat Laporan kecil dan mengadukanku pada boss? "

    00Setelah berbicara, Eddy mengetik sesuatu di ponselnya dan menunjukkannya kepada aku.

    00Aku mengabaikannya dan siap untuk bekerja sendiri.

    00Dia memegang tanganku dengan satu tangan dan memarahiku, "Brengsek, bajingan ini lupa minum obat hari ini, berani sekali mengabaikanku, apa kau sudah tidak ingin bekerja disini lagi?"

    00Aku masih mengabaikannya, dan membuang lengannya.

    00Kali ini aku benar-benar membuat Eddy marah. Dia datang dan menendang betisku, sambil memarahi aku: "orang cacat, aku rasa kau  benar-benar tidak ingin berada di sini lagi, keluar dari sini, di sini jika ada kau berarti tidak ada aku, jika aku disini berarti tidak ada kau.. "

    00Aku memandangnya seolah-olah aku tidak mendengarnya, dan dia yang emosi mulai mengetik dan memperlihatkannya padaku.

    00Saat itu, suara Bang Badui terdengar di belakangnya: "Eddy, kau benar, Alwi tidak seharusnya mendapat posisi ini."

    00Aku kaku, memikirkan apa yang dimaksud Bang Badui? Rasanya seperti merobohkan jembatan setelah ia lewati, dari teman berubah menjadi musuh.

    00Eddy segera mengubah wajahnya yang arogan, dan dengan apik berkata kepada Bang Badui: "Bos Badui, Alwi adalah anak yang malas, aku akan beri dia pelajaran, apakah anda benar-benar ingin memecatnya?"

    00saat itu Bang Badui datang berpihak pada kita, dia mengangkat kakinya dan menendang perut Eddy, dan berkata, "Pergi, aku berkata Alwi tidak cocok dengan posisinya, yang berarti dia akan menggantikanmu."

    00Eddy memandang Bang Badui dengan heran, Bang Badui menghisap rokoknya dan berteriak pada Eddy: "Kau benar, kau dan Alwi tidak bisa bekerja bersama, kau dipecat, keluar!"

    00Aku tidak menyangka Bang Badui akan membelaku seperti ini. Sepertinya aku banyak membantunya, dia sangat baik.

    00Eddy jelas takut untuk membantah Bang Badui. Dia ingin membela diri, tetapi Bang Badui tidak memberinya kesempatan, dan akhirnya dia pun pergi.

    00Bang Badui cukup berpengalaman dalam hal ini. Dia mengambil kesempatan dan mengadakan pertemuan singkat untuk meminta semua orang untuk bekerja keras. Jangan seperti Eddy yang selalu menindas rekan kerja nya.

    00akhirnya, dia memperkenalkan ku kepada semua orang, ia bilang bahwa aku adalah pekerja keras, jadi aku dipromosikan menjadi ketua kelompok dan meminta semua orang memperlakukan aku sebagai orang normal dan banyak berkomunikasi dengan aku.

    00Sejujurnya, saat itu aku sangat tersentuh. Aku tidak menyangka setelah menikahi Claura dan datang ke Nanjing, hal pertama yang memberi aku kesan baik adalah 'saingan cinta' yang hampir aku bunuh.

    00Aku dengan senang hati menerima posisi ini. Meskipun pemimpin tim sebenarnya adalah petugas resmi, tapi gajinya juga naik menjadi 7juta, dan aku melihat harapan untuk naik lebih tinggi lagi. Aku percaya bahwa selama aku melakukannya dengan baik, semuanya akan baik-baik saja.

    00Belum lama aku merasakan kebahagiaan itu, aku melihat Claura dan Felicia datang ke bar bersama. Mereka memilih tempat di sudut dan duduk.

    00Aku takut, aku bersembunyi di ruang kerja dan tidak berani keluar. Aku tahu bahwa mereka pasti akan datang untuk menonton pertunjukan bagus dan ingin melihat Bang Badui ditangkap.

    00Benar saja, tak lama setelah mereka berdua datang, segera datang sekelompok petugas, mengatakan bahwa mereka menerima laporan dari warga, dia terlibat dalam narkoba dan harus diperiksa.

    00Petugas itu cukup teliti , dengan cepat langsung segera pergi ke kantor Bang Badui untuk mencarinya. Aku melihat Claura yang diam-diam datang ke pojokan, matanya penuh harapan.

    00Ketika petugas itu gagal, ekspresi wajah Claura berubah menjadi sangat masam, itu jelek dan sulit dipercaya.

    00Melihat penampilan Claura yang seperti itu, aku merasakan sedikit kesenangan di hatiku.

    00Ini sangat keren, aku sangat menikmatinya sekarang.

    00Diam-diam aku bersumpah dalam hatiku, ini baru permulaan, aku harus membuatnya lebih banyak menderita lagi dan membuatnya jatuh!

    00Dan aku masih memiliki banyak rencana di otakku, tetapi kondisi sementara ini tidak cukup, dan aku belum bisa merealisasikannya. Dan begitu rencana ini berhasil, aku pasti akan membuatnya sedih dan menyesalinya.

    00Memikirkan hal itu, sambil bersembunyi di kerumunan orang membuatku tidak tahan untuk menahan tawa.

    00saat itu, Claura tiba-tiba memalingkan kepalanya dan melirik kearah kerumunan, aku sangat ketakutan dan menundukkan kepalaku, tetapi aku merasa bahwa dia masih mengalihkan pandangan matanya padaku, membuatku menjadi tegang.

    00

    BAB 13 AKAN ADA PERTEMUAN SELANJUTNYA


    00Aku diam-diam melihat Claura dengan sudut mataku, dan sekarang dia benar-benar menatapku. Apakah dia menduga aku telah mengkhianatinya?

    00Aku sedikit panik, aku menundukkan kepalaku lagi, takut untuk melihatnya.

    00Claura dengan cepat berjalan ke arah ku bersama Felicia. Aku merasa aku seperti akan mati, tetapi dia hanya menatapku dengan dingin lalu pergi.

    00Aku merasa lega, mungkin aku yang terlalu banyak berpikir.

    00Petugas pun meninggalkan bar, bar buka seperti biasa, dan aku segera dipanggil ke kantor oleh Bang Badui.

    00Bang Badui terlihat sangat emosional. Dia melemparkan sebatang rokok ke arahku, dan menunjukkan kepadaku kata-kata yang diketiknya sambil tersenyum: Alwi, kerja bagus, kau adalah saudaraku mulai hari ini.

    00Aku sedikit tersanjung dan mengangguk berterima kasih.

    00Segera Bang Badui mengeluarkan setumpuk uang dari laci. Kelihatannya sekitar10juta. Dia mendorong uang itu kepadaku, dan pada saat yang sama ia mengetik bertanya padaku bagaimana aku tahu Claura akan menjebaknya.

    00Aku tidak menolak, aku langsung menerima uang 10juta itu. Pada saat yang sama, aku berpikir bahwa lima ribu ini bukan jumlah yang banyak.  Aku telah menyelamatkan Bang Badui dan seluruh bar. Jadi jika dilihat, Claura sangat bersemangat dia bisa mengeluarkan ribuan yuan di setiap kesempatan. Ini yang membuatku tiba-tiba penasaran, Claura hanyalah seorang pramugari, bagaimana bisa ia begitu kaya?

    00Untuk mendapatkan kepercayaan dan kesan yang bagus pada Bang Badui, aku memberitahunya apa yang bisa kukatakan. Aku berkata bahwa aku adalah anjing yang uangnya diperas oleh Claura, demi membohongi ibunya, aku menyembunyikan rasa cinta yang tidak wajar ini.

    00Aku membuat diri aku sangat menyedihkan, mendapatkan banyak penghinaan dan derita, baru aku akan membalas dendam pada Claura. Aku sering diam-diam melihat ponselnya. Hari ini aku melihat bahwa dia akan menjebak Bang Badui, jadi aku segera memberitahunya tentang itu.

    00Pada dasarnya apa yang aku katakan itu benar adanya, dan perasaanya sudah ada. Bang Badui mempercayainya, ia menepuk pundakku, menyuruhku melakukan pekerjaanku dengan baik, dan terus mengawasi Claura. Jika dia ada yang janggal, terus beri tahu Dia, dia tidak akan memperlakukan aku kejam.

    00Aku mengangguk, tetapi aku sedikit menyesal, karena Bang Badui tampaknya tidak ingin membalas Claura, atau mungkin dia akan membalas, tetapi dia tidak ingin memberi tahuku. Lagi pula, aku adalah suami Claura, dan dia tidak akan mempercayaiku sepenuhnya. .

    00Lalu aku pergi ke bawah. Sebelum turun, aku ingin memberi tahu Bang Badui bahwa mungkin ada penyusup di bar, tapi aku menahannya. Orang tidak bisa terlalu pintar. Ini akan membuat Bang Badui curiga padaku, dan aku berpikir, Bang Badui pasti akan berinisiatif sendiri untuk mengecek siapa yang meletakkan narkoba itu di kantornya.

    00Setelah turun, sikap semua orang terhadap aku jauh lebih baik daripada sebelumnya, dan mereka semua tersenyum padaku, namun senyum mereka tampak palsu dan mereka berbicara di sana secara pribadi karena tau aku tidak dapat mendengar mereka. Mereka mengatakan aku yakin membuat laporan kecil untuk Bang Badui yang membuat Eddy pergi, mengatakan bahwa aku terlihat seperti orang cacat yang jujur, dan mereka  harus berhati-hati padaku di masa depan.

    00Perasaan disalahpahami seperti ini benar-benar tidak nyaman. Aku ingin membuka mulut  menjelaskan kepada mereka, tetapi aku harus menahannya. Aku hanya bisa menghibur diri dalam hati. Suatu hari, aku akan menjadi orang normal, ketika Aku memiliki kemampuan untuk menyingkirkan Claura, dan aku akan membuat semua orang yang rendah aku tau bahwa aku, Alwie lebih baik daripada mereka.

    00Malam ini, aku bekerja sangat keras dan sangat serius, semua orang setelah melihatku di promosikan, mereka tidak berani lagi menindasku, jadi mereka jarang bicara padaku.

    00Setelah bekerja, aku bergegas pulang, dan aku ingin tahu apa yang terjadi pada Claura sekarang.

    00Tetapi ketika aku sedang menunggu taksi, seseorang tiba-tiba menutupi kepalaku dengan karung dari belakang dan meninju serta menendangku.

    00Aku ingin membalasnya, tetapi segera dihentikan oleh beberapa orang yang membawaku masuk ke dalam mobil.

    00Di dalam mobil, mereka meninju dan menendang ku lagi, tetapi mereka tidak bicara, aku tidak tahu mengapa mereka memukuliku. Aku ingin bertanya pada mereka, tetapi aku takut itu adalah orang suruhan Claura, jadi aku terpaksa dipukuli hingga lebih buruk lagi.

    00Dengan cara ini, mobil terus melaju. Kira-kira sepuluh menit kemudian, aku didorong keluar dari mobil. Mereka keluar dari mobil dan menyapa aku lagi. Aku merasa tubuhku seperti remuk. Jika aku dihajar lagi, aku pasti sudah pergi ke rumah sakit.

    00Pada saat ini, tiba-tiba aku mendengar seseorang berkata, "Kak Eddy, bagaimana, mau tidak aku patahkan tangannya?"

    00Lalu suara Eddy segera terdengar: " Hajar sedikit lagi saja. Aku belum terlalu benci bajingan ini, hari ini cukup beri dia sedikit pelajaran, dan buat ia emosi."

    00Ternyata Eddy! Tidak heran dia begitu gila, ternyata ia adalah preman. Aku tidak menyangka dia akan membalaskan dendamnya seperti ini padaku karena dipecat. Aku benar-benar menganggap remeh masyarakat ini. Hati manusia itu begitu sensitif. Begitu mereka menjadi jahat, mereka benar-benar melakukannya.

    00Jadi mereka memukuliku lagi. Aku tidak berani melawan. Aku terus memegangi kepala aku dengan tangan, dan aku tertegun.

    00Dan ketika aku benar-benar bingung dan sedikit sadar, tiba-tiba ada suara letupan di telingaku.

    00Sepertinya seseorang sedang berkelahi, tetapi itu bukan memukulku.

    00Yang tak terbayangkan olehku adalah terdengar teriakan Eddy. Mereka sepertinya dipukuli. Eddy terus berteriak 'Lari lari lari'.

    00Aku sedikit malu, apakah aku diselamatkan? Mustahil, aku hampir tidak punya teman di kota ini, kecuali pria kuat yang memperkenalkan aku pada pernikahan, selain itu hampir tidak ada lagi yang ku kenal.

    00Aku bertanya-tanya, karung itu terlepas, dan aku berusaha mendorong kepalaku, tetapi aku tidak melihat siapa pun.

    00Aku pikir mereka semua sudah pergi, dan tiba-tiba aku melihat seseorang berdiri tidak jauh dari sini. Ia adalah seorang wanita. Dia mengenakan T-shirt putih sederhana, celana jeans biru, dan topi di kepalanya.

    00Dia terlihat sangat sederhana dan bersih, tetapi meskipun hanya melihat punggungnya, aku dapat merasakan aura kebaikannya dan merasa ia sangat misterius.

    00Aku bertanya: "Ya, apakah Kau yang menyelamatkan aku?"

    00Dia tidak menoleh melihat ku, tetapi berkata, "bukankah kau bisu dan tuli?"

    00Suaranya sangat tenang, tetapi aku terdengar panik. Setelah itu, aku terburu-buru, tidak mengendalikan diri, dan benar-benar berbicara, dia jelas mengenalku, bisa dibilang, identitas ku terungkap!

    00Aku ingin lari, tetapi dibelakang ada pria yang berdiri tidak jauh dari sini.

    00Ini adalah pria besar berumur paruh-baya, dilihat dari penampilannya sepertinya ia adalah pengawal wanita yang berada di depanku.

    00Jadi aku langsung jujur, dan dengan berani bertanya, "Siapa kau, bagaimana kau tahu tentang aku?"

    00Kemudian dia perlahan-lahan menoleh, ujung topinya yang tinggi menutupi dahinya, tetapi bahkan jika aku melihat sebagian besar wajahnya, aku bisa mati lemas. Dia benar-benar cantik, bukan seperti wanita cantik yang genit, dan bukan juga seperti wanita cantik yang polos, gambaran yang tak terlukiskan, tidak dingin tidak juga menawan, aku belum pernah melihat seorang wanita yang terlihat begitu baik yang tidak membuat ku merasa rendah diri.

    00Dia berkata kepadaku dengan nada tenang sambil bercanda: "Aku teman Claura, bagaimana aku tidak bisa tahu tentangmu?"

    00Selesai sudah, dia benar-benar teman Claura, aku jatuh ke dalam perangkap, mati aku.

    00Wajahku pucat ketakutan dan kaki aku sedikit lunak, dan wanita ini menatapku dan tersenyum, senyumnya tidak menyakitkanku, itu hanya membuat aku sedikit bingung, aku merasa dia tidak menyandera aku, tidak sedang mempermainkanku.

    00Segera dia berkata kepada aku, "Jangan menakuti diri sendiri, aku hanya menyelamatkanmu, dan aku tidak tertarik untuk memberi tahu tentang urusanmu itu, dunia kita juga tidak sama."

    00Aku tidak tahu bagaimana menjawabnya, aku hanya mengatakan "terima kasih, terima kasih" kepadanya.

    00Dia menekan pinggiran topinya dengan ringan dan berkata kepadaku: "Kau harus lebih berhati-hati. Dengan kemampuanmu saat ini, sepuluh sepertimu tidak cukup untuk bermain di dunia ini."

    00Setelah mendengarkannya, aku hatiku merasa sedih, dan sejujurnya itu sangat menyedihkan, tetapi dia benar, Eddy yang kecil itu saja hampir menghajarku sampai mati, apalagi Claura? Aku masih terlalu percaya diri, berpikir bahwa aku dapat benar-benar mengendalikan segalanya secara diam-diam. Faktanya, aku adalah sutera yang keluar masuk, yang selalu memiliki kesempatan untuk tersandung karena aku terlalu kecil, sangat kecil sampai aku tidak dapat memasuki Claura dan Bang Badui. begitu aku ingin memanjat mereka seperti hari ini, itu akan segera menarik perhatian orang lain. Tak lama, mungkin identitas ku akan terungkap, dan kemudian aku akan menghadapi penindasan yang kejam.

    00Memikirkan hal ini, aku merasa takut untuk sementara waktu. Sepertinya aku harus lebih berhati-hati di masa depan. Aku tidak boleh berpuas diri. Aku harus berhati-hati tentang segalanya.

    00Aku sangat berterima kasih kepada wanita ini, tapi saat aku menoleh ke atas, dia perlahan-lahan pergi menjauh, dan entah bagaimana, untuknya, aku tiba-tiba memiliki perasaan aneh padanya, bukan cinta pada pandangan pertama, karena aku tidak pantas untuk menyukainy, Aku hanya ingin tahu siapa dia.

    00Jadi aku dengan berani mengejarnya dan bertanya kepadanya, "Halo, terima kasih telah menyelamatkan aku hari ini, dan terima kasih telah mengingatkan aku. Bolehkah aku tahu nama anda?"

    00Dia menatapku, dan masih ada senyum lembut namun jauh di sudut mulutnya. Dia tersenyum dan berkata kepada aku, "kita seumuran, Kau tidak perlu memanggil aku dengan sebutan 'anda', Kau hanya akan terlihat rendah hati, meskipun Kau Sangat lemah, tetapi Kau tidak perlu merendahkan diri sendiri. Siapa aku, Kau tidak perlu tahu, karena kita akan bertemu lagi suatu saat. "

    00Akan  bertemu suatu saat, ya, aku hanya orang asing yang diselamatkan olehnya.

    00Dia dan pengawal kekarnya itu pergi, tidak jauh dari situ ada sebuah mobil Porsche Palamela.

    00Aku tidak berani mengejarnya lagi, dia terlalu tinggi untukku, dan sebelum dia naik mobil, dia tiba-tiba menoleh dan berkata kepada aku: "Jangan tanya kenapa aku membantumu, aku hanya sedang bosan, aku hanya ingin tahu apakah Kau bisa bertahan hidup atau tidak.  Meskipun Kau tahu bagaimana cara menahannya, tetapi aku masih merasa itu sangat sulit, jadi aku memutuskan untuk membantu mu lagi. Felicia dan Jack, dua orang itu menguntungkan bagimu. "

    00Selesai bicara, wanita dengan topi tinggi itu naik ke mobil Palamela nya dan berjalan pergi. Aku ingin mengingat plat nomornya, tetapi sudah terlambat.

    00Aku berdiri di sana dengan bodoh, mencium aroma samar yang ditinggalkannya di udara, dan aku masih sedikit bingung.

    00Embusan angin malam bertiup ke wajahku dan membuat aku sadar.

    00Dia berkata bahwa dia baru saja menyelamatkan aku, tetapi tiba-tiba aku merasa sedikit janggal. Apakah sesederhana itu?


    BAB 14 HADIAH DARI BANG BADUI
    00Aku merasa wanita bertopi tinggi itu bukan hanya ingin menyelamatkan aku, tetapi dipikir lagi, untuk apa membantu orang kecil sepertiku, apa tujuan yang bisa dia ambil dariku.

    00Pada akhirnya, aku memberi alasan pada diriku sendiri, kupikir mungkin ada kaitannya dengan Claura. Wanita ini mungkin ada urusan dengan Claura, jadi ia ingin tahu apakah aku bisa menyakiti Claura?

    00Sebenarnya, penjelasan ini masih tidak pasti, tetapi setidaknya itu masuk akal, jadi aku tidak akan memikirkannya lagi.

    00Tapi aku selalu bertanya-tanya apa yang dia maksud pada kalimat terakhir, dia berkata bahwa membuat Felicia dan Jack bersama akan membantuku. Felicia pasti kekasih Claura. Bagaimana aku bisa menariknya? Dan lagi Jack ini, siapa itu?

    00Rasanya agak membingungkan, dan aku tidak memikirkannya lagi, dan aku segera naik taksi untuk pulang.

    00Ketika aku sampai di rumah, Claura dan Felicia berada di kamar, jadi aku pergi untuk menguping diam-diam, mereka berdua berbicara mengenai malam ini.

    00Felicia berkata, "Claura, mengapa kau melewatkannya? Apakah orang suruhanmu tidak menaruh narkoba itu, atau Bang Badui sudah mengetahuinya dan dipindahkan olehnya?"

    00Aku menaikkan telingaku, ingin mendengar Claura mengatakan siapa penyusup itu.

    00Namun, Claura berkata, "Seharusnya ketahuan oleh Bang Badui. Rubah tua ini lebih cerdik dari yang kubayangkan. Felicia, kesalahan seperti ini sangat memalukan. Aku khawatir Bang Badui akan artikel, kita harus sedikit low profile untuk sementara waktu, tidak bisa langsung menghajar Bang badui, itu akan melukaimu. "

    00Felicia yang pengertian, berkata, "Tidak apa-apa, aku akan lanjut bernyanyi di bar sebentar lagi, aku bisa memperhatikannya sendiri."

    00Claura mendengus dingin dan berkata, "Yah, meskipun untuk saat ini meluruskannya, tetapi Bang Badui tidak akan berani memperlakukanmu seperti itu lagi. Periode saat ini seharusnya merupakan periode yang harmoni."

    00Setelah itu, dia beristirahat, dan aku merasa lega, sepertinya Claura tidak mencurigaiku.

    00Jadi aku turun untuk tidur di lantai, dan aku tidak bisa malam itu, bukan karena aku takut dan kesepian, tetapi di kepalaku terbayang wajah wanita bertopi tinggi itu, terus menghantuiku.

    00Aku tahu bahwa dia dan aku berasal dari dunia yang berbeda. Mungkin aku tidak dapat datang ke dunianya meskipun mendaki dan berjuang seumur hidup, tetapi aku masih tidak dapat berhenti memikirkannya.

    00beberapa hari berikutnya, semuanya normal, Claura sedang dalam penerbangan, tidak mengganggu aku lagi, dan semua pekerjaan di bar semua berjalan dengan lancar.

    00Aku juga telah menemukan pria bernama Jack. Dia adalah anggota staf di bar, seorang penjaga keamanan. Dia berusia tiga puluhan dan terlihat sangat maskulin. Dia sedikit penyendiri. Aku mengambil kesempatan untuk bertemu dengannya dan Merokok bersama, tetapi juga terbatas seperti teman biasa, aku tidak berani mendekatinya terlalu jauh, takut membuatnya curiga, aku berniat mendekatinya perlahan, dan berteman dengannya.

    00Felicia benar-benar kembali ke bar untuk bernyanyi. Aku akhirnya mengerti mengapa Bang Badui menolak untuk melepas orangnya, karena Felicia benar-benar mesin pencetak uang. Dia dapat memancing hormon pria. Ada banyak pria yang tak terhitung jumlahnya setiap hari membawa banyak uang untuk mendukungnya.

    00Dia kadang-kadang mengenakan seragam sekolah dan menyanyikan lagu-lagu kampus, seolah membawa orang kembali ke jaman dulu. Kadang-kadang dia mengenakan pakaian perawat dan menyanyikan lagu-lagu Jepang, seolah-olah dia datang dari dunia dua dimensi. Dia juga mengenakan pakaian kerja seksi dan memegang cambuk di tangannya, seperti seorang ratu, membuat orang ingin sujud di bawah rok delima nya....

    00Aku harus mengatakan bahwa Felicia benar-benar seorang ratu yang terus berubah, membuat pria gila. Tidak heran beberapa perusahaan pialang meliriknya. Selama dia berpakaian dengan baik, dia benar-benar bisa menjadi bintang.

    00Setiap kali aku menonton pertunjukan Felicia, aku akan berpikir di sana.Jika pria-pria ini tahu, pada kenyataannya, wanita ini tidak menyukai pria, apakah mereka akan gila?

    00Mungkin mereka akan merasa lebih menarik ...

    00Seketika sebuah bom waktu menghampiriku, Eddy kembali bekerja di bar, tetapi bukan lagi sebagai pelayan, melainkan sebagai petugas keamanan.

    00Meskipun diluar dia berjabat tangan dan berdamai denganku, tetapi aku bisa melihat bahwa dia masih memiliki rasa kesal padaku. Jika aku berani mengacaukannya suatu hari, dia pasti akan menghajarku.

    00Aku selalu waspada pada Eddy dan berhati-hati di bar, tetapi Bang Badui tiba-tiba mencariku malam itu.

    00Aku datang ke kantor Bang Badui dan mengetik, bertanya kepadanya ada apa perlu apa mencariku.

    00Bang Badui mengetik dan berkata, "Alwin, aku telah mengawasimu akhir-akhir ini. Meskipun kau tuli dan bisu, kau sangat pintar dan cerdas. Aku berencana untuk mengangkatmu sebagai tangan kananku dan berbagi suka duka bersama."

    00Aku sedikit tersanjung, mengatakan bahwa aku pasti akan mengikutinya dengan baik dan membiarkannya melakukan apa pun yang dia minta.

    00Bang Badui mengeluarkan kartu kamar dari laci dan mengetik, "Aku sudah menyiapkan seorang wanita untukmu. Aku percaya kau pasti membencinya. Dia adalah wanita yang diinginkan oleh banyak pria untuk tidur bersama. Aku meninggalkannya untukmu. Kau dapat menikmatinya. "

    00Aku merasa bahwa Bang Badui tidak akan memberi ku hal sebagus ini, pasti ada tujuan lain.

    00Benar saja, segera dia terus berkata, "Pergilah, jangan lupa tuliskan proses tidurnya padaku, ini adalah kesempatan yang kuberikan untukmu, jangan buat aku kecewa."

    00Bang Badui menambahkan tanda kutip pada kata "Jangan kecewakan aku". Jika dia mengatakannya dengan mulut, itu artinya ia mengancamku. Jika aku tidak mengikuti kata-katanya, jangankan menjadi adiknya, dia akan memalingkan wajahnya dan mengabaikanku.

    00Aku harus meninggalkan bar dengan kartu kamarku. Kamarnya adalah kamar hotel local yang lumayan bagus. Dalam perjalanan, aku selalu menebak wanita seperti apa yang disiapkan oleh Bang Badui untukku. Sebenarnya, aku sudah memiliki beberapa tebakan di hati aku, tetapi aku tidak berani memastikannya.

    00Ketika aku membuka pintu, aku mencium aroma alkohol dan bau wanita.

    00Segera aku melihat seorang wanita berbaring di tempat tidur, mengenakan sepatu hak tinggi berwarna merah, dua kakinya yang cantik dengan stocking hitam dilipat menjadi satu. Tubuh bagian atasnya memakai kemeja putih, dan kancing di dadanya hampir terbuka.

    00Ini Felicia!

    00Sebenarnya, aku sudah menduga ini sebelumnya, tetapi setelah melihatnya secara langsung, aku masih agak bingung. Ini adalah pencetak uang Bang Badui. Berapa banyak pejabat lokal menghabiskan ratusan juta untuk menidurinya! Bagaimana mungkin Bang Badui memberikan aku kesempatan yang begitu baik?

    00Aku tidak bodoh, tentu saja aku mengerti apa yang sedang terjadi.

    00Felicia adalah teman Claura, Bang Badui tidak berani menyentuhnya terang-terangan, dan dia memilihku untuk datang, karena aku adalah suami Claura, yang berarti Felicia memiliki dendam langsung denganku, dan aku punya banyak alasan untuk menindas Felicia. Setelah kejadian ini terungkap, Bang Badui pasti sudah siap untuk menyalahkan segalanya padaku. Pada saat itu, bahkan jika Claura ada, dia mungkin tidak berani untuk membuat masalah besar. Lagipula, aku adalah 'suaminya'nya. Setelah keributan besar, segala sesuatu tentang dia dan Felicia akan diketahui semua orang.

    00Selama aku bersama Felicia, dan merekam video, harsunya Bang Badui memahami pegangan aku dan kami harus menjalankan tugasnya dengan jujur.

    00Aku tidak ragu bahwa setelah aku pergi ke Felicia hari ini, ini hanya merupakan permulaannya. Bang Badui pasti akan membiarkan lebih banyak orang tidur dengannya nanti. Dia pasti akan membiarkan Felicia membantunya menghasilkan uang lebih banyak lagi sebelum kontraknya berakhir.

    00Claura benar, Bang Badui ini benar-benar rubah tua dan licik.

    00Sejujurnya, aku begitu kesal dengan Felicia. Awalnya aku ingin membalas dendam padanya, lagipula, dia selalu bersama istriku. Tetapi setelah begitu banyak perselisihan dengan Claura kemudian, aku tahu bahwa aku tidak bisa lagi memperlakukan Claura seperti istri ku lagi, jadi aku tidak membenci Felicia lagi. Selain itu, Felicia masih lebih baik dibanding Claura, ia yang membantu ku berbicara, dan mengatakan kepada Claura untuk tidak memukulku, aku merasa hatinya tidak buruk.

    00Tentu saja, setelah menonton begitu banyak pertunjukannya, aku juga harus mengakui bahwa, selain dari dendam di antara kita, wanita ini benar-benar menggoda. Ia memiliki sesuatu yang membuat pria tidak bisa menolaknya.

    00Mau tak mau aku meliriknya lagi, saat ini dia masih berbaring di ranjang, tubuhnya sedikit bengkok, sehingga lekukan-s yang sempurna terlihat, terutama bokong yang terbungkus rok ketat, bulat dan elastis, melihat Aku hanya bisa menelan ludah.

    00Tapi menyuruhku untuk meniduri Felicia, aku benar-benar tidak bisa melakukannya, bukan karena aku jujur, juga bukan karena aku benar takut, tetapi karena aku terus mengingat wanita dengan topi tinggi itu . Dia meminta aku untuk menarik Felicia, dia pasti punya alasan, mungkin Felicia benar-benar dapat membantuku.

    00Situasi ku sekarang sepertinya telah menciptakan peluang bagus untuk menarik perhatiannya.

    00Tapi begitu aku tidak meniduri Felicia dan membiarkannya pergi, aku tidak akan bisa menjelaskan pada Bang Badui. Dia akan memalingkan wajahnya dan akan menolak untuk mengenalku, dan segala sesuatu yang telah aku perjuangkan sebelumnya akan runtuh sia-sia.

    00Aku harus akui, aku menghadapi pilihan yang sulit. Apakah harus menyelamatkan Felicia atau menyinggung Bang Badui?

    00Memikirkan hal itu, Felicia mendengus tiba-tiba, lalu membalik, dan tombol di depan dadanya secara tidak sengaja tertekan, dan aku melihat putih di dadanya.

    00Aku meluruskan mataku dan merasa panas di seluruh.

    00dia membuka matanya tiba-tiba. Ketika dia melihatku, dia ketakutan, dan tubuhnya tersentak. Dia berkata dengan gugup dengan suara seksi, "Alwin, bagaimana bisa kau sebodoh ini, apa yang ingin kau lakukan padaku?"

    00

    BAB 15 BERKUASA

    00Felicia bertanya kenapa yang disini adalah aku si tak berguna, aku tidak marah karena sudah terbiasa, dan tampak jelas nada bicaranya tidak seperti Claura yang begitu merendahkan, dia hanya mengikuti Claura memberiku julukan itu.

    00Pikiran ku berputar dengan cepat hingga terpikir sebuah siasat untuk mendapatkan dua keuntungan, tetapi aku tetap tidak melakukannya.

    00Aku sangat ingin memberitahu Felicia agar dia lebih patuh, tidak melawan, aku juga tidak akan menyentuhnya, jadi kita harus bersama memikirkan solusi untuk keluar dari sini.

    00Tetapi aku dengan cepat menolak ide ini, karea aku tebak diruangan ini pasti ada kamera pengintai, Bang Badui tidak mungkin membiarkan ku begitu saja, dia pasti sedah mengamatiku.

    00Teringat sampai sini, aku hanya bisa menyerbu, kebetulan saat ini juga Felicia juga sedang berusaha untuk duduk, dia dengan membuka mulutnya yang sexy, tampak seperti ingin meminta tolong.

    00Jadi aku dengan sekuat tenaga mendorongnya, lalu karena gerakan ku sangat cepat, jadi badanku langsung terdorong ke badannya.

    00Aku dengan tangan menahan lehernya, sambil memberikan kode dari tatapan mata jika dia mengulah, aku akan membunuhnya.

    00Felicia tidak seperti Claura yang terlihat kuat, seketika dia langsung terbingung lalu dengan cepat menggelengkan kepalanya terhadapku mengatakan bahwa dia akan diam-diam.

    00Aku menekannya sambil merasakan tubuhnya yang lentur, membuat sekujur tubuh ku merasa kepanasan, dan semangat yang muncul karena insting. Kemudian masih ada reaksi yang muncul karena fokus pada paha Felicia

    00Aku menggigit lidahku untuk menenangkan diri. Lalu dengan sekuat tenaga menggendong Felicia, dan membiarkannya dalam pelukanku.

    00Dia mengira aku mau menelanya, dia memulai untuk melawan lagi, kemudian aku pura-pura seperti sedang saling berpukulan dengannya. Dan jelas jika Felicia sudah termakan obat, karena badan dia sangat lentur, lalu dengan cepatnya aku membawanya ke kamar mandi.

    00Aku sengaja berbuat begitu karena aku merasa kamar mandi adalah yang tempat paling aman, dan tidak mungkin ada kamera pengintai.

    00Setelah masuk kekamar mandi, aku tiba-tiba langsung menangkapnya dan menutup mulutnya dengan tanganku, kemudian memberikan tanda untuk diam.

    00Felicia adalah wanita yang pandai, dia mengerti ada yang mau kukatakan, ditambah lagi dia merasa sedikit ketakutan, jadi dia pun tidak melawan, melainkan mengedipkan matanya yang besar menunggu aku mengatakannya.

    00Jadi akupun mengetik diponsel dan memperlihatkannya, aku berkata: "Aku tidak ingin tubuhmu, aku juga dipaksa dan diutus oleh bos Badui kemari, dia mau aku menidurimu, dan merekam video, jika aku tidak melakukannya, dia akan membunuhku. Diruangan itu pasti ada kamera pengintai, jadi aku menarikmu ke kamar mandi untuk menjelaskan padamu.

    00Felicia dengan tatapan meragukan melihatku, dia tampak seperti tidak percaya, aku lanjut mengetik: Apa aku perlu membohongi mu? Jika memang aku ingin menidurimu, aku sudah melepaskan bajumu saat kamu membuat gaya sexy tadi.

    00Wajahnya menjadi merah yang tampak sangat mempesona membuatku tidak tahan untuk menjilat bibirku sendiri.

    00Dia dengan cepat berketik menanyakan: Jadi kita harus bagaimana? Apa aku perlu memanggil polisi?

    00Aku mengetik: Kamu ingin aku mati? Diluar pasti ada utusan dari Bang Badui yang sedang menjaga, kita pura-pura melakukan hal itu, dan merekam video, kita memalsukan dulu baru menolong mu keluar.

    00Felicia dengan sibuk memeluk dadanya, lalu dengan ketakutan melihatku, bertanya: "Kamu beneran ingin aku tidur denganmu? Aku tidak akan setuju!

    00Felicia yang tampak menawan itu sangat menggoda orang, aku mengalihkan pandangan lanjut mengetik: Bukan, kita hanya berpura-pura saja, kita merekam sebuah video pemalsuan untuk meloloskan diri.

    00Seketika dia mengerti, tapi dia masih sedikit meragukan, aku melototinya sambil menunjuk arah luar, yang berarti jika dia tidak setuju, maka kita semua akan mati.

    00Akhirnya dia menyetujuinya, jadi kita tiba-tiba menjadi saling menarik, aku membuka kemeja putihnya, hingga semua kancing terbuka.

    00Terakhit aku menarik rambutnya, mengeluarkan ponsel untuk merekam.

    00Tingkat akting Felicia sangat hebat, dia mulai menjerit meminta tolong, dan aku pura-pura tidak mendengarnya.

    00Aku dengan sadis menahan kepalanya ditoilet, lalu membuka baju sendiri dan menyerangnya.

    00Kemudian aku menyerangnya terus menerus, awalanya dia masih melawan, tetapi perlahan dia menjadi menerima, lalu terdengar suara desahan yang lembut, sungguh sangat menggoda.

    00Aku perlahan mulai tergoda, tetapi aku harus menahan diriku untuk berpura-pura saja, dan tidak memasukinya.

    00Sudut rekaman aku sangat baik, membuat kita terlihat seperti sedang melakukannya, padahal sebenarnya itu hanyalah akting.

    00Kita terus menerus berakting selama 30an menit, terakhir Felicia tergeletak diatas toilet, aku harus mengakui bahwa aktingnya sangat bagus, dia masih bergetar sebentar diatas toilet hingga membuatku hampir tidak bisa menahan diri.

    00Setelah selesai, kita langsung membereskan baju kita, lalu aku membawanya keluar dari toilet.

    00Felicia dengan suara ringan terus menerus menangis, tidak tahu memang aktingnya yang hebat atau karena memang dia tersiksa karena aku. Tetapi dilihat dari gayanya, laki-laki sesadis apapun tetap bisa luluh padanya.

    00Aku membantu dia berdiri lalu berjalan keluar kamar.

    00Barusan berencana pergi, tiba-tiba datanglah seseorang dari lorong, dan itu adalah Eddy.

    00Aku tahu kedatangan dia pasti diutus oleh Bang Badui, dan seperti yang ku prediksi, dia tidak akan membiarkan kita pergi dengan begitu mudah, dia pasti haru memeriksa hasil ini. Dan orang yang diutusnya kemari adalah Eddy, jadi Bang Badui ini memang sangat licik. Karena dia memberikan masalah ini kepada Eddy, berarti dia percaya dengannya, tetapi kemungkinan sebelumnya dia mengusir Eddy itu hanya dibuat buat saja, makanya Eddy bisa secepat ini balik kerja.

    00Eddy langsung datang kesisiku, dia langsung mengetik: Sudah siap belum, mana videonya?

    00Kemudian aku memberinya video yang kurekam, senyuman diwajahnya terlihat sangat licik dan seakan-akan dia sedang menonton film.

    00Aku mengambil balik ponsel menyuruhnya pergi.

    00Dia melambaikan tangannya menyuruh ku pergi, jadi aku membantu Felicia lalu lanjut berjalan.

    00Tapi aku tidak pernah berpikir bahwa Eddy langsung datang memukul kepalaku, sambil berkata: "Dasar berengsek, kamu berencana membawa wanita ini pergi setelah melakukannya. Enak saja, aku belum melakukannya."

    00Setelah itu, dia langsung merebut Felicia, lalu menariknya kedalam ruangan lagi.

    00Obat dalam tubuh Felicia belum habis, jadi dia tidak sempat melawan langsung didorong Eddy ketempat tidur.

    00Suara Felicia sedikit serak, dia mendorong Eddy sambil menjerit: "Lepaskan aku, jauhkan tangan kotormu, jangan sentuh aku."

    00Eddy langsung senyum dan berkata: "Kenapa pura-pura polos saat dengan ku. Tadi barusan saja ditidurin, sekarang malah melawan? Kenapa aku tidak bisa meniduri mu tapi orang cacat itu boleh? Apakah kamu disakitin olehnya?"

    00Yang dikatakan Eddy sungguh kotor, hingga membuat Felicia sangat ingin mengigitnya.

    00Dia melihat tangannya Eddy yang sudah mau melepas branya, aku memberanikan diri untuk maju dan menolongnya. Ini tidak ada hubungannya agar dia percaya padaku, aku hanya tidak sanggup melihat seorang wanita yang dibully.

    00Kebetulan disampingnya ada alat pemadam api, jadi aku dengan kuat membawa alat itu masuk kedalam ruangan.

    00Saat itu aku sudah sangat marah, apalagi teringat Eddy memukulku, aku dengan sadis memukul kepalanya dengan alat pemadam api itu.

    00Terdengar sebuah suara pong, kepala Eddy tiba-tiba berdarah dan mengalir keluar.

    00Eddy menoleh kepalanya melihat ku dengan tatapan tidak percaya.

    00Dia barusan membuka mulutnya ingin berbicara, tetapi dia langsung pingsan kembali.

    00Aku ketakutan hingga terdiam, pikiran ku kosong, dan aku merasa mungkin ini akan memakan maut karena pukulan ini lebih kuat daripada pukulan Bang Badui kemarin.

    00Aku terbengong ditempat dengan tatapan kosong, Felicia yang dengan cepat bangun dari tempat tidur, langsung menarik tanganku dan berlari kabur.

    00Kali ini aku baru sadar, dan berlari dengannya.

    00Tidak memakan waktu lama, akhirnya kita sampai dijalan raya, Felicia memanggil taxi dan memberitahu alamat kemudian meninggalkan tempat ini.

    00Perasaan ku sangat ketakutan dan tidak tenang saat berada didalam mobil.

    00Felicia lebih cepat tenang daripada diriku, dia langsung menghubungi 120, aku hanya bisa berdoa agar tidak ada kejadian yang memakan maut.

    00Dengan cepat kita sampai dialamat Felicia, ini adalah sebuah apartemen tunggal, ini adalah tempat tinggal Felicia, aku yang sudah mulai tenang dengan kebingungan mengantarnya masuk kedalam rumah.

    00Mungkin karena ingin berterima kasih padaku karena sudah menolongnya, dia memintaku untuk tinggal sebentar dirumahnya dan memberiku segelas air.

    00Aku masih sedikit pusing, lalu dengan bodohnya duduk disofa rumahnya.

    00Aku meminum seteguk air, Felicia memberiku melihat ponselnya, katanya: Aku selalu merasa kamu adalah orang yang tidak berguna, tidak disangka kamu lumayan tangguh.

    00Aku tetap belum sadar kembali, tanganku juga bergetar saat memegang gelas.

    00Dia dengan cepat lanjut mengetikkan: Kamu lumayan hebat, tadi di hotel sudah menahan 30menit. Walaupun itu hanya pura-pura, tapi kita tetap ada bersentuhan, jika saja itu pria lain, pasti tidak akan tahan lagi.

    BAB 16 BON HUTANG

    00Wajahku menjadi merah karena Felicia mengatakan bahwa aku lebih hebat dari pria lain.

    00Aku duduk disana dengan tak berdaya, seketika tidak tahu harus berkata apa, dan tidak jelas apa yang dimaksudnya, tapi seharusnya dia tidak boleh begitu dengan pria.

    00Dia dengan cepat tertawa lalu sambil mengetik: Tenang saja, jangan kira kakak sedang mempermainkanmu, aku hanya ingin kamu melupakan hal tadi, jangan takut, tidak akan ada masalah besar.

    00Ternyata Felicia sedang bercanda padaku, wanita ini sungguh menarik, dia memang membuatku tidak sepanik tadi lagi.

    00Saat ini Felicia berdiri dan mengambil gelasku, dia masih ingin menuangkan air untukku, aku melihatnya dan menyadari ada sebuah robekan diroknya, hingga terlihat dalamannya.

    00Mukaku tiba-tiba menjadi merah, tetapi dia malah dengan senyum berkata: "Apakah postur tubuh kakak bagus, kamu sedang mengintip kan."

    00Setelah mengatakannya, dia membalikkan badannya lalu membiarkan aku melihatnya.

    00Dia sangat dekat denganku, hingga aku bisa merasakan nafas nya yang hangat, aku lalu menunduk kepala karena tidak tahu harus bagaimana.

    00Tetapi karena jaraknya yang sangat dekat denganku, dengan perlahan seperti melengketkan dadanya dibadanku.

    00Aku terkejut hingga berjalan mundur, lalu dia lanjut tertawa dan mengetik padaku: "Lihatlah kamu yang sekarang, jangan-jangan kamu masih perjaka ya, sayangnya kamu adalah suami teman baikku, kalau tidak kamu akan kumakan.

    00Aku merasa badan ku tiba-tiba memanas dan sangat ingin memeluk Felicia.

    00Tetapi dia malah tiba-tiba berdiri dan mengetik: Sudahlah, aku tidak mengganggu mu lagi, anggap saja aku membalas budimu hari ini. Waktu sudah larut, kamu sudah boleh pergi, tetapi sebelum pergi tolong hapus video itu dulu.

    00Aku yang membara karena dia, kenapa dia malah tidak tanggung jawab untuk memadamkan api ini, sungguh membuatku merasa kecewa, tetapi walaupun dia bantu memadamkannya, aku juga tidak berani untuk menikmati.

    00Aku berdiri tetapi aku tidak langsung pergi, aku duluan menghapus video itu, lalu mengetikkan: Aku sekarang harus bagaimana, Bos Badui bisa mematikanku.

    00Dia tertawa dengan terkikik berkata: Kalau begitu kakak tidak tahu lagi, ini kan karena kamu yang sok jadi pahlawan. Dan pahlawan itu harus baik-baik melakukan tugasnya, jika tidak akan jadi pengecut.

    00Aku masih berpikir harus menjawabnya, tetapi aku menahan untuk tidak. Felicia walaupun tampaknya sangat menggoda, tetapi dia dalah wanita Claura, dia tidak akan membantuku, jadi sudah sangat baik karena dia memberiku segelas air.

    00Kemudian aku meninggalkan rumah, setelah memikirkan berkali-kali, aku berencana untuk balik ke Bar Benz. Aku harus lebih pertama mencari Bang Badui, dan meminta maaf padanya, jika aku menunggunya mencariku, itu berarti aku menunggu mati saja.

    00Setelah balik kebar, aku langsung pergi ke kantor Bang Badui.

    00Bang Badui tepuk tangan melihat kepulanganku, lalu mengetikkan bahwa aku sangat berani pulang kesini.

    00Aku mengulurkan tanganku menampar diriku lalu meminta maaf dengan Bang Badui, aku mengatakan jika aku bukan sengaja mau melepaskan Felicia, karena aku takut jika ketahuan oleh Claura, maka aku terkena balas dendam. Aku masih mengatakan jika aku melakukannya karena memikirkan Bang Badui, karena hanya dengan cara membiarkan Felicia jatuh cinta padaku baru bisa melanjutkan menyamar ditempat Claura.

    00Senyuman Bang Badui seperti menyimpan sesuatu, dia tertawa bertanya padaku sudah membuat Felicia jatuh cinta atau belum, bisakah Felicia memberitahukan masalah ini kepada Claura. Menurutnya yang kukatakan tidak salah, jika aku bisa menjamin Felicia merahasiakan masalah ini, dan lanjut bernyanyi dibar, dia bisa menganggap tidak ada yang terjadi, dia tidak menghukum ku dan tidak lagi membuat siasat buruk terhadap Felicia.

    00Tampak jelas, Bang Badui sebenarnya masih takut dengan Claura, dia juga takut masalah ini menjadi besar kemudian Claura datang mencarinya. Dan tampaknya dia mengira aku sudah mendapat kepercayaan dari Felicia, kini aku baru menjadi tenang, aku mengetikkan jika aku akan mencari Felicia untuk membahas agar dia bisa bekerja sama dengan Bang Badui.

    00Sebenarnya yang kukatakan tidaklah berguna bagi Felicia, tetapi ini adalah kesempatanku untuk menyelamatkan diriku, jadi aku harus memanfaatkannya.

    00Bang Badui menepuk perutnya lalu mengatakan baik.

    00Aku diam-diam bahagia, tidak disangka aku bernasib baik melewati semua ini.

    00Tapi tidak disangka ekspresi bang badui tiba-tiba berubah, dan mengetik: "Alwi, aku boleh saja tidak memperhitungkan tanggung jawabmu. Tetapi masalah kepala Eddy yang kamu pukul hingga berlubang, bukanlah masalah ringan. Mungkin kamu belum tahu Eddy itu siapa, walaupun dia bawahanku, tetapi dia juga seorang preman yang memiliki kumpulan geng, jadi dia tidak mungkin bisa mengampuni kamu.

    00Yang dikatakan Bang Badui memang tidak salah, Eddy adalah seorang preman, tetapi Bang badui pasti sedang berpura-pura, karena Eddy adalah bawahannya, jadi yang dikatakannya pasti berguna.

    00Aku berpura-pura tidak tahu sama sekali, lalu mengetikkan pada Bang Badui: Bos Badui, bantu aku.

    00Saat ini, pintu kantor tiba-tiba terbuka, masuklah 4 bawahan Bang Badui. Salah satu dari mereka membawa pisau dapur dan membuatku sangat ketakutan.

    00Bang Badui mengetik padaku: Alwi, kita jalani sesuai dengan aturan. Karena kamu memukul Eddy, jadi jika dia sudah membaik pasti akan memukul mu hingga tidak bersisa, aku boleh membantu mu untuk berbicaram tetapi harus memotong 1 tanganmu.

    00Hatiku tiba-tiba berdetak kencang, aku berpikir mereka sepertinya tidak begitu sadis, bukankah ini melanggar hukum?

    00Saat ini, datanglah 2 orang yang menahanku, dan 1 orang yang datang menahan tanganku dilantai, satu orang lagi membawa pisau sayur yang tampak seperti mau memotongku.

    00Aku ketakutan hingga menggetar, aku langsung menggelengkan kepalaku terhadap Bang Badui, sambil mengoceh dan meminta dia memaafkan ku.

    00Bang Badui lalu melambaikan tangannya dan menyuruh mereka untuk tidak memotong, dia membawa ponselnya kedepanku sambil menepuk bahuku dan berkata: "Sebenarnya aku sedikit menghargai mu, kamu adalah pria muda yang sangat pandai. Tetapi Eddy adalah sebuah tanduk tajam, aku saja tidak ingin menyinggungnya, dan aku memang ingin membantumu. Tetapi hukuman mati itu tidak bisa dihindar, jadi kamu harus mengorbankan sedikit untuk ini.

    00Aku dengan panik mengetik: Bos Badui, anda katakan, anda katakan aku harus bagaimana, biaya kesehatannya akan ku bayar.

    00Bang Badui tertawa, lalu dia membuangkan selembar kertas dan pen dan menyuruhku membuat bon hutang, katanya Eddy adalah orang yang gila uang, jadi dengan adanya bon hutang ini, maka semuanya akan menjadi gampang.

    00Aku memikir karena aku membuat kepalanya luka, dan biaya opname beserta obatnya akan kutanggung semuanya, jadi akupun menerima kertas dan pennya lalu bertanya kepada Bang Badui cara membuatnya.

    00Jawaban Bang Badui membuatku terkejut hingga terdiam, dia menunjuk satu jariku, aku merenungkan jika 2 juta mungkin tidak mungkin, kemungkinan adalah 20 juta, tetapi 20 juta bukanlah nominal yang kecil, tetapi aku dengan memaksa untuk menerimanya.

    00Tetapi aku tidak menyangka, Bang Badui malah meminta 200 juta!

    00Seumur hidupku juga tidak pernah melihat uang sebanyak 200 juta, Bang Badui sama saja meminta nyawaku.

    00Aku tidak mungkin ada uang sebanyak itu, dan dia pastinya juga tahu bahwa aku miskin, tujuannya sebenarnya bukanlah uang, melainkan dia ingin mengikat ku. Dan karena aku adalah suaminya Claura, jadi dia ingin menggunakan kesempatan ini untuk suatu saat yang diperlukan.

    00Aku sangan tidak ingin menyetujui 200juta itu, tapi melihat pisau sayur yang bergoyang itu, aku terpaksa harus menerimanya.

    00Bang Badui menyuruh ku menulis alasan meminjam uang adalah untuk mengobati penyakit adikku, aku tahu tujuannya adalah untuk membuat bon hutang ini memiliki sifat hukum, karena adanya alasan, jadi disaat aku memanggil polisi juga tidak berguna lagi, karena tidak ada orang yang bisa menjadi saksi bahwa aku diancam.

    00Saat itu aku dengan sangat kacau membuat bon hutang ini, dan membuat tanda sidik jari. Aku menjadi sangat kacau dan terdiam, karena aku tahu mulai hari ini, aku sama saja dengan sudah menjual diriku, Bang Badui pasti akan menggunakan ini untuk memperalat ku.

    00Tapi untungnya aku menyelematkan tanganku, dan tidak dipukul.

    00Aku yang sedang menggunakan cara ini menasehati diriku, Bang Badui tiba-tiba berbicara kepada bawahannya: "Mulailah, aku mau 1 buah jari kelingkingnya saja."

    00Aku terdiam, tetapi beberapa orang itu langsung dengan cepat menahanku, sambil membawa pisau sayur untuk memotong jari kelingkingku.

    00Aku panik hingga hampir menjerit, tetapi aku menahannya, karena jika aku mengeluarkan suara, maka kejadian dipukulnya kepala Bang Badui dengan botol bir akan ketahuan, sampai saat itu bukan hanya masalah 1 jari kelingking lagi.

    00Aku menggoyangkan badanku dengan gila, aku ingin melawan.

    00Tetapi Bang Badui sekali lagi mengetik: Alwi, jangan dikasih hati minta jantung, sebatang jari kelingking adalah hukuman yang paling hukuman, ini sudah penyelesaian terbaik untuk mu.

    00Aku sangat tidak puas, tetapi aku juga tahu jika aku tidak bisa menghindarinya hari ini, karena aku merusak rencana Bang Badui, memukul Eddy hingga terluka, jadi dia tidak akan puas jika tidak menghukum ku.

    00Aku dengan tersiksa menutup mata, mengigit erat, dan 10 jari tertutup rapat, mungkinkah aku bisa kesakitan hingga pingsan?

    00Badanku bergetar dengan kuat, setiap detik terasa seperti 1 jam.

    00Tetapi disaat jariku hampir dipotong, tiba-tiba terdengar sebuah suara manja dari belakang: "Bos Badui, sudah cukup, adikku harus mencari nafkah dengan jari tangannya, jika kamu berbuat begitu, bukankah sama saja kamu tidak memberinya jalan hidup?"

    BAB 17 DITUNJUK

    00Saat aku sedang dalam keadaan yang pasrah, suara ini menjadi penolong terakhirku, aku dengan semangat membuka mata lalu menolehkan kepala melihat kearah itu.

    00Ternyata itu adalah bibi Reza, dia memakai cheongsam yang terbuka hingga paha atas, terdapat senyuman yang menggoda, dan berjalan masuk dengan sangat berkharisma.

    00Detik ini aku sedikit senang dan ketakutan karena dimanja, aku tidak menyangka bibi Reza bisa membantuku, diapun menyebut aku sebagai adiknya.

    00Bawahan Bang Badui semua mengenal Bibi Reza, mereka langsung berhenti dan menatap Bibi Reza.

    00Bang Reza langsung dengan senyumannya yang memiliki arti lain langsung berdiri, dia menatap Bibi Resa, lalu berkata: Eh? Bibi Reza sejak kapan kenal dengan adik ini?

    00Bibi Reza datang kesisiku, dia mengelus kepalaku lalu berkata: Karena waktu itu dia pernah bantu aku bekerja, semua tamu pada memujinya, jadi semua pria yang bisa membuat tamu menjadi senang, semua adalah adik baikku.

    00Aku seketika menjadi canggung, mukaku memerah, aku terkejut hingga tidak bernafas, aku tidak sembarangan berpikir dan aku tidak bisa membiarkan mereka tahu jika aku mendengar mereka bicara.

    00Bos Badui berjalan kearah Bibi Reza, dia menaruhkan tangannya dipinggang Bibi Reza, lalu dengan pelan  mencubitnya dan berkata: Bibi Reza, Alwi sudah melanggar aturan, jadi aku sudah ringan terhadapnya karena hanya menginginkan 1 buah jari nya saja.

    00Bibi Reza mengulang yang dikatakannya sekali lagi, katanya: Itu tidak boleh, Adikku mencari nafkah dari jari tangannya.

    00Bang Badui tiba-tiba mengulurkan tangannya ke bokong bibi Reza, lali memukulnya dengan ringan: Kenapa, apakah kamu pernah mencoba jari tangan Alwi?

    00Bibi Reza sengaja dengan malu-malu mendorong Bang Badui, dan mengatakan  selalu berkata yang tidak jelas .

    00Lalu Bibi Reza mengulurkan tangannya menarikku dan membawaku pergi dari sini.

    00Aku barusan ingin berdiri, Bang Badui langsung menekan bahuku, seakan-akan seperti membiarkan ku untuk setengah berdiri.

    00 Bos Badui, tolong berikan aku harga diri dan lewatkan masalah ini saja, kedepannya Alwi tidak berani lagi.  Bibi Reza bersenyum menggoda sambil mencubit dada Bang Badui.

    00Bang Badui tetap tersenyum, tetapi ekspresinya jelas sudah menjadi buruk, dan berkata: Reza, bukan aku tidak memberikan mu harga diri, jika aku memberimu ini, maka aku tidak bisa tanggung jawab lagi dengan sahabatku.

    00Aku diam-diam merasa tidak baik, aku merasakan jariku tidak akan diselamatkan lagi, karena Bang Badui sudah sangat tekad, dan Bibi Reza sebenarnya juga bekerja dibawahnya jadi pastinya tidak akan terselamatkan lagi.

    00Aku tidak pernah berpikir, Bibi Reza langsung menyimpan senyumannya dan lanjut berkata pada Bang Badui: Bos Badui, apakah kamu beneran mengira aku hanya menolongnya saja? Apa yang tidak pernah kutemui, dan aku bisa baik dengannya? Aku bisa datang mencari Alwi karena aku memiliki sebuah tamu besar yang perlu dilayaninya. Tamu besar ini adalah teman dari bos besar, aku tidak berani menyinggungnya, dan kamu juga tidak bisa menyinggungnya, aku rasa Bos Badui sudah boleh berhenti.

    00Mendengar perkataan Bibi Reza, aku langsung terdiam. Aku selalu mengira jika Bang Badui adalah bos tempat karaoke diatas bar, sekarang dilihat dari maksud Bibi Reza, sepertinya masih ada bos besar dibelakangnya?

    00Tangan Bang Badui yang ditaruh diatas bokong Bibi Reza tiba-tiba menjadi kaku, aku melihat mulutnya yang berubah. Tapi benar juga, dengan kekuatan Bibi Reza yang begitu kuat, membuatnya malu didepan saudaranya.

    00Tetapi Bang Badui lumayan susah ditebak, dia dengan cepat tertawa kembali, dia mengatakannya sambil menaruh tangannya dan mencubit dada Bibi Reza: Baik, anggap saja bocah ini sedang beruntung, Karena Bibi Reza sudah mengatakannya sampai sini, jadi aku Badui membiarkan mu kali ini. Tetapi Reza kamu tidak boleh tidak menguntungkan ku ya, malam temani aku menyanyi ya?

    00Bibi Reza mendorongnya dengan lembut, dan berkata iya, kemudian menarikku pergi.

    00Setelah keluar dari kantor Bang Badui, aku masih berada dalam keadaan keadaan yang kacau, aku tidak menyangka Bibi Reza bisa membantuku dan mengorbankan tubuhnya, karena aku tidak percaya nyanyian yang dimaksud oleh Bang Badui adalah nyanyian biasa aja.

    00Tapi kenapa Bibi Reza berbuat begitu? Yang penting aku tidak percaya tentang bos besar menyuruh ku untuk melayani, aku hanya menjadi pengganti karyawan, dan lawannya adalah Mawar, jadi tidak mungkin ada orang yang menunjukku.

    00Saat aku berjalan dibelakang Bibi Reza, melihat postur tubuhnya yang sangat montok dan menggoda membuatku ingin berbicara dengannya dan mengatakan terima kasih. Kebetulan juga aku masih merasa tidak puas dihatiku, mungkin saja Bibi Reza adalah wanita pelacur, jadi dia tidak memedulikan semua ini, tetapi aku tidak ingin Bibi Reza pergi menemani Bang Badui  bernyanyi . Saat itu aku merasa sangat lemah, jika diriku lebih kuat, maka aku tidak akan berada diposisi ini lagi.

    00Tiba-tiba Bibi Reza berhenti, saat itu pikiran ku sedang memikirkan sebuah masalah, karena aku belum sempat berhenti jadi menabrak pantat Bibi Reza lalu pantul kembali, ini membuatku merasa sangat canggung hingga wajahku memerah.

    00Bibi Reza dengan senang tertawa dengan suara kecil, dan mengetik: Jangan tanya kenapa Bibi Reza menolongmu, karena ini sudah terjadi, maka harus diselesaikan. Dan Bibi Reza memang memerlukanmu, ada seorang tamu yang menunjuk kamu untuk melayaninya, Bibi Reza sudah membantumu menerimanya, bisakah kamu menuruti Bibi Reza?

    00Aku terdiam, tidak disangka memang ada orang yang menunjuk, apakah itu teman bos besar?

    00Aku dengan kebingungan bertanya kepada Bibi Reza, melihat ekspresinya yang tampak sedang berharap, aku tidak ingin dia kecewa dan merasakan aku adalah orang yang tidak tahu balas budi, jadi walaupun aku tidak ingin menyamar menjadi karyawan, aku juga harus mengiyakannya, dan ini adalah cara cepat untuk mendapatkan uang, aku dalam sekejap memiliki hutang sebanyak ratusan juga, jadi aku harus mencari cara untuk mendapatkan uang.

    00Kemudian aku menganggukkan kepalaku terhadap Bibi Reza, Bibi Reza dengan senang mencubit wajahku mengatakan jika aku sangat patuh, gayanya itu seperti menganggapku sebagai anak.

    00Dengan cepat dia memberiku sebuah alamat dan menyuruh ku pergi.

    00Setelah keluar, aku langsung naik taxi ketempat itu, aku sangat penasaran siapa yang memanggilku untuk pergi melayaninya?

    00Setelah sampai ditempat tujuan, aku menyadari ini adalah sebuah villa yang sangat besar hingga membuat ku merasa sangat pesimis, apakah orang rendahan seperti aku ini harus pergi melayani wanita kaya? Apakah orang itu tidak bisa merendahkanku? Apalagi badanku masih seperti anak-anak, aku takut tidak sanggup!

    00Setelah masuk kedalam villa, aku menyadari bahwa bukan 1 orang saja, melainkan 4 wanita.

    00Aku tiba-tiba menjadi kacau, 4 wanita hanya menunjuk aku 1 orang saja?

    00Pikiran ku dalam sekejap teringat dengan sebuah berita mengejutkan itu, yang dikatakan bahwa 1 pria yang tewas karena siksaan beberapa wanita& 

    00Tetapi saat ini juga, aku menyadari salah satu wanita diantaranya adalah Mawar!

    00Kali ini aku tidak memakai topeng dan langsung muncul didepannya, membuat ku tidak tahu harus menuruti siapa, aku sangat ingin menyimpan diriku kesebuah lobang.

    00Mawar dengan cepat langsung menyadari keberadaan ku, alis dia menjadi naik lalu melihatku dengan cuek, lalu bertanya: Bukankah aku sudah melarangmu melakukan hal begituan, kenapa kamu masih melakukannya­�

    00Aku tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya, kali ini Yessy yang waktu itu bersama dengan Mawar langsung datang merangkul pinggangku, dan berkata pada Mawar: Kak Mawar, inilah pria karyawan yang kemarin memakai topeng anjing, bocah ini lumayan tampan juga. Aku khusus menggunakan orang dalam mencarinya untuk menemani kita bermain mahjong, jadi Kak Mawar harus bagaimanakah berterima kasih padaku?

    00Setelah mendengar ini aku baru menyadari, jika Yessy yang menunjukku, makanya aku aneh kenapa ada orang yang bisa mengenaliku, dan dilihat dari gayanya sepertinya dia ingin mendapatkan hati Yessy atau apapun.

    00Eskpresi Yessy sangat buruk, dia pasti tidak akan meminta ku melayaninya lagi, tapi dia juga tidak bisa mengatakan pada orang lain bahwa aku adalah menantu nya, jadi dia berkata: Sudahlah, kita beberapa orang bermain mahjong, kenapa panggil pelayanan begitu, suruh dia pergi.

    00Aku juga ingin pergi, tetapi Yessy malah dengan 2 wanita yang tampak seperti nyonya kaya berkata: Anak muda ini adalah orang bisu tuli, dia tidak tahu yang kita bicarakan, tidak pernahkah kalian bermain dengan karyawan ini? Jika Kakak Mawar tidak mau, apakah kedua kakak mau membiarkannya disini?

    00Dua nyonya itu menaikkan kepalanya memandangi ku, terakhir juga pastinya hanya untuk kesenangan saja, karena hanya dengan bermain mahjong pasti akan terasa bosan, jadi membiarkan ku tetap tinggal untuk menyenangi mereka.

    00Jadi terakhir aku disuruh untuk tetap disana, Mawar tidak mau aku, dan aku juga tidak begitu akrab dengan 2 nyonya itu, terakhir aku berdiri dibelakang Yessy.

    00Tidak lama, mereka langsung bermain mahjong, aku tidak bisa bermain mahjong dan tidak ada niat untuk belajar. Jadi aku berdiri disana dengan sangat bosan, dan aku mengintip Mawar sesaat, aku menyadari dia sedang tidak fokus karena hatinya pasti sangat tidak enak dan ingin berdiri menamparku.

    00Tetapi Yessy ini malah dengan tidak jelas bermain mahjong sambil bercanda denganku, kadang menang dan mendapatkan uang, lalu menyelipkannya dikantongku, membuatku merasa sangat canggung. Tetapi karena dia selalu melakukan itu, ekspresi Mawar tampak menjadi sangat buruk.

    00Terakhir mereka semakin mengulah, bukan hanya Yessy yang sedang bercanda padaku saja, nyonya yang lain itu juga mulai meraba-raba ku, mereka selalu memanggilku untuk membantuku melihat kartu mereka, tetapi saat aku melihat, mereka selalu meraba badanku, menyeka minyak padaku membuatku merasa sangat canggung, apalagi didepan Mawar, membuatku merasa sangat malu, tertekan, dan sangat tidak berharga.

    00Saat itu aku sangat ingin mencari alasan untuk pergi, tapi jika aku berbuat begitu, maka Bibi Reza pasti akan susah.

    00Setelah mereka bermain 2 putaran, Yessy tiba-tiba meminta istirahat lalu memanggilku untuk bermain kekamar mereka.

    00Aku sudah menebak ini pasti akan terjadi, hatiku pun berdetak kencang.

    00Tetapi Mawar tiba-tiba berdiri dan mengatakan: Yessy, bukankah kamu bilang karyawan ini dipanggil untuk ku, apakah kamu mau merebut orang ku?

    00Setelah mengatakannya, Mawar langsung menarikku dan merangkul pinggangku, lalu berjalan menuju kamar& .. sekujur tubuh ku menjadi sangat kaku& &

    00

    BAB 18 PRIA SEJATI

    00"Dia bukan pacarku, dia adalah calon suamiku."

    00Sepatah kata dari Jessi langsung membuatku tertegun ditempat, kartu di tanganku pun terjatuh ke bawah.

    00Jessi mengangkat alisnya ke arahku, kasir itu tersenyum dan berkata: "Ternyata begitu, selamat untuk kalian berdua, kalian benar-benar cocok, kalian memang ditakdirkan sebagai pasangan."

    00Aku tersenyum canggung, tetapi hatiku merasa senang, aku berpikir kalau bukan karena aku memakai pakaian yang baru dibeli tadi, aku akan terlihat seperti anjing, wajahku tidak tampan, kasir itu pasti tidak akan pernah mengatakan itu, aku ingat dengan sangat jelas ketika aku masuk, para pelayan di toko menatap ku dengan tatapan seperti melihat seorang pengemis, jika bukan karena aku tidak tahu malu, aku mungkin sudah meninggalkan tempat jelek ini sejak lama.

    00Jessi membayar tagihan. Dia benar-benar seperti tunangan ku yang dengan lembut dan penuh perhatian membantuku membawakan barang-barang, ia menatap ku dan berkata: "Iya, menurutku kami juga sangat cocok."

    00Setelah mengatakannya, dia memainkan matanya padaku, menunjukkan senyum licik, dan berkata: "Suamiku, ayo pergi."

    00Panggilan "suami" membuatku gemetaran, memandangi wajahnya yang cantik, aku sedikit gugup.

    00Ketika aku masih tertegun Jessi menarikku keluar dari Golden Eagle. Begitu keluar, dia melepaskan lenganku. Aroma wangi di tubuhnya yang ringan itu, kulit nya yang terasa lembut ketika menyentuh ku, menghilang seketika. Aku merasa seperti bangun dari mimpi, menggaruk kepalaku dan berkata: " Aku benar-benar ingin tinggal di Golden Eagle lebih lama lagi. "

    00Jessi tersenyum, dia menatapku dan berkata: "Kenapa? Demi menjadi 'tunanganku' sedikit lebih lama? Atau untuk mendengar aku memanggilmu 'Suami' lagi?"

    00Aku menyeringai "hehe" dan mengatakan mau semuanya, dia juga tertawa, lalu berkata: "Tetapi apa yang palsu tetaplah palsu. Bahkan jika punya waktu lebih lama, apa gunanya?"

    00Aku tiba-tiba merasa sedih, aku tentu saja tahu bahwa Jessi baru saja berbohong demi menjaga martabat ku, aku lah yang terbutakan oleh kebohongan itu, aku baru memiliki perasaan yang sangat mewah seperti itu.

    00Jessi tiba-tiba serius dan berkata: "Alwi, Sekarang kamu pasti sedang berpikir, bahwa aku bersandiwara demi menjaga martabat mu, bukan?"

    00Aku memandanginya dengan sedikit terkejut, tidak disangka dia bisa menebak pikiran ku.

    00Jessi berkata dengan enteng: "apakah kamu pernah memikirkannya, kapan aku pernah memperdulikan martabat orang lain, apalagi jika tadi aku diam saja, kamu juga tidak akan canggung. Aku mengatakan itu hanya untuk memberi tahu mu, lihatlah, para penjaga toko itu tidak berpikir kamu tidak layak bagi ku, dan tidak berpikir kamu lebih rendah daripada ku. Di mata mereka, kamu yang mengenakan setelan jas dan sepatu kulit, sama hebatnya seperti orang kaya yang mereka impikan yang akan mereka nikahi. "

    00Aku tertegun dan bertanya apa yang sebenarnya ingin dia katakan?

    00Jessi berkata: "Aku hanya ingin memberi tahu Kamu, manusia tidak boleh merasa sombong, tetapi jangan terlalu merendahkan diri. Kamu memang tidak dilahirkan seperti orang lain, tidak seperti mereka yang memiliki titik awal yang tinggi, oleh karena itu kamu sangat bekerja keras, kamu menahan dirimu, bahkan jika mau memiliki sepuluh digit nol di dalam kartumu, kamu juga tidak rela untuk menghabiskannya demi untuk bersenang-senang. Ini adalah hal yang benar, tetapi, selain latar belakang kelahiran, apakah kamu tidak sesuatu yang bisa di bandingkan dengan orang lain? Kamu dapat beradaptasi dengan baik, dewasa, Kamu dapat memanfaatkan setiap kesempatan untuk terus merangkak ke depan, kamu berempati. Ada sekelompok saudara yang bersedia menemani mu, kamu memiliki banyak sumber daya. Kamu akan menjadi raja bawah tanah Nanjing. Apakah Kamu mau terus berendah diri seperti itu, seperti burung unta? "

    00"Aku ..." Aku terkejut dan tidak bisa berkata apa-apa.

    00Jessi tiba-tiba tertawa dan berkata: "Kamu kenapa? Perasaan rendah dirimu telah melekat hingga ke tulangmu. Ini sudah menjadi 'kebiasaan' yang telah terbentuk selama lebih dari 20 tahun, benar tidak? Kamu kira kamu telah terlalu banyak menderita, kamu telah belajar merendahkan diri, itu bukan karena  kamu pengecut, tidak memiliki kemampuan, itu adalah caramu untuk melindungi dirimu sendiri, benar tidak? "

    00Aku tercengang dan menatapnya, selama ini, aku berpikir bahwa tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat memahami siapa aku yang sebenarnya. Sekalipun saudara laki-laki ku Toba yang dekat dengan ku, mungkin dia juga tidak mengerti mengapa sikap rendah diriku ini melekat ke tulangku dengan begitu kuat, dan sangat sulit untuk diubah, tetapi pada saat ini, aku menyadari bahwa ada seseorang di dunia ini yang benar-benar memahami ku, orang ini, dia adalah dewi dalam hati ku, orang yang aku pikir hidupnya sangat berbeda dengan ku.

    00Saat ini, hatiku terasa sangat manis, tetapi juga sangat pahit. Aku selalu menantikan seseorang yang dapat memahami dan mentolerir diriku sepenuhnya, tetapi mengapa harus dia? seseorang yang tidak mungkin dapat aku capai dan dapatkan dalam hidup ku?

    00Jessi berdiri di hadapanku, pandangan matanya dingin dan tegas, Pada saat ini, dia seperti ratu tertinggi yang berdiri di depan semua orang, dan aku  melupakan kedekatan serta senyumannya yang manja seketika. Dia berkata: "Alwi, Aku mengerti kamu, tetapi itu tidak berarti bahwa aku setuju dengan apa yang kamu perbuat. Kamu ingat kata-kata ku, orang boleh randah diri, tetapi ketika harus meluruskan pinggang, kamu juga harus belajar melihat kedepan, lihatlah orang-orang yang ingin meghentikan mu, lihatlah sekelompok orang yang akan menjadi batu sandungan mu, kamu harus menggunakan kepercayaan diri mu, bahkan dengan kekejamanmu untuk memberi tahu mereka, mereka tidak memiliki alasan untuk bersombong di depan mu, di depan mereka, kamu menjadi raja, mereka hanya harus sujud padamu. "

    00Pada saat ini, Jessi seperti orator kelas atas, ia dapat menulari orang. Setiap kata yang ia lontarkan langsung masuk ke hatiku, melebur ke dalam jiwaku, membuatku gemetaran, dan membuatku merasa terjatuh.

    00Aku mengepalkan tanganku erat-erat, seluruh badanku gemetaran, tetapi ini bukan karena rasa takut, tetapi bukan juga karena kegembiraan, tetapi karena darah terasa mendidih.

    00Jessi melanjutkan perkataannya: "Konferensi malam ini, jika hanya dengan momentum ku sendiri itu tidak akan berguna, karena kamu adalah orang yang akan mengambil alih kekuasaan Paman Lei, dan Kamu adalah orang yang menaklukkan mereka semua. Aku berharap kamu bisa mengerti, jika kamu masih membungkuk dan merendahkan diri, kamu hanya akan diludahi, diremehkan oleh mereka, hanya dengan meluruskan pinggangmu, hanya dengan kekuatan hatimu, kamu baru benar-benar bisa menjadi raja di kota Nanjing, Apa kamu mengerti? "

    00Aku tiba-tiba mengerti, ternyata dia takut malam ini ketika aku bertemu dengan orang-orang besar itu aku akan berkata: "Aku mengerti!"

    00Jessi tiba-tiba berteriak seperti pelatih yang ketat: "Sedikit lebih keras, apakah kamu mengerti?"

    00Aku berteriak dengan penuh semangat: "Aku mengerti!"

    00Saat aku mengatakan itu, pinggang ku yang biasanya membungkuk tiba-tiba lurus.

    00Terdengar suara kekekan di sekitar, semua orang yang lewat menatapku seperti melihat orang bodoh, mereka menunjuk-nunjukku, tetapi aku tidak merasa malu, itu karena ada wanita yang begitu hebat disisiku, dia bersedia menemaniku malu bersama di jalan yang ramai ini, saat ini, aku hanya merasa senang dan beruntung.

    00Senang karena bertemu dengannya. Beruntung karena aku tidak hanya bisa bertemu dengan nya, tetapi ia juga selalu membantuku untuk terus melangkah maju kedepan.

    00Jessi tiba-tiba tertawa dengan sangat ceria, ketika dia tersenyum dengan lembut, ia seperti seikat bunga mawar yang ditempatkan di dalam vas, sekarang dia tertawa dengan begitu ceria, ia seperti menjadi seorang gadis iblis biru yang menggoda, membuat orang tergerak, ia bercahaya, membuat orang tergila-gila padanya.

    00Jessi menyalakan mobil dan berkata: "Ayo, pergi makan, makan dan minum dengan puas, malam ini kita akan pergi bertarung."

    00Setelah mendengar perkataan ini, aku sangat bersemangat seketika, aku naik kemobil, dan pergi ke restoran biasa untuk makan bersamanya. Aku mengikutinya pergi ke Hotel nanjing. Saat ini, aku sudah meminjam Leo dari Dony Yun, ia membawa 20 bawahan, ditambah lagi dengan kak Toba, ia membawa 20 bawahan juga, kami semua pergi bersama menuju ke Hotel Nanjing.

    00Ketika jarak ke hotel nanjing semakin dekat, suasana hati ku menjadi semakin tegang. Ketika keluar dari mobil, punggung ku sudah berkeringat, telapak tangan ku juga. Jessi turun dari mobil terlebih dahulu, dia berdiri di depan mobil dan menatapku, meskipun pandangan matanya terlihat tenang, tetapi itu memberikanku kekuatan.

    00Aku menggertakkan gigiku, keluar dari mobil, dan kemudian aku mendengarnya berkata: "Jangan takut, ada aku."

    00Aku bergetar, aku teringat keadaanku yang sangat putus asa dan ditinggalkan oleh semua orang waktu itu, dia berdiri di samping ku dan mengatakan hal yang sama.

    00Pada saat ini, tiba-tiba aku berpikir dengan rakus, jika dia bisa bersamaku sepanjang hidupku betapa baiknya kah itu.

    00Mengikuti Jessi masuk ke Hotel nanjing, kami pergi ke ruang pertemuan di lantai 3. Leo dan kak Toba berada disisi kiri dan kanan belakangku, dan yang lainya sedang menunggu di luar untuk menerima perintah.

    00Pintu ruang pertemuan terbuka dengan lebar, terlihat belasan orang duduk disana.

    00Ketika orang-orang ini melihat Jessi, mereka segera berdiri dan berkata dengan serempak: "Nona besar."

    00Jessi berkata dengan datar: "Duduklah."

    00Telapak tangan ku yang baru saja kering, langsung berkeringat lagi, jantung ku berdebar kencang. Jika bukan karena Jessi yang berdiri disisiku, aku takut bahkan keberanian untuk melewati orang-orang ini pun tidak ada.

    00Jessi membawaku ke depan sekelompok orang itu, matanya menyapu wajah semua orang, pandangan matanya yang acuh tak acuh, membuat orang merasa itu seperti pisau tajam yang menembak ke tubuh mereka, membuat orang merasa ketakutan.

    00Seluruh ruangan sangat sunyi. Banyak orang yang menatap mata Jessi langsung menundukan kepala mereka, dia malah berkata dengan lembut: "Teman-teman, mengapa aku memanggil kalian semua untuk datang, kalian seharusnya sudah tahu, aku tidak akan bertele-tele lagi, Paman Lei telah mengkhianati Keluarga Song, dan ia juga telah mengkhianati tanah air nya sendiri. Sekarang ia berada di penjara, takutnya ia tidak ada kesempatan lagi untuk keluar, dan 'tidak boleh tidak ada penerus'. kekuatan keluarga Song, membutuhkan seseorang untuk mengontrolnya, dan Alwi adalah pemimpin yang aku pilih. "

    00Semua orang langsung menatap ku, semuanya memandang ku dengan tatapan merendahkan, ketidakpuasan tertulis diwajah setiap orang. Pada saat ini, seorang lelaki tua berkata: "Nona, kamu ingin menunjuk bocah ingusan ini untuk menjadi bos kami, kami tidak punya pendapat lain, tetapi kamu harus membiarkan kami melihat kekuatannya dan meyakinkan bawahan lainnya bukan? Mengapa kami harus meletakkan masa depan kami di tangannya? Menurutku, nona pasti juga tidak ingin kerja keras kita selama ini, dihancurkan begitu saja oleh bocah yang tidak tahu apa-apa ini. "

    00Jantungku berdegup kencang, aku berpikir ini sudah saatnya, sekelompok orang ini sangat pintar, jika mereka langsung menyatakan ketidakpuasan mereka, Jessi bisa menggunakan kekuatannya untuk menekan mereka dan menghukum mereka dengan tuduhan "ketidaktaatan", tetapi sekarang mereka mengatakan mereka bersedia menerimaku, tetapi aku harus meyakinkan mereka terlebih dahulu, mereka tahu cara mencari alasan, mereka membuatku merasa, jika aku tidak menunjukkan kemampuanku, keputusan Jessi ini terlalu mengabaikan kepentingan keluarga Song, mengabaikan kerja keras mereka.

    00Memikirkan hal ini, aku terus berpikir, apa yang harus aku lakukan?

    BAB 19 RAHASIA FELICIA

    00Setelah membaca kata-kata Mawar, aku langsung sadar, aku berpikir ia seharusnya sudah menyadari sesuatu hal, Claura mungkin telah membohonginya lagi, jadi dia bertanya padaku untuk mengetahui hal yang sebenarnya.

    00Pada saat itu, aku benar-benar ingin memberitahu segalanya kepada Mawar, aku ingin mengatakan bahwa Claura telah membohonginya. Aku bukanlah menantunya yang sebenarnya. Aku hanyalah sebuah umpan, ken, aku yang sebenarnya adalah seorang lelaki jantan, aku tidak mandul  melahirkan anak tidak akan jadi masalah sama sekali.

    00Tetapi aku tidak berani, bagaimanapun, mereka adalah hubungan ibu dan anak, dan aku hanyalah orang luar. Pada akhirnya, jika terjadi suatu masalah nanti, aku juga yang akan sial.

    00Jadi aku membelakangi nuraniku dan menggelengkan kepalaku, tetapi daya pengawasan Mawar sangat kuat. Dia tampaknya menyadari apa yang aku pikirkan, lalu ia betanya lagi: Alwi, kamu jangan takut, ceritakan semuanya padaku, aku tidak akan merugikanmu.

    00Kata-kata Mawar membuat ku agak sedikit meragu, aku berpikir apakah aku hari ini lebih jantan dan membuatnya kagum padaku? Apakah dia benar-benar akan percaya pada perkataan ku?

    00Melihat aku ragu-ragu, Mawar berkata lagi: Kamu tenang saja, kamu beri tahu aku situasi mu dan Claura yang sebenarnya, aku akan berada dipihakmu, aku tidak akan melakukan hal yang tidak baik padamu.

    00Sudah sampai disini, aku juga merasa sedih, aku berpikir masalah ini sudah begini, jika aku terus menyembunyikannya dari Mawar, itu juga tidak ada artinya lagi. tidak peduli apakah dia akan membantu ku atau tidak, aku harus mengatakan yang sebenarnya kepadanya.

    00Lalu aku mengeluarkan ponsel ku dan memberi tahu Mawar tentang hubunganku dan Claura, aku bilang aku dibayar olehnya. Kami tidak punya perasaan. Kami tidak pernah berhubungan seks, tubuhku sangat sehat. Lembar tes sindrom itu dipalsukan oleh Claura, ia berbohong padanya.

    00Aku mengatakan bahwa keluarga ku miskin dan aku butuh uang, tetapi aku benar-benar tidak pernah bekerja sebagai humas. Semuanya terjadi secara kebetulan, sampai ditahap ini, aku bersumpah padanya tidak akan melakukannya lagi, dan memintanya untuk memaafkan ku.

    00Karena Yessy adalah pemain utama hari ini, maka Mawar pasti akan memercayaiku.

    00Meskipun Mawar kadang-kadang sejahat dan sedingin Claura, tetapi ia sangat jelas lebih empati dan lebih memiliki rasa berbelas kasih daripada Claura.  Mawar menghela nafas dan ia mengetik kata, ia memercayaiku. Dia berkata dia akan berbicara dengan Claura, dan menyuruhku untuk menjadi menantu yang baik.

    00Mawar juga mengatakan padaku jika aku benar-benar membutuhkan uang, aku boleh mengatakannya padanya, saat itu aku benar-benar ingin berkata padanya, tetapi aku menahannya lagi, jika bukan karena benar-benar terpaksa, aku tidak akan meminjam uang padanya, karena aku merasa itu sangat memalukan.

    00Kemudian Mawar menyalakan mobilnya, suasana dalam mobil menjadi sunyi senyap, Suasananya sangat canggung, bagaimanapun, kami memiliki hubungan yang khusus.

    00Setelah mengemudi agak lama, Mawar menyuruhku turun dari mobil dan naik taksi pulang sendiri.

    00Setelah keluar dari mobil, aku berjalan di jalan yang sepi, aku sangat takut. Aku merasa seperti berada dalam situasi yang sangat berbahaya, itu karena Luis yang dioperasi, karena bang Badui yang demi bibi Reza dan ia melepaskanku, karena Yessy yang aku tampar, dan tentu saja masih ada Claura yang kapan saja akan tahu bahwa aku sudah mengkhianatinya, mereka semua bisa mempermainkanku sampai mati, situasiku sangat berbahaya, sangat menyedihkan.

    00Aku menggelengkan kepala dengan tidak berdaya, dan hati ku merasa sangat sedih. Aku merasa sangat tidak kompeten, hidup dengan sangat berhati-hati, itu lebih melelahkan daripada seekor anjing, tetapi aku masih membiarkan orang lain untuk mempermainkanku begitu saja.

    00Tiba-tiba, wanita misterius yang mengenakan topi itu muncul di benakku.

    00Betapa aku berharap dia muncul lagi di hadapanku dan membantuku menunjukkan jalan keluar.

    00Tetapi dia tidak akan muncul lagi, memikirkan tentang apa yang dia katakan kepada ku, aku memutuskan untuk mendengarkannya, Jack dan Felicia, aku harus menghubungi mereka sesegera mungkin, mungkin mereka benar-benar dapat membantu ku.

    00Aku berjalan sambil berpikir, tiba-tiba seekor anjing liar keluar dari gang, itu membuatku terkejut. Aku benar-benar takut ada seseorang yang keluar dan memukulku, lalu aku memberhentikan sebuah taksi, aku tidak pulang kerumah, aku langsung pergi ke apartemen Felicia.  Karena bang Badui pernah berpesan padaku, harus membiarkan Felicia terus bernyanyi, kalau tidak aku tidak akan bisa menanggung akibatnya.

    00Setelah aku sampai di lantai bawah apartemen Felicia, aku menyerah.

    00Sudah larut malam begini, apakah dia sudah tidur? akankah dia menemuiku?

    00Aku duduk sendirian di lorong tangga, aku ragu-ragu, apakah aku harus naik dan mengetuk pintunya? Bagaimanapun, aku tidak begitu mengenal nya, meskipun dia terlihat menjengkelkan, tetapi siapa yang tahu akan sifatnya yang sebenarnya. Jika aku membuatnya marah, dan ia mengatakan hal buruk tentangku kepada Claura, maka aku akan gawat.

    00Ketika aku sedang ragu-ragu, tiba-tiba aku mendengar suara dua orang yang sedang mengobrol, dan berjalan turun dari lantai atas.

    00Itu adalah suara Felicia dan seorang pria! Aku terkejut dan bersembunyi di bawah tangga, pada saat yang sama aku merasa penasaran, bagaimana mungkin Felicia bisa bersama dengan seorang pria?

    00Aku mengangkat telingaku dan aku mendengar suara Felicia: "Frans, aku mengantarmu sampai di sini saja, pergilah sana."

    00Suara Felicia tidak terdengar manja, kupikir mungkin itu teman biasanya atau mungkin saudara nya.

    00Aku tidak menyangka pria bernama Frans itu berkata "Felicia, malam ini aku ingin tinggal disini bersamamu, kita sudah tidak bersama untuk waktu yang lama."

    00Ketika aku mendengar itu, aku terbengong, apa yang terjadi sebenarnya, bukankah Felicia menyukai wanita? Mengapa dia bisa bersama pria yang bernama Frans ini?

    00Pada saat ini mereka sudah sampai dibawah, sangat dekat dengan ku, lalu aku mengintip mereka dari tempat yang gelap.

    00Itu memang Felicia, Saat ini, dia mengenakan gaun krem. Gaunnya agak transparan, itu membuatnya tampak polos dan menawan.

    00Dan Frans, ia adalah seorang pria yang terlihat sangat tinggi dan tegak. Sekali dilihat, ia adalah tipe pria tampan dan kaya yang sangat di sukai para wanita. Pada saat ini, dia menatap Felicia dengan penuh kasih sayang.

    00Felicia melirik Frans, dan kemudian berkata "Tidak mau, kamu pergi sana. Kelak, kita hanya akan memiliki hubungan kerja sama, bukan lagi pasangan."

    00Setelah mendengarkan perkataannya, aku berpikir mungkin mereka sebelumnya adalah pasangan. Kemudian, konsep cinta Felicia berubah, dan dia tidak lagi menyukai pria. Mungkin Frans tidak bisa melupakan Felicia, lalu ia datang mencarinya.

    00Ketika aku sedang memikirkan hal itu, Frans tiba-tiba meletakkan tangannya di bahu Felicia, ia merendahkan suaranya dan berkata "Felicia, apakah kamu menyalahkanku? Aku tahu memberikanmu tugas ini, kamu akan merasa sedih, tetapi aku juga tidak ada pilihan lain, Claura menyukaimu, kamu memiliki kesempatan yang bagus untuk mendekatinya. Aku terpaksa melakukannya, kamu harus mengerti, sebenarnya aku selalu mencintaimu. "

    00Ketika aku mendengar perkataannya itu, aku terkejut, dalam hubungan Felicia dan Claura, tampaknya masih ada rahasia lain?

    00Felicia mendorong tangan Frans dan berkata "Jauhkan tanganmu, Frans, aku beritahu kamu sekali lagi. Hubungan kita kelak hanyalah hubungan kerja sama, kamu jangan menggangguku lagi. Aku akan terus membantumu memantau Claura, aku akan memberi tahumu tentang apa yang terjadi padanya sesegera mungkin. Mengenai hal lainnya, kita tidak perlu membahasnya lagi, itu saja. "

    00Ketika aku mendengarkan Felicia mengatakan itu, jantungku berdegup kencang. Itu benar-benar tak terduga. Ternyata Felicia tidak benar-benar menyukai Claura. Dia hanya mata-mata yang ditempatkan oleh Frans di samping Claura?

    00Ini membuat aku penasaran, apa identitas Claura sebenarnya? Mengapa harus menempatkan mata-mata di sekitarnya untuk mengawasinya?

    00Ketika aku masih merasa penasaran, Frans terus berkata dengan penuh kasih sayang pada Felicia "Felicia, beri aku kesempatan satu kali lagi. Aku benar-benar mencintaimu. Kita bisa terus menjadi kekasih. Ketika urusan Claura diselesaikan, aku akan menikahi mu. "

    00Felicia mendorong Frans, dan pada saat yang sama ia berkata: "Frans, ketika kamu mendorong ku ke Claura, kita sudah selesai, ini semua adalah hadiah darimu, aku benar-benar tidak menyukai pria sekarang, aku merasa laki-laki menjijikkan dan munafik. Baiklah, aku akan naik ke atas, kamu pulang sana, kelak jangan datang untuk mencariku lagi. Kecuali urusan Claura, untuk urusan lainnya kamu jangan hubungi aku lagi. "

    00Setelah mengatakannya, Felicia bangkit dan bersiap naik ke atas.

    00Tetapi pada saat itu, Frans tiba-tiba memeluk Felicia dari belakang.

    00Dia menutup mulut Felicia, dan pada saat yang sama ia mendorong Felicia ke dinding di samping tangga, ia berkata dengan penuh cinta namun juga penuh dengan amarah: "Felicia, kamu jangan paksa aku. Aku benar-benar mencintaimu, kita sudah bersama dalam waktu yang lama, aku belum pernah menyentuh mu, pada akhirnya Claura lah yang menyentuhnya. Apakah kamu pikir aku tidak membencinya? Sekarang semuanya sudah sampai pada titik ini, jika kamu terus memperlakukan ku seperti ini, aku akan menjadi gila. Felicia, kita tidur bersama malam ini, dan aku akan membiarkan mu merasakan melakukan hal itu dengan pria, rasanya pasti berbeda dengan kamu melakukannya dengan Claura. "

    00Setelah mengatakannya, Frans mendorong Felicia ke dinding, dan menundukkan kepalanya lalu mencium leher Felicia.

    00Felicia mengeluarkan suara**, ia mengulurkan tangannya dan ingin melawannya, tetapi dia bukan lawannya Frans.

    00Melihat Frans hampir berhasil. Aku juga sangat mencemaskannya, meskipun aku tidak menyukai Felicia, dan bahkan membencinya karena dia berselingkuh dengan Claura, tetapi bagaimanapun dia adalah seorang wanita, dan dia adalah wanita yang sangat menarik, aku tidak ingin  melihatnya ternodai oleh pria lain.

    00Terlebih lagi, aku tidak sengaja mengetahui bahwa dalam hubungan Felicia dan Claura masih ada rahasia lain. Aku sangat ingin tahu mengapa dia mengawasi Claura, jadi aku harus mendekatinya dan mencari tahu akan itu.

    00Aku mengambil sapu pel yang digunakan untuk membersihkan tangga, dan bergegas menuju ke arah Frans.

    BAB 20 AKU TIDAK CACAT

    00Sambil memegang sapu pel, aku bergegas maju ke arah Frans, tanpa sedikitpun keragu-raguan, aku membantingkan sapu pel itu ke punggungnya.

    00Terdengar suara yang keras, aku memukulnya dengan kuat.

    00Pada saat ini, aku sedikit panik. Setelah Bang Badui dan Luis, aku menyerang orang lain lagi. Akankah kali ini musuhku bertambah lagi? Apakah aku akan melukainya?

    00Saat aku sedang meragu, Frans menoleh dan menatapku dengan tajam. Wajahnya dipenuhi dengan amarah dan aura pembunuhan.

    00...


    00Mawar menggunakan tangannya merangkul pinggangku, walaupun aku tahu jelas dia hanya tidak ingin aku diolesi minyak oleh orang lain, tetapi aku masih merasakan sebuah rasa yang aneh, sangat canggung dan seru.

    00Aku mengeratkan badanku, lalu mengikuti Mawar masuk ke sebuah kamar dalam villa ini, kemudia Mawar mengunci kamarnya dari dalam.

    00Aku sekali lagi sekamar berdua dengan Mawar, aku tetap seperti kemarin sangat panik dan penasaran.

    00Aku menundukkan kepala tidak berani melihatnya, jadi aku hanya berdiri tanpa bergerak.

    00Mawar dengan cepat melepaskan tangannya, lalu menaikkan tangannya dan menampak wajahku.

    00Mawar menampar sambil berkata: Dasar berengsek yang tidak tahu malu, masih saja bekerja ini!

    00Mawar menggunakan sekuat tenaganya hingga wajahku merasakan sakit yang dahsyat.

    00Aku menutup muka ku dan ingin menjelaskan padanya, bahwa aku sebenarnya tidak ingin melakukan ini, aku melakukannya karena terpaksa. Tetapi aku tidak sanggup mengatakannya, karena Mawar tidak akan percaya pada apa yang kukatakan dan kenyataannya jelas terpampang didepan mata.

    00Setelah siap mengomeli, Mawar menggunakan ponselnya mengetik: Tidak disangka, walaupun kamu tampak sangat baik, ternyata dima-diam melakukan yang begitu tidak tahu malu, sudah berapa kali tetap tidak bisa berubah, apakah kamu tidak merasa jijik dengan sampah?

    00Aku dalam hati berkata, jangankan aku karyawan yang palsu ini, jika aku karyawan asli, tetap saja tamu yang dilayani adalah nona orang kaya, jadi jika aku kotor, bukannya kalian sendiri juga kotor?

    00Tetapi aku tidak berani mengatakannya, aku hanya menggelengkan kepala dengan sibuk dan mengeluarkan sebuah ekspresi tidak berdaya.

    00Dia menatap ku kembali karena sangat marah, lalu mengetik: Masalah mu nanti diselesaikan oleh Claura, aku tidak ingin menghilangkan tenaga ku untuk berbicara pada orang seperti kamu. Nanti keluar carilah sebuah alasan untuk pergi, jangan melayani mereka lagi, dasar jijik.

    00Yang bisa kulakukan hanyalah menganggukkan kepala, saat itu aku merasa aku adalah seekor anjing yang ditegur oleh pemilik, anjing yang rendah dan tidak memiliki harga. Aku juga tidak membandingkan diriku dengan anjing, karena anjing bisa menggigit orang jika sudah panik, tetapi aku hanya bisa menahannya dengan diam-diam

    00Tidak lama suasana dikamar menjadi sangat hening, sekitar ada 10 menitan, Mawar membuka pintu dan keluar, aku pun mengikutinya sambil memikir harus bagaimana untuk pergi dari sini.

    00Kita barusan keluar dari kamar, Yessy dan temannya berjalan kemari dengan tatapan yang aneh melihat kita sambil senyum licik.

    00Tidak tahu kenapa, ekspresi Yessy membuat hatiku ketakutan, aku merasakan ada sesuatu tidak baik yang akan terjadi.

    00Dan ternyata benar, Yessy langsung bertanya pada Mawar: Kak mawar, gimana? Kemampuan abang ini masik baik kan?

    00Ekspresi Mawar tiba-tiba menjadi canggung, tetapi dia sangat cepat menahan emosinya, lalu degan senyuman berkata pada beberapa nyonya: Jika baik, apakah aku bisa keluar secepat ini? Dia hanyalah bocah yang tidak tahu apa-apa, sungguh tidak menarik, semua kedepannya jangan hubungi dia lagi, buruk sekali.

    00Setelah mengatakannya, Mawar langsung melototiku agar aku mengerti dan menyuruhku pergi.

    00Jadi aku langsung memberi mereka senyuman dan berencana pergi.

    00Tetapi aku baru berjalan beberapa langkah, Yessy langsung berkata: Tidak boleh pergi!

    00Aku terkejut dan hampir menghentikan langkah kakiku, untungnya aku bereaksi cepat, aku pura-pura tidak mendengar dan lanjut berjalan.

    00Yessy lari kecil ke tempatku dan menahan bahuku, aku bisa merasakan dadanya yang menyentuh bahuku.

    00Aku menatapnya dengan bingung, Mawar disamping berkata: Yessy, apa maksudmu ini, aku yang menyuruhnya pergi karena pelayanannya tidak bagus, dan aku tidak ingin melihatnya lagi.

    00Yessy menaikkan kepalanya menatap Mawar sambil mengeluarkan sebuah senyuman yang puas, aku melihat sebuah rasa sengaja dari senyumannya dan membuatku aneh.

    00Yessy menaikkan alisnya dan berkata pada Mawar: Iyakah? Apakah Kak Mawar benar karena tidak puas baru membiarkannya pergi? Melainkan bukan karena takut kita mengolesi minyak dan membiarkan kita mendapatkannya?

    00Mawar sedikit tidak senang, dia lanjut menjawab: Apa maksud mu Yessy? Apakah aku bisa demi anak muda yang rendah ini membiarkan kalian tidak senang?

    00Yessy tertawa berkata: Aku rasa kamu bisa.

    00Perkataannya membuatku terkejut, aku merasa ada yang tidak beres, Yessy sepertinya beneran ingin mencari masalah.

    00Mawar menjadi sangat marah lalu dengan tidak senang berkata: Yessy, apa yang sebenarnya ingin kamu katakan? Jika kamu mau bermain dengan anak muda ini, yasudah main lah sana.

    00Yessy meletakkan tangannya dibokongku lalu mencubit dengan sekuat tenaga hingga membuatku kesakitan, disaat ini juga dia berkata: Sudahlah, aku takut kak Mawar menelanku. Jika kak Mawar ingin membiarkannya pergi, yasudah pergi saja, lagian kalian bisa melanjutkannya setelah pulang.

    00Mawar marah hingga dadanya bergetar, dia melototi Yessy berkata: Kamu sembarangan bicara apa?

    00Yessy mengecilkan matanya, dan tampak seperti wanita yang sangat jahat, dia tertawa sambil berkata pada Mawar: Kak Mawar, kamu jangan rahasiakan lagi, kita semua sudah tahu jika kamu memiliki seorang menantu yang bisu tuli, dan bukankah dia orangnya?

    00Perkataan dia membuat semua suasana menjadi buruk, membuatku menjadi terkejut, untungnya mereka tidak fokus pada diriku, jika tidak akan ketahuan tenntang indra pendengaranku

    00Tidak disangka Yessy tahu jika aku menantunya Mawar! Aku seketika mencium sebuah aroma yang menyimpan siasat buruk, sepertinya mereka menunjuk ku keluar memiliki tujuan lain! Yessy dan teman-temannya sepertinya ingin mempermalukan Mawar, tetapi bukankah mereka adalah teman baik?

    00Ekspresi Mawar menjadi merah, seluruh badannya bergetar.

    00 Bagaimana kamu bisa tahu? Apa yang ingin kamu lakukan?  Mawar bertanya sambil mengontrol dirinya.

    00Tatapan Yessy dan 2 nyonya yang lain berubah, kemudia mereka berdua berjalan kearah Mawar lalu berkata: Kak Mawar, anda sangat lihai juga, menunjuk menantu untuk melayanimu, lalu mengatakan jika pelayanannya tidak baik. Jika kabar ini beredar keluar, anda pasti sangat terkenal!

    00Setelah mendengarnya, aku baru menyadari tampaknya mereka sedang mengancam Mawar?

    00Mawar adalah seorang wanita yang pintar, dia dengan cepat meragukan Yessy: Apakah ini ulah kamu? Membawa ku ke tempat karaoke dan menunjuk karyawan, lalu bermain mahjong, apakah semua ini rencana kamu? Kamu dari awal sudah tahu jika Alwi adalah menantuku?

    00Melihatnya berkaya begitu, aku langsung menyadari ternyata mereka ingin melakukan pemerasan kepada Mawar. Walaupun memang Mawar dan aku tidak melakukan apapun, tetapi dilihat Mawar memang menunjukku lalu meminta ku melayaninya, dan mengatakan pelayanan ku tidak baik. Semua ini pasti adak direkam oleh Yessy, jika Mawar tidak menggunakan uang untuk menyelesaikan, tampaknya Yessy akan mengatakan keluar dan mempermalukan Mawar.

    00Detik ini aku baru menyadari betapa hitamnya dunia ini, betapa jahatnya hati orang, tidak peduli kaya atau miskin dan ditingkat apa, semua orang saling membohongi, jadi jika tidak waspada, jika tidak tahu cara melindungi, pasti kita ditakdirkan untuk dibully orang lain.

    00Mawar marah hingga ekspresinya sangat buruk, dia menaikkan tangannya dan menampar Yessy.

    00Tampak jelas kedua nyonya itu sekumpulan dengan Yessy, mereka menopang tangan Yessy, Yessy lalu menampar Mawar dengan ringan dan berkata: Kak Mawar, jangan mempersulit kita, aku hanya ingin sebuah uang untuk membeli mobil, kakak tidak mungkin tidak memberikannya kan?

    00Walaupun Mawar merendahkanku, tetapi dia adalah ibu dari istriku, kini aku juga merasakan emosi melihatnya dicelakai oleh orang lain.

    00Dan aku juga jelas tahu, kedepannya setelah masalah ini, Mawar pasti akan sangat membenci ku, dan aku pasti tidak bisa hidup tenang lagi, aku harus mencari sebuah rasa kepercayaan untuk diriku dan mendapatkan harapan.

    00Jadi akupun tidak tahan lagi, lalu dengan tekad bulat menyerah kearah Yessy.

    00Saat aku menyerang kearah mereka, Yessy dan 3 nyonya lain tidak takut sama sekali, Yessy masih seperti menertawakan berkata: Yah, yah, eh Kak Mawar, menantu simpananmu datang melindungi anda.

    00Perkataanya baru habis, aku sudah datang, aku langsung menamparnya dengan kuat diwajahnya yang tampak tidak bisa dipercaya.

    00Terdengar sebuah suara piak yang nyaring, tamparan ini mengarah ke arah wajahnya Yessy dan membuatnya terdiam.

    00Bukan hanya Yessy yang terkejut, kedua nyonya lain dan juga Mawarpun terkejut.

    00Jujur saja, aku juga terkejut karena diriku, ini pertama kalinya aku memukul wanita jadi tanganku semua bergetaran.

    00Aku juga tidak memedulikan yang lain lagi, aku langsung berlari menarik Mawar, dan karena Mawar belum begitu sadar, jadi dia dengan cepat ditarik olehku keluar.

    00Setelah meninggalkan villa, Mawar langsung melepaskan tanganku, saat ini Yessy dan temannya juga datang mengejar, sambil menjerit mau mematikan ku.

    00Tetapi Mawar langsung menoleh dan berkata: Sudahlah, aku juga tidak ingin ribut lagi, bukankah kalian mau uang, aku akan transfer untuk kalian.

    00Setelah mengatakannya, Mawar menatapku untuk menyuruhku pergi dengannya.

    00Jadi akupun berjalan dibelakangnya Mawar, aku menundukkan kepala tidak berani melihatnya, hatiku sangat ketakutan karena tidak tahu apa yang akan terjadi pada diriku selanjutnya, apakah aku akan diusir? Atau dia akan melepaskanku karena aku menyelamatkannya?

    00Mobil yang dibawa Mawar adalah mobil Audi q5, aku naik kemobil dan duduk disampingnya.

    00Setelah naik, Mawar tidak mengendarai, dia malah mengetikkan dengan ponselnya: Alwi, sebenarnya kamu tidak masalah dibagian itukan? Kamu bisa memiliki keturunan karena kamu adalah pria sejati kan?

    #Novel#Novel Topeng Menantu Bisu Tuli
    MIKAEL MILANG Wednesday, May 6, 2020 Last Updated 2020-05-05T19:23:04Z
    loading...
    Komentar

    Tampilkan