-->
  • Menu

    Copyright © Milda's Family Blog
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Bacaan Novel Topeng Menantu Bisu Tuli (BAB 07)

    Ilustrasi

    Judul: Pekerjaan


    Siapa yang bilang tidak ada orang, lepaskan dia!

    Sudah menikahi Claura selama 2 bulan, ini adalah pertama kalinya aku berbicara, ditambah lagi  dengan amarahku, seluruh suaraku berubah menjadi rendah dan serak, suaraku terdengar lumayan istimewa juga.

    Dan alasan mengapa aku begitu agresif ketika masuk, bukan karena aku memakai topeng dan menjadi berani. Aku hanyalah memakai trik bela diri, dan aku harus melakukannya, karena seketika aku masuk dengan trik ini maka aku akan membuatnya terbodoh sejenak, dengan begini aku baru mempunyai kesempatan, sebenarnya saat itu seluruh badanku gemetaran.

    Benar, Bang Badui langsung terbodoh sejenak, dia menoleh kepala, melihat ke arahku, dia lupa untuk berbicara, dan hanya saja mulutnya sedikit terbuka.

    Dan aku mengambil kesempatan ini, langsung mengambil botol anggur merah diatas meja, tanpa ragu-ragu, menghantamnya dibagian belakang kepala Bang badui.

    Dengan suara  Piang , botol anggur itu dihancurkan olehku, dan Bang badui berteriak kesakitan, kemudian jatuh di lantai, lalu memegangi kepalanya dengan erat, dan darah segar itu mengalir keluar.

    Melihat keadaan ini, aku benar-benar terbengong, darah segar menusuk dimataku, membuatku merasa ketakutan, Bang badui tidak akan mati dipukul olehku, kan? 

    Aku juga tidak bisa mengurus sebanyak itu lagi, dan dengan segera pergi memeluk Claura dan menggendongnya di punggungku, lalu bergegas turun ke bawah.

    Dengan segera aku turun, untungnya kejadian di lantai atas tidak menarik perhatian semua orang, jadi aku berlari keluar ke bar dengan cepat.

    Setelah keluar dari bar, aku tetap berlari di sepanjang jalan, juga tidak tahu apa yang yang dipikiranku saat itu, hanya tahu untuk lari lari dan lari.

    Setelah aku berlari beberapa mil jalan dan seluruh tubuhku dibasahi oleh keringat, secara bertahap tubuhku semakin tidak bertenaga, lalu merasa kaki menjadi lemas, dan hampir tidak bisa berdiri lagi.

    Pada saat ini, Claura yang berada di belakang punggungku memutar badannya , lalu bertanya kepadaku:  Kamu yang menyelamatkan aku, siapa kamu? 

    Aku secara naluriah langsung menutup mulut, tetapi setelah dipikir-pikir, dia juga tidak tahu siapa aku, jika aku diam malah akan semakin membangkitkan rasa curiganya, karena sebelumnya aku sudah bicara.

    Jadi aku berkata langsung dengan suara rendah,  Tidak penting aku siapa, yang penting kamu baik-baik saja. 

    Mendengar perkataanku, Claura jelas terkejut. Aku mendengar suara menelan ludahnya, seharusnya ingin berkata sesuatu, tetapi tidak tahu harus mulai dari mana.

    Tepat pada saat itu berjalan sampai ke sebuah taman, dan aku juga sudah kelelahan, jadi aku mencari bangku untuk menurunkannya.

    Aku melihat bahwa Claura sudah hampir pulih, jadi aku dengan segera berbalik badan dan pergi.

    Hanya berjalan dua langkah, Claura tiba-tiba berteriak menghentikanku, lalu berkata:  Tunggu sebentar, aku tidak pernah berhutang budi kepada orang lain, kamu sudah menyelamatkanku, bagaimana kamu ingin aku membalas budimu ? 

    Saat itu aku benar-benar ingin melepas topengku dan membuatnya benar-benar menjadi istriku. Tetapi aku tahu itu tidak mungkin, jika aku melepas topeng, maka aku tidak akan menjadi misterius lagi, dan yang menantiku adalah omelan dan pukulan.

    Aku tidak berbicara, dan terus berjalan pergi. Tetapi semua ini dimatanya, mungkin hanya merasa aku sangat dingin.

    Aku berjalan dua langkah lagi, dan tidak disangka dia memanggilku lagi, berkata:  Kelihatannya kamu tidak ingin aku membalas budimu, maka bolehkah kamu memberitahuku namamu? Aku benar-benar sangat berterima kasih padamu, dan ingin mengingat namamu. 

    Claura adalah pencinta sesama jenis, tetapi disaat ini dia malah berbicara begitu banyak kepada seorang pria, dan ingin mengetahui nama nya, sangat jelas bahwa aku menyelematkannya hari ini, benar-benar sudah menyentuh hatinya. Tetapi ini juga sangat normal, disaat tidak berdaya, dan hampir dilecekan oleh binatang itu, dan malah muncul seorang pahlawan yang seperti pangeran berkuda putih untuk menyelamatkannya, lalu mengenakan topeng, itu sangat penuh dengan misteri, meskipun dia adalah pecinta sesama jenis, hatinya juga pasti akan tergoyahkan.

    Aku berhenti dan menoleh kepala melihat kearah Claura, juga tidak tahu apakah karena efek obatnya, raut wajah Claura menjadi sangat merah, dan kelihatan sangat menggoda.

    Aku menahan diriku sendiri, lagi menunjuk ke wajahku, dan mengucapkan satu kata dengan suara serak:  Badut. 

    Selesai mengatakannya, aku tidak mempedulikannya lagi, dan pergi dengan cepat. 

    Setelah pergi, aku dengan segera menghentikan taksi, dan bergegas pulang kerumah secepat mungkin, lalu menyembunyikan pakaian dan topeng yang aku kenakan hari ini.

    Lalu aku berbaring di lantai, tetapi aku tidak bisa tidur. Jantungku terus berdetak kencang, dan di benakku lebih berpikiran sembarangan, jika Bang Badui benar-benar dipukul mati olehku atau terluka parah, apakah aku akan terselidiki?

    Dan Claura masih belum pulang, ini membuatku sedikit khawatir, dia tidak mungkin mengalami masalah lagi, kan?

    Untungnya, disaat jam 3 malam, dia sudah pulang, dan pulang bersama Felicia.

    Claura dengan jelas tidak terpikirkan bahwa yang menyelamatkannya adalah aku. Sikapnya terhadapku bahkan lebih buruk, dia menendangku bangun seperti anjing dengan kakinya, dan menyuruhku tidur dilantai bawah. 

    Aku dengan patuh turun ke lantai bawah, tetapi setelah beberapa saat dengan diam-diam naik ke atas. Aku ingin mendengar apa yang terjadi sekarang, bagaimana kabar Bang badui? Aku pikir mereka pasti akan membicarakannya.

    Begitu aku meletakkan telingaku dipintu, aku mendengar Claura berkata dengan marah:  Bang Badui ini, keberanian sudah terlalu besar, berani-beraninya menggunakanmu untuk menipuku, dan berani melakukan hal seperti itu kepadaku, aku pasti akan membuatnya membayar atas semua kelakuan yang dilakukannya padaku. 

    Setelah menjeda, dia lanjut berkata:  Untungnya kamu tidak apa-apa, aku mengira kamu benar-benar di culik olehnya. Sekarang wajah mulutnya Bang badui telah terungkap, kamu tidak boleh pergi ketempatnya bekerja lagi, sisanya biarlah aku yang mengurusnya. 

    Felicia mengiyakan, lalu bertanya pada Claura:  Claura, jadi siapa yang menyelamatkanmu? 

    Claura terdiam sejenak, berkata:  Aku juga tidak tahu dia siapa, dia mengenakan topeng dan terlihat sangat misterius. 

    Felicia lanjut bertanya lagi:  Apakah itu seseorang yang mencintaimu? Apakah kamu sedikitpun tidak bisa melihat siapa dia sebenarnya? 

    Claura berkata dengan nada sedikit bersalah:  Seharusnya bukan, mungkin hanya kebetulan terjumpa olehnya, dia sama sekali tidak tertarik padaku, dia bahkan tidak mau memberitahuku namanya. 

    Tiba-tiba, Felicia berkata dengan nada sedikit cemburu:  Claura, kamu tidak pernah berbicara banyak tentang pria, apakah kamu mungkin mempunyai pemikiran tentang pria yang sudah menyelamatkan mu? 

    Claura dengan segera membantahnya, lalu berkata:  Felicia, apa yang kamu bicarakan? Aku hanya berterima kasih padanya. Dihatiku hanyalah ada kamu seorang. 

    Selesai mengatakannya, Claura menambahkan lagi:  Tetapi pria ini memberiku perasaan yang berbeda, aku tidak membencinya seperti aku membenci pria lain. Aku menyukai aroma ditubuhnya, rasanya seperti& & . 

    Felicia dengan segera bertanya pada Claura, seperti apa.

    Claura terdiam beberapa saat, lalu lanjut berkata:  Seperti ayahku, meskipun aku tidak pernah bertemu dengannya, tetapi aku merasa ada rasa aman. 

    Mendengar ini, aku langsung terkejut. Aku berpikir dalam benakku, aku adalah suamimu, bukanlah ayahmu! Tetapi mendengarkan nada bicara Claura, dia sepertinya tumbuh dalam keluarga orangtua tunggal, tidak heran jika orientasi seksualnya sedikit menyamping, dan sifatnya juga sangat aneh.

    Kemudian mereka berdua tidak membicarakan topik ini lagi, sepertinya sudah mau tidur. Aku juga tidak berlama-lama disana lagi, dan langsung turun kebawah.

    Malam ini aku sampai jam 4 subuh baru bisa tertidur, dan setelah terbangun itu sudah siang hari. Claura dan Felicia sudah pergi.

    Aku makan siang dengan asal, dan tinggal dirumah dengan patuh. Aku tidak berani pergi kemanapun, dan dibenakku terus menerus memikirkan kejadian Bang badui.

    Bagaimana kabar Bang badui sekarang? Apakah dia menginap di rumah sakit? Apakah ada lapor polisi?

    Banyak tanda tanya yang muncul di hatiku, dan membuatku kesulitan untuk bernafas.

    Dan ketika aku mendengar suara sirene dari luar jendela, hatiku sangat berdetak kencang, takut datang untuk menangkapku.

    Dengan begini, aku menghabiskan sepanjang sore dalam penderitaan. Pada malam hari, aku benar-benar tidak bisa duduk diam lagi, lalu berganti pakaian, dan dengan diam-diam pergi ke bar; aku menyamar sebagai pelanggan dan memasuki bar, memesan dua bir yang paling murah, meskipun begini, itu juga sudah menghabiskan uang puluhan ribu, kemudian aku duduk disudut lantai pertama.

    Aku mengamati dengan diam-diam untuk waktu yang lama, dan sekarang tidak ada orang yang menyebutkan hal Bang badui dipukul, seolah-olah tidak ada yang terjadi.

    Dengan perlahan aku bernafas lega, aku berpikir bahwa mungkin Bang Badui terugikan oleh seorang bisu. Hal yang tidak untung untuk reputasi bar, dia tidak berani mempermasalahkannya. Dan juga Claura mungkin sudah mencari orang untuk membicarakannya dengan Bang badui, mungkin masalah ini akan selesai sampai disini.

    Aku merasa lebih baik sekarang, setelah meminum kedua bir itu, aku sudah bersiap untuk pergi.

    Tetapi tepat ketika aku ingin pergi, aku malah menemukan bahwa ada iklan lowongan kerja di bar. Didalam bar sedang mencari, petugas kebersihan, pelayan, humnas, dan lainnya, semuanya sedang dicari.

    Aku mempunyai ide, dan berpikir bahwa lagipula aku sudah lama mencari pekerjaan, jika bisa menemukan pekerjaan disini, itu jugalah tidak buruk. Lagipula untuk aku yang sangat kampungan, tempat malam seperti ini, bisa membuatku lebih cepat masuk kedalam masyarakat, dan mengembangkan jaringanku.

    Karena Claura dan temannya mungkin akan datang kesini, untuk menghindari masalah, aku melamar dengan masih berpura-pura menjadi orang bisu dan tuli, ini membawaku pengaruh yang besar. Selama wawancara, mereka melihatku tidak bisa berbicara, dan langsung menyuruhku pergi.

    Tetapi akhirnya, ada seorang wanita muda yang mirip seperti manajer itu, dia mengatakan bahwa selain tuli dan bisu, aku sangat baik dalam segala aspek, jadi mereka menerimaku. Terutama bertanggung jawab dalam hal kebersihan, yaitu menyapu, membersihkan kekacauan dan yang lainnya. Tentu saja, gajinya juga sangat rendah, satu bulan hanya 3 jutaan , tetapi jika ditambah dengan uang yang diberikan oleh Claura, satu bulan juga sudah hampir 10 juta, aku sudah sangat puas dengan hal itu.

    Setelah berhasil memasuki bar untuk bekerja, kehidupanku jauh lebih terpenuhi. Setiap malam sibuk sampai jam 2 atau 3 subuh baru pulang kerumah, dan juga karena kecacatanku, mereka juga tidak terlalu gimana memperlakukanku, ada beberapa pelayan yang sangat suka mengangguku, dan sering memintaku membantu mereka melakukan pekerjaan mereka, tetapi aku tidak peduli, yang bisa ditahan sudah ditahankan semuanya.

    Adapun dengan Claura, dia pernah sekali melihatku pulang kerumah sangat larut , dan dengan asal bertanya padaku, aku pergi kemana. Aku sudah berkata padanya bahwa aku menemukan pekerjaan, shift malam, jadi setiap malam akan sangat larut pulang ke rumah. Dia juga tidak bertanya banyak, mungkin dia bahagia dan tenang.

    Dengan bekerja di bar, aku tahu bahwa Bang badui tidak ada masalah, dan dia juga tidak menyelidiki masalah ini. dan juga Felicia tidak lagi bernyanyi disini, aku berpikir dalam hati mungkin ini semua karena kemampuan Claura, dia seharusnya telah membereskan semua masalah, aku harus mengatakan bahwa istriku benar-benar sangat memiliki kemampuan.

    Dan yang membuatku tidak sangka adalah karena pekerjaanku di bar, membuat hubunganku dan Mawar dan juga Claura, benar-benar berubah.
    #Novel#Novel Topeng Menantu Bisu Tuli
    Tuesday, May 5, 2020 Last Updated 2020-05-05T10:50:07Z
    loading...
    Komentar

    Tampilkan