-->

Iklan Atas Milda's Family Blog

TOPENG MENANTU BISU TULI BAB 75-88
4/ 5 stars - "TOPENG MENANTU BISU TULI BAB 75-88" BAB 76 CINTA BISA MEMBUAT ORANG GILA

TOPENG MENANTU BISU TULI BAB 75-88

Mikael Milang



BAB 76

CINTA BISA MEMBUAT ORANG GILA


00aku merasa membeku ketika mengetahui keberadaan kak toba dibelakang pintu bar itu. aku tidak pernah melihat kak toba yang seperti ini. pandangannnya kosong dan wajahnya sangatlah pucat. sekujur tubuhnya bahkan bergetar dan surat itu pun hancur diremuk olehnya.


00aku berjalan kesana dan memeluk kak toba. beberapa mata temannya juga mulai memerah. aku menyuruh mereka untuk pergi ke kantor dan mengatakannya disana saja. aku lalu menuntun mereka ke kantor dilantai 2.

00ketika masuk kedalam kantor, mereka lalu menopang kak toba untuk duduk disofa. kak toba tidak berbicara dan menutup bibirnya dengan sangat erat dan kedua matanya pun menatap kakinya.

00aku mengambil segelas air hangat untuknya dan duduk didepannya. aku tidak tahu harus bagaimana memulai percakapan ini.

00meskipun berkenalan dengan Jenny merupakan sebuah hal yang menegerikan, namun aku merasa dia adalah seorang gadis yang polos setelah mengenalinya dengan baik. beberapa waktu ini, selain pergi kerumah sakit untuk menemani kak toba, dia hanya bisa mengikutiku pergi ke bar Benz. meskipun dia suka mengikutiku, namun aku selalu menganggapnya sebagai adik perempuan didalam hatiku.

00namun gadis yang memiliki senyuman itu mati begitu saja. jangankan kak toba yang sebagai kakak kandungnya, bahkan sebagai orang yang baru mengenalinya saja, aku tidak bisa menerima kepergiannya.

00kak toba duduk disofa dan akhirnya dia berkata :" Alwi, adikku meninggal karena kita berdua."


00aku terkejut dan menatap kak toba. dia lalu memberikkan surat itu kepadaku dan akupun menerimanya dengan perasaan yang tidak nyaman. aku sedikit tidak berani membuka surat ini. aku merasa kalau surat ini layaknya seperti seekor binatang buas. ketika aku membukanya, aku akan langsung mati ditempat.

00aku lalu membuka surat itu dan melihat isi surat yang ditulis dengan indah itu:

00" bang, ketika kamu berumur 18 tahun, kamu diangkat sebagai anak angkat oleh tuan Kin. dia menyakiti seseorang dan kamulah yang masuk kepenjara karenanya. disaat kamu berumur 20 tahun, dia menabrak seseorang hingga meninggal dan kamu lah yang juga menanggung semua itu. disaat kamu  berumur 22 tahun, dia mulai memakan narkoba. jelas jelas kamu tidak ingin menyentuh, namun dia memaksamu agar kamu bisa menanggung itu semua lagi. meskipun kamu masuk kedalam penjara selama dua kali, namun dia menggunakan relasinya untuk menolongmu keluar. namun kamu sudah memiliki riwayat yang buruk. siapa yang akan menanggung semua itu?"


00" tuan Kin tidak pernah tulus padamu. meskipun dia baik kepadaku, namun kebaikkannya padaku hanyalah membuatmu agar bisa menanggung kesalahan yang dibuat olehnya dan menjalankan semua rencana buruknya. apakah kamu tahu? dia bahkan menyuruhku untuk menikah dengannya dan melahirkan anak untuknya. dengan begitu dia baru rela menghabiskan uangnya untuk menolongmu dan menghidupimu. kalau tidak, dia akan terus mencelakaimu agar Claura merasa senang. dia bahkan akan membuatmu kembali masuk kedalam penjara. dia bahkan juga mengatakan kalau kamu tidak memiliki moral yang baik dan tidak berjalan di jalan yang benar. pria seperti itu, aku sumpahi dia mati dengan sulit!"


00melihat semua ini, aku berpikir kalau wajah tuan Kin adalah wajah orang baik, aku tidak menyangka kalau dia sejahat itu. sampah seperti dirinya bahkan berani memberi ide kepada gadis yang baik itu!


00aku merasa geram dan terus membaca. mataku mulai panas dan hidungku juga mulai merasa masam.


00didalam surat itu, Jenny menulis seperti ini :" abang, aku tahu kemungkinan terbesarmu berada di sebelah Tuan Kim karena kamu ingin memberikanku kehidupan yang baik. namun aku sangat jelas akan perlakuan orang itu, kalau aku tidak mati, aku akan membebanimu. aku tahu kamu tidak akan berani melawannya karena aku."


00" namun, aku sudah membebanimu selama 19 tahun, aku tidak ingin terus membebanimu lagi. abang, maafkan kelakuan jahatku ini yang membuatmu sedih. adikmu hanya berharap kamu bisa hidup dengan baik dan menjauhi tuan Kin. Jenny tidak mengharuskan dirimu kaya, aku hanya mengharapkan kamu bisa hidup dengan bebas tanpa dikontrol oleh orang lain saja."


00kak toba lalu menutup mukanya dan mulai menangis. dia lalu menceritakan semua perjalanan hidupnya bersama Jenny. namun semua cerita itu aku sudah mendengarnya dari Jenny. aku juga tidak bisa menahan air mataku ketika terpikir akan gadis yang memiliki senyuman indah itu.


00hanya saja, jika aku terus membacanya, semua kesedihanku ini akan tergantikan oleh dendam. karena Jenny membahas tentang Claura didalam suratnya dan aku bisa merasakan kebencian Jenny terhadapnya. dia berkata :" aku tidak mengerti kenapa seorang wanita bisa seperti itu. dia memaksaku untuk membunuh orang. kalau aku tidka melakukannya, dia akan membunuh abangku. aku bahkan tidak berani membunuh seekor ayam, bagaimana dengan manusia? lagi pula Alwi merupakan orang baik dan juga merupakan mantan suaminya. kenapa Claura bisa sekejam itu? aku tahu dia sedang menakutiku dan ingin membuat Alwi merasa sedih. dia tidak benar benar ingin membunuh Alwi. meskipun begitu, aku juga merasa tidak puas padanya karena dia memiliki niat untuk membunuh orang yang aku sayangi. tidak salah, Alwi adalah orang yang aku sayangi."


00" aku sudah hampir gila karena Claura dan tuan Kin. kalau bukan karena senyuman yang diberikan oleh Alwi, aku tidak mungkin bisa bertahan hingga abangku menyadarkan diri. melihat abangku dan Alwi mengobrol dengan senang, aku merasa sangat tenang. aku tidak tega untuk melukai salah satu diantara kalian. oleh karena itu, biarkan saja aku yang mati."


00" abang, kamu tidak akan menyalahkanku kan? dan juga kamu akan mendengar perkataan Jenny kan? Jenny hanya menginginkanmu bisa hidup dengan baik dan tidak usah membalas dendam karena aku. kamu tidak usah pergi menganggu tuan Kin dan perempuan itu. kamu harus berjanji padaku. kalau tidak Claura benar benar tidak akan melepaskanmu."


00penutup surat itu, dia menuliskan :" Jenny yang sayang kepada abang."


00aku memegang surat itu dengan erat dan sekujur tubuhku gemetaran. Jenny yang kelihatan tidak ada masalah itu,... aku kira dia benar benar sangatlah bahagia. aku sama sekali tidak tahu kalau dia ditindas oleh tuan Kin dan Claura hinggda separah itu.


00aku benci, aku benci diriku yang tidak peka. aku membenci mereka berdua yang sekejam itu. dia sangatlah muda dan baru saja berumur 19 tahun. dia tidak akan sanggup menerima semua paksaan itu.


00mereka membuat Jenny stress. Jenny bahkan menancapkan pisau yang diberikan mereka itu pada lehernya sendiri dengan sangat dalam! aku sangatlah emosi dan langsung berlari keluar dari kantor dan menuju kerumah Claura. aku mengetuk pintunya dengan kuat. dia lalu berdiri dipintu dan berkata dengan cuek :" untuk apa kamu kesini?"


00aku langsung masuk kedalam dan berteriak :" Jenny sudah meninggal dan dia bunuh diri!"


00Mawar juga berada disana. aku tidak memperdulikannya dan terus menatap Claura.


00Claura kembali ke meja makan dan berkata dengan cuek :" meninggal? terus apa hubungannya denganku?"


00aku terbengong. awalnya aku mengira Claura akan merasa bersalah dan aku tidak menyangka kalau dia akan seperti sekarang ini. dia merasa tidak ada yang terjadi. aku ingin memukulnya namun dia menahan tanganku dan berkaya :" Alwi, kamu berani memukulku?"


00Mawar lalu berkata :" Alwi, bicarakan dengan baik baik. jangan berantam. Claura, lepaskan tangannya."


00aku menggigit gigiku dan menatap Claura dengan penuh amarah. dia lalu menendang perutku dan membuatku kesakitan hingga berkeringat dingin. dia masih belum melepaskan tanganku. dia lalu membantingku ke lantai. namun aku memeluknya dan kami berdua berguling beberapa putaran dilantai. dia pun emosi dan melepaskan tanganku.


00aku lalu berteriak :" Claura, kamu adalah wanita yang kejam. kesalahan apa yang dilakukan Jenny kepadamu? apakah kamu memaksanya untuk mati karena dia dekat denganku?"


00dia lalu marah dan ingin melawanku. namun dia tidak bisa melepaskan diri dari pelukanku karena bagaimanapun dia adalah seorang wanita. dia terpaksa membiarkanku memeluknya.


00dia tiba tiba tertawa dan berkata :" apa yang kamu katakan itu tudaklah salah. aku tidak mengizinkan seorang wanita pun mendekatimu. aku sudah berkata kalau kamu adalah milikku. siapa yang berani mendekatimu, aku akan membuatnya masuk kedalam neraka."


00aku terkejut dan otomatis melepaskan tanganku. Claura pun bangkit berdiri lalu menginjak perutku dengan kuat dan dengan sombongnya berkata kepadaku :" sedih? aku katakan kepadamu. kalau kamu berani melawanku lagi, adikmu juga akan merasakan hal yang sama dengannya."


00aku tahu dia akan melakukan semua yang dia bilang itu ketika melihat gaya bicaranya yang sombong itu. aku tidak berani berkata apapun lagi dan hanya berdiri disana dengan tubuh yang bercucuran keringat. aku sangat ingin menamparnya dan berkata kepadanya :" kalau kamu berani menyentuh adikku, aku akan memperkosa seisi rumahmu", namun aku tetap saja tidak berani melakukan itu karena aku tidak memiliki kemampuan sehebat itu.


00Claura kembali ke meja makan dan berkata :" aku tahu kamu menyekap Sammy agar bisa berteman dengan tuan Kin. aku juga tahu kalau kamu akan menghasut tuan Kin agar bekerja sama denganmu untuk mencelakaiku. namun, apakah kamu akan berhasil? Alwi, kamu hanyalah seorang badut. kamu harus ingat itu. hari ini bisa dibilang sebuah peringatan untukmu!"


00aku lalu berjalan keluar dan Mawar yang berada dibelakangku sedikit marah dan berkata :" Claura, kamu keterlaluan."


00Claura menjawabnya dengan cuek :" ibu, bukankah kamu pernah berkata kalau aku tidak ingin memiliki anak dengan Alwi, kamu akan menggantikanku?"


00aku membalikkan kepala dan melihat wajah Mawar sudah berubah pucat :" itu,,, itu hanya perkataan ketika aku marah."


00Claura berkata dengan nada suara yang datar :" lebih baik kalau itu hanyalah perkataan ketika kamu marah."


00wanita ini benar benar gila! aku mengerti maksudnya, dia sedang memperingati Mawar agar tidak terlalu dekat denganku.


00aku sangatlah marah melihat wajah Claura yang datar itu.


00cinta bisa membuat orang menjadi gila, membuat orang menjadi dendam dan juga membutakan orang.


BAB 77 

AKTING


00ketika pergi dari rumahnya, perkataannya teruslah menghantui pikiranku. aku tidak bisa melupakan semua perkataannya tadi.


00aku kembali ke bar dengan perasaan stress dan aku sadar bahwa kak toba sudah tidak ada dikantor. diatas meja ada sebuah catatan kecil. aku mengambilnya dan disana tertulis :" bagaimana aku bisa hidup dengan tenang tanpa adanya dirimu?"


00aku memegang kertas itu dengan erat dan aku merasa sangatlah sedih. aku tahu kalau kak toba tidak akan bisa kembali ke kehidupan biasa seperti yang diinginkan oleh Jenny, dia tidak bisa melepas semua dendamnya itu. tidak hanya dia, aku juga tidak bisa melakukan itu.


00ketika memikirkan itu, ada orang yang membuka pintu ruangan itu dan dia adalah tuan dony yun. aku meletakkan kertas itu dan memanggilnya dengan penuh hormat. aku bertanya kepadanya kenapa dia memiliki waktu untuk datang kesini.


00tuan dony yun lalu duduk disofa dan dia mengambil kertas itu ketika aku hendak pergi membuat teh untuknya. dia lalu berkata :" tidak usah repot. aku datang kesini karena ada hal yang ingin kukatakan kepadamu."


00aku lalu duduk dan tuan dony yun masih saja memandang kertas itu. pandangannya sangatlah datar dan sepertinya tidak ada yang bisa membuat ekspresi wajahnya berubah. dia tidak berkata apapun dan aku tidak berani bertanya lebih. aku dimatanya hanyalah orang kecil yang tidak ada apa-apanya.


00tuan dony yun menatapkku dan tersenyum lalu berkata :" kamu masih takut denganku?"


00aku sedikit canggung dan sepertinya semua perasaanku telah diketahui olehnya, ketika aku ingin mengatakan sesuatu, tuan dony yun tiba tiba berkata :" bagaimana rencana balas dendam kalian?"


00hatiku berdetak kencang dan aku menatapnya. mungkin saja dia ingin membantuku atau kemungkinan lainnya yaitu dia khawatir kalau aku membebani dirinya ataupun bar ini. aku seketika tidak tahu harus berkata apa.


00tuan dony yun lalu mengetuk meja dan berkata :" tidak usah takut. katakan saja kepadaku."


00aku menarik nafas yang dalam dan berkata dengan tulus :" jika dilihat dari kemampuanku dan kak toba, kami pastilah tidak akan bisa melawan tuan Kin dan Claura. aku ingin melakukan pertarungan dengannya, namun itu pastilah tidak akan berhasil. oleh karena itu, aku terpaksa hanya bisa melesurui mereka satu persatu."


00ekspresi wajah tuan dony yun masih saja datar dan dia menganggukkan kepala. aku lalu melanjutkan perkataanku :" Claura sangatlah kuat, aku tidak bisa mengalahkan. ini semua mungkin karena aku tidak mengerti semua strateginya dan aku tidak mengenalinya dengan baik. namun tuan Kin berbeda. Jenny pernah berkata didalam surat kalau dia menghisap narkoba. dia bahkan menyuruh kak toba untuk menanggung semua itu. sekarang tuan Kin mencelakai abang adik itu dengan sangat kejam. kak toba harus membalas semua kejahatan itu. kami bisa mengambil masalah narkoba itu sebagai topik pada artikel."


00setelah mengatakan itu, aku lalu menatap tuan dony yun dan berkata lagi :" ini adalah dendamku sendiri. aku tidak bermaksud untuk membebanimu dan kawan kawanmu."


00tuan dony yun lalu berkata :" aku mendengar dari Leo kalau adikmu sedang diincar oleh Claura?"


00aku sedikit terkejut, aku tidak menyangka kalau Leo akan mengatakan hal ini padanya. yang lebih tidak kusangka lagi adalah tuan dony yun tiba tiba membahas masalah ini. aku pikir orang penting seperti dirinya hanya ingin mengurus masalahnya sendiri dan pastilah tidak berada dijalan yang sama dengan orang rendahan seperti kami.


00tuan dony yun lalu berkata :" aku sudah menyuruh beberapa orang untuk menjaga adikmu. aku juga sudah menghubungi bagian rumah sakit didaerah sana. ketika adikmu libur, adikmu akan dibawa kesana untuk melakukan pemeriksaan. aku akan menyimpan uangmu, kalau tidak cukup, aku akan menambahkannya."


00aku menatap tuan dony yun dengan pandangan yang tidak percaya. aku merasa kalau aku sedang bermimpi dan aku mencubit pahaku dengan keras. aku merasa sakit dan sadar kalau aku bukanlah sedang bermimpi. aku lalu berkata dengan senang :" tuan dony yun, aku benar benar berterimakasih kepadamu!" setelag mengatakan itu aku merasa sedikit malu :" aku akan mengganti semua uang itu nanti."


00tuan dony yun tertawa. meskipun dia tampaknya mengerikan, namun semua aura kejamnya itu hilang ketika dia tersenyum. dia berkata :" kalau kamu tidak membayarnya, aku juga akan memintanya."


00aku mengangguk dan memberi hormat padanya.


00tuan dony yun pun berkata :" apakah kamu tahu kenapa aku mengalihkan pembicaraan tentang adikmu?"


00aku terbengong dan menggelengkan kepala. dia lalu berkata dengan datar :"


00karena aku tidak bisa menjagamu sepenuhnya. aku hanya bisa memberimu sedikit bantuan dari belakang. namun bawahanku di bar ini rela membantumu, aku tidak bisa menahan mereka."


00mendengar ini, aku terkejut dan menatap tuan dony yun dengan pandangan penuh terimakasih. aku tahu kalau Leo tidak akan mengikutiku jika tidak mendapat izin darinya. perkataannya ini bermaksud agar aku tahu kalau dia sudah mengizinkan mereka untuk membantuku. aku tidaklagi sendirian sekarang.


00hanya saja, orang diluar sana tidak tahu masalah ini. kalau terjadi apa apa, tuan dony yun juga akan berkata kalau dia tidak tahu semua hal ini dan menghindar dari semua tanggung jawab ini.


00aku mengangguk dan menggepalkan tanganku lalu berkata :" tuan dony yun, aku tidak akan mengecewakanmu."


00tuan dony yun berkata :" apakah kamu tidak merasa kalau aku terlalu berdarah dingin?"


00aku menggelengkan kepala dan berkata :" aku tahu kalau kamu memiliki banyak pengalaman. kamu pastilah sudah memiliki tujuan dan rencanamu sendiri. aku memiliki hak apa untuk mengacaukan rencanamu? aku sudah berterimakasih kepadamu karena sudah membantuku. aku tidak akan menyalahkanmu karena kamu tidak ikut campur. aku tidak memiliki hak."


00didunia ini, semua orang akan berterimakasih kepada orang yang membantunya. meskipun bantuan itu tidaklah besar, itu adalah sebuah niat yang sangat baik. bukankah begitu?


00tuan dony yun mengerutkan keningnya dan berkata :" apakah ini suara hatimu?"


00itu adalah kata kata asliku.


00tuan dony yun pun tersenyum dan kali ini dia tertawa. aku terkejut akan itu. dia sangat jarang memiliki perasaan bahagia seperti ini. aku juga ikut tertawa. dia lalu bangkit dan memandang bulan dari jendela. dia lalu berkata :" Alwi, jangan membuatku kecewa dan jangan membuat dia kecewa juga."


00aku sedikit penasaran siapakah dia yang dikatakan oleh tuan dony yun? dia membalikkan kepalanya dan memandangku dengan cuek :" apa?"


00aku merasa kalau aku lah yang salah mendengar dan menggelengkan kepalaku lalu berkata tidak ada apa apa.


00.........


00ketika tuan dony yun pergi, aku lalu memanggil Leo dan menyuruhnya untuk menemaniku kerumah duka.


00kami pergi kerumah duka pada pukul 10 malam. hal yang membuatku terkejut adalah tuan Kin juga ada disana. kak toba bahkan berdiri dibelakangnya. diruangan yang besar itu hanya ada mereka berdua dan aku melihat kalau kak toba mengangkat tangan kanannya. aku merasa ada yang aneh dan langsung berlari kesana. ketika kak toba mengarahkan pisau pada tangannya itu kearah tuan Kin, aku langsung menahan tangannya.


00disaat ini, tuan Kin langsung menatapku karena aku menahan tangan kak toba. tuan Kin tidak sadar kalau kak toba sedang memegang pisau dan wajahnya dipenuhi ekspresi penasaran.


00aku menahan tangannya dengan erat dan berkata :" tuan Kin, kita berjumpa kembali sekarang."


00tuan Kin menjawabku cuek dan bertanya untuk apa aku kesini? aku berkata kalau aku dan Jenny adalah teman baik. aku sudah harus datang mengunjunginya untuk terakhir kali. tuan Kin menatapku dan menatap kak toba. setelah itu pergi meninggalkan tempat ini. ketika dia pergi, kak toba lalu berkata dengan geram :" kenapa kamu menahanku?"


00aku lalu merangkul pundaknya dan berkata :" tenanglah! kak toba, apakah kamu pernah memikirkan apa yang terjadi padamu kalau kamu membunuhnya?"


00kak toba berkata :" setelah aku membunuhnya, aku akan pergi kerumah Claura dan membunuhnya juga. aku tidak takut ditembak mati asalkan aku bisa membalaskan semua dendam ini."


00aku tersenyum pahit dan berkata :" apakah kamu percaya kalau kamu tidak bisa keluar dari sini kalau kamu membunuh tuan Kin?"


00kak toba memandang kearah peti mati dan berkata aku akan membunuh satu jika bisa membunuh satu. bagaimanapun aku akan membalas dendam kepada Claura. aku lalu berkata dengan marah :" namun aku tidak ingin kehilangan teman seperti mu! aku tidak ingin kamu mati!"


00kak toba terkejut dan menatapku. aku lalu berkata :" meskipun kamu tidak bisa melakukan seperti keinginan Jenny, setidaknya kamu harus menaatinya untuk terus hidup dengan baik! lagi pula tuan Kin dan Claura telah membuat Jenny stress dan menindasnya kan? kalau kamu membunuhnya langsung, itu terlalu memudahkan mereka untuk mati."


00setelah mengatakan itu, aku lalu memandang pandangan kak toba dengan teliti. air matanya mulai menghilang dan aku menepuk pelan pundaknya. dia tiba tiba berlutut disana dan menangis keras. aku pun jongkok dan menepuk punggungnya.


00setelah kak toba melampiaskan semua perasaannya, dia membersihkan wajahnya dan bertanya padaku apa rencanaku? aku bertanya padanya apakah dia memiliki bukti narkoba tentang tuan Kin? kak toba menggelengkan kepala. meskipun dia merupakan penagnggung jawab, namun dia hanyalah penganggung jawab tempat itu. penanggung jawab bisnis itu adalah orang lain. dan dia sama sekali tidak tahu tentang waktu bisnis mereka. orang itu pergi kesana diwaktu yang tidak pasti, oleh karena itu dia tidak tahu waktu yang pasti ketika mereka berbisnis.


00aku lalu berkata dengan cuek kalau tuan Kin menganggap mereka semua sebagai orang bodoh. ketika terjadi masalah, dia akan menyuruh semua penanggung jawab untuk menanggung semua itu. kak toba lalu berkata apakah dia tidak tahu? hanya saja dia rela untuk dipergunakan.


00aku bertanya kepadanya siapa penanggung jawab itu? dia berkata adalah seorang yang bernama Andy, aku berkata kalau aku akan mengawasi orang itu selama 24 jam. kalau terjadi sesuatu hal, aku akan melapor kepada polisi. disaat itu, kak toba boleh memerankan orang yang baik lalu bekerja sama dengannya untuk membongkar semua kejahatan yang dilakukan oleh tuan Kin.


00setelah mengatakan semua ini, aku memandang kak toba :" kak toba, demi keberhasilan rencana ini. kamu harus menahan semua ini dan terus bertahan didekat tuan Kin."


00dan juga untuk sementara waktu kita tidak usah berjumpa lagi. kita harus berpura pura untuk berantam. dengan begini, Claura baru bisa mengizinkannya untuk tinggal disamping tuan Kin. kalau tidak tuan Kin akan memecatnya demi membuat Claura senang.


00kak toba mengangguk dan dia sudah tahu harus berbuat apa.


00oleh karena itu, kami berdua mulai bertengkar. ketika tuan Kin kembali kesini, kami pun sudah berantam dengan parah. bahkan Leo pun mulai meleraikan kami. aku lalu memarahinya :" Winner, aku tidak pernah menganggapmu sebagai temanku! Leo, ayuk kita pergi!"


00aku dan Leo pun meninggalkan tempat itu dengan marah. kak toba langsung berkata :" sampah yang suka menghabis habiskan waktu. ayah angkatku sangat baik kepadaku. aku adalah idiot jika mempercayaimu dan menghianati ayah angkatku!"


00aku lalu melototinya, dia tidak menatapku dan langsung berlutut didepan tuan Kin dan berkata :" ayah, kamu bilang kamu akan mengusirku. aku percaya kalau kamu tidak akan melakukan itu kan? sekarang Jenny sudah pergi dan aku hanya memilikimu."


00aksinya membuatku merasa sedih dan aku memandanginya lalu berkata dengan suara yang kecil :" teman, aku tidak akan menyianyiakan kerja kerasmu hari ini."


00tuan Kin tampaknya sangat menikmati perlakuan kak toba kepadanya. dia lalu berkata :" tenang saja, aku tidak akan membuangmu. aku sudah pernah berkata kalau aku akan menganggapmu seperti anak kandungku sendiri."


00aku tersenyum dingin. tuan Kin benar benar sangatlah palsu, semua perkataannya tidak ia lakukan dengan setulus hatinya.


00

BAB 78

MEMUTUSKAN HUBUNGAN


00kepalsuan tuan Kin membuatku merasa jijik. namun aku juga mengerti kalau didunia ini sangatlah sedikit orang yang benar benar bernilai dihati kita.


00pergaulan bisa diibaratkan sebagai sebuah permainan. orang yang kalah hanya bisa menganggap kalau pandangannya tidaklah baik dan rela untuk berpura pura bodoh karena rela dibohongi oleh orang itu.


00kak toba layaknya orang bodoh itu dan apakah dia merupakan orang yang kalah itu? tidak, kehidupan seperti ini yang memaksa pria tulus dan setia itu untuk menjadi sebuah pisau yang haus akan darah.


00aku duduk didalam mobil dan melihat lampu jalanan di kota NanJing. aku menangis ketika memikirkan adegan berlutut yang dilakukan oleh kak toba dan juga gadis cantik yang telah terbaring didalam peti mati itu.


00beberapa hari ini, aku menyuruh Leo untuk mengawasi Andy dan juga menyuruh kak toba untuk mengawasi semua pelayan yang ada ditempat itu. setiap Andy berkumpul bersama temannya disana, dia juga harus meletakkan sebuah alat perekam dibawah meja. sayangnya tidak ada hasil hingga sekarang.


00hari hari yang tenang sudah berlalu selama setengah bulan. selama setengah bulan ini, aku hanya tinggal didalam bar. ketika aku merasa bosan, aku akan latihan boxing dengan Leo. terkadang aku juga membaca beberapa buku dan mendengar beberapa lagu yang pernah dinyanyikan oleh Felicia.


00kehidupan ini sangatlah tenang dan memiliki rasa. hanya saja aku sedikit sakit hati ketika terpikirkan Jenny yang mengharapkan abangnya bisa hidup dengan baik itu.


00hari ini, aku sedang melihat pembukuan transaksi bar dan Felicia pun mengetuk pintu lalu masuk. aku melihatnya dengan pandangan yang berkilau. dia hari ini berdandan dan mengeritingkan rambutnya. dia juga memakai sebuah rok pendek dan juga sepatu hak tinggi berwarna putih. ini sangat cocok dengan wajahnya yang cantik itu. dia berdiri disana dan telah mengalahkan seluruh pemandangan indah dikota NanJing ini. aku tergoda olehnya.


00setelah kami berciuman kemarin, kami tidak lagi memiliki perkembangan apapun. Felicia juga sepertinya terus menghindariku. setiap kali dia selesai bernyanyi, dia akan kembali ke asramanya dan itu membuatku merasa kalau aku melakukan kesalahan yang membuatnya merasa tidak senang.


00jadi, kedatangannya hari ini membuatku merasa sangatlah senang. aku lalu berteriak "kak Fel", lalu berlari mendekatinya dan bertanya kenapa dia memiliki waktu untuk menemuiku?


00Felicia mengerutkan keningnya dan berkata :" bocah sialan, apakah kamu merasa terganggu akan kedatanganku?"


00aku menggelengkan kepala dan berkata :" tidak loh. hanya saja aku merasa sedih belakangan ini karena kamu terus menghindariku."


00Felicia tertawa dan langsung merangkulku :" kakak tidak menghindarimu loh adikku yang tercinta. hanya saja kakak sedikit sibuk belakangan ini."


00aku bertanya kepadanya apa yang membuatnya sibuk begitu? dia lalu mengeluarkan sebuah kaset dari dalam tasnya lalu melambaikannya didepanku. dia lalu dengan bangganya berkata :" ini adalah kaset yang berisi laguku. bukankah dulu ada orang yang terlena padaku dan ingin membantuku agar bisa menjadi seorang artis? karena bang Badui, aku kehilangan kesempatan itu. namun belakangan ini ada sebuah pertandingan di internet dan aku menulis beberapa lagu dan aku merekamnya sendiri didalam asrama. setelah selesai, aku lalu mengirimkan kepada mereka. mereka sangat puas dan ingin bekerja sama denganku malam ini."


00kalau Felicia tidak membahas itu, aku sudah melupakan kejadian yang dulu. aku merasa senang ketika melihatnya bahagia. namun disaat yang sama aku juga merasa sedikit sedih.


00awalnya aku berpikir kalau dia bisa terus menemaniku dan aku lupa kalau sekarang kami sudah memiliki level yang berbeda.


00aku masihlah merupakan orang rendahan dan sekarang dia sudah menjadi ratu musik di kota NanJing ini. aku hanyalah seorang pemimpin bar dan dia akan memulai karirnya didunia hiburan dan menjadi artis yang populer.


00Felicia sudah memiliki level yang lebih tinggi dariku sejak awal.


00aku merasa sedikit frustasi.


00aku sudah tidak bisa lagi memegang tangannya dengan erat sekarang. apakah dia akan mengingat aku ketika dia memasuki dunia hiburan yang memiliki banyak godaan itu?


00aku menyadarkan diriku dari khayalanku ketika dia menepuk pantatku. Felicia menatapku dan mencubit pelan wajahku sambil berkata :" adikku, kakak sudah mau pergi. kalau kontrak ini berhasil, aku akan memberimu jatah nanti." dia memelankan nada suaranya ketika mengatakan itu dan gerakan bibirnya yang seksi itu sepertinya sedang menggodaku untuk silap.


00kepalak mulai panas dan ketika dia ingin pergi, aku langsung menarik tangannya dan menekannya pada dinding. aku menempelkan badanku pada badannya dan begitu juga dengan wajahku. nafasnya yang hangat itu menghembusi wajahku dan dia menatapku sambil tersenyum. dia tampaknya ingin mengetahui apa yang ingin kulakukan padanya.


00aku baru saja memberanikan diriku untuk melakukan ini, namun senyumannya membuatku tidak tahu harus melakukan apalagi.


00Felicia lalu berkata :" adikku, ketika kamu memiliki keberanian untuk memelukku keatas kasur yang besar, kamu barulah boleh bermain kejadian dinding seperti ini denganku. kalau tidak, ketika kamu membuatku merasa panas, aku tidak bisa menghilangkan rasa panas itu sendiri loh."


00setelag mengatakan itu, dia mendorongkudan menatapku lalu melempar sebuah kunci kepadaku. dia berkata :" kalau kamu sudah tidak tahan lagi, pergilah keasrama ku. kamu boleh menggunakan semua barang milikku."


00seketika wajahku memerah dan dia pun berjalan keluar sambil tersenyum. ketika sampai dipintu, dia membalikkan kepalanya dan berkata :" bagaiman kondisi stocking yang kemarin itu?"


00wajahku yang sudah merah tadi, sekarang semakin memerah. aku lalu berkata dengan gugup :" aku sudah mencucinya dengan bersih dan tidak tega memakainya."


00setelah mendengar perkataanku, Felicia terbengong beberapa detik dan seketika tertawa. dia tertawa terbahak bahak dan aku menasehatinya :" jangan tertawa seperti itu dimalam hari."


00Felicia lalu berkata "aku tahu", lalu meninggalkan tempat itu. ketika dia pergi, aku lalu memejamkan mataku dan mencium aroma tubuhnya yang masih tertinggal diruangan ini. aroma itu membuatku mabuk akan cinta.


00ketika aku sedang menikmati, aku melihat Leo sudah berdiri didepan pintu. aku lalu berkata dengan canggung :" bang Leo, kenapa kamu tidak berkata dulu sebelum masuk?"


00Leo lalu bercanda dan berkata :" aku mana tahu kalau kamu mencintai udara?"


00aku menebak kalau Leo juga merupakan seorang bocah yang ganas.


00Leo lalu kembali serius dan berkata :" sudah ada kabar terbaru."


00aku langsung melupakan perasaan tadi dan berkata :" katakan di perjalanan?"


00dia mengangguk. oleh karena itu, aku pun langsung turun kelantai 1 bersamanya lalu membawa Endy dan Endo untuk ikut bersama kami. pada perjalanan, Leo berkata kepadaku kalau Andy setiap hari pergi kesebuah tempat bernama "penghapusan Jiwa" dan aku sudah bertanya kepada pemilik tempat itu. pemiliknya berkata kalau Andy akan pergi kesana setiap dua bulan sekali.


00aku bertanya kepada Leo seperti apa tempat yang bernama penghapusan jiwa itu? kenapa aku tidak pernah mendengarnya? beberapa hari ini aku sibuk mengawasi semua yang ada di kota NanJing. baik bar ataupun tempat hiburan sudah aku telusuri dengan baik. namun aku tidak pernah mendengar tempat bernama penghapusan jiwa itu. seharusnya bocah itu tidak akan pergi ke tempat yang tidak terkenal seperti itu.


00Leo merasa sedikit aneh dan lalu berkata :" tempat jual diri." mungkin dia merasa jawabannya terlalu singkat dan dia pun menambahkannya :" tempat itu berada di sebuah jalan kecil yang terpencil. meskipun bagian luarnya tidak begitu enak dipandang namun dalamnya sangatlah mewah. banyak orang yang tidak tahu kalau itu merupakan tempat menjual diri. dan juga toko itu tidak menerima pelanggan wanita, mereka hanya menerima pelanggan pria."


00nama yang enak didengar adalah tempat jual diri, padahal sebenarnya adalah tempat gay? aku tidak menyangka kalau dia begitu.


00aku berkata :" Andy akan mengunjungi tempat ini dua bulan sekali dan ini merupakan sebuah kebiasaannya. apakah sebelum berbisnis dengan orang lain, dia harus melakukan hal seperti itu dulu?"


00Leo berkata :" aku juga berpikir seperti itu, oleh karena itu aku terus menelusurinya. setelah dia mengunjungi toko itu, pastilah ada beberapa orang luar kota yang mengunjungi NanJing."


00" ini menarik. rata rata orang merayakan setelah berhasil melakukan sesuatu. dia malah merayakan terlebih dahulu sebelum memenangkan sebuah hal." aku memegang daguku dan terus bertanya tentang bagaimana kabar disana?


00kak toba berkata kalau Andy membawa beberapa teman kesana hari ini dan dari alat perekam itu, dapat didengar kalau mereka cuman membicarakan hal tentang dessert. tidak membahas yang lain.


00aku merasa apakah kami salah menebak? ketika berpikir, aku tiba tiba memikirkan sebuah hal, yaitu biasanya para pria pergi ketempat itu tidak mungkin hanya membahas makanan. itu pastilah merupakan bahasa tersembunyi mereka agar tidak didengar oleh orang lain.


00ketika kak toba berkata mereka hendak pergi, aku langsung berteriak :" buat kekacauan dan tahanlah mereka!"


00kak toba tidak menjawabku dan langsung menutup telepon. mungkin dia langsung melakukan perintahku.


00aku lalu menelepon polisi menggunakan sebuah nomor baru. setelah itu aku kembali menelepon beberapa reporter yang telah aku hubungi kemarin.


00setelah setengah jam berlalu, kami pun sampai di bar Entrance. tempat itu sudah diblokir oleh polisi dan sepertinya polisi itu sangat khawatir terhadap masalah narkoba kali ini.


00selain polisi, banyak reporter juga sudah tiba disana. aku berpikir ketika ada reporter disini, para polisi itu tidak akan disogok.


00ketika aku masuk, aku melihat beberapa orang sudah ditangkap oleh polisi dan tuan Kin sudah tiba. dia menampar kak toba dengan kuat :" aku begitu mementingkanmu, kenapa kamu bisa melakukan hal melanggar hukum seperti ini?" setelah mengatakan itu, dia berkata kepada polisi :" polisi, bawalah dia pergi. aku akan menganggap kalau aku tidak memiliki anak angkat seperti dia."


00ketika polisi ingin memborgol kak toba, aku berkata :" tunggu."


00semua pandangan mereka mengarah kepadaku. aku lalu menatap tuan Kin dan berkata :" tuan Kin, kamu salah mengatakan sesuatu. bukan kamulah yang tidak akan memiliki anak angkat lagi, melainkan kak toba yang tidak akan memiliki ayah angkat seperti dirimu lagi."


00

BAB 78

FOTO


00" bukan kamulah yang akan kehilangan anak angkat, melainkan kak toba yang akan kehilangan ayah angkat."


00mendengar perkataanku, ekspresi tuan Kin berubah drastis dan memandang aku dan kak toba sambil berkata :" kalian berdua bekerja sama untuk mencelakaiku?"


00aku tertawa dan berkata :" ini bukan mempermaikan, melainkan menyatakan kebenaran yang ada." setelah mengatakan itu, aku lalu menemui polisi itu dan mengatakan kalau telepon tadi adalah berasal dariku dan juga kami memilki bukti yang kuat untuk menyatakan kalau tuan Kin sudah menggunakan narkoba dalam waktu yang lama. Andy adalah penanggung jawabnya dan kak toba sama sekali tidak berhubungan dengan masalah ini.


00Andy berusaha kabur dikumpulan orang itu. disaat ini, Leo lalu menangkapnya dan membantingnya ke lantai. itu membuatnya kesakitan dan berteriak ditengah orang banyak. polisi pun langsung menangkapnya.


00ekspresi wajah tuan Kin sangatlah datar dan dia berkata :" aku tidaklah bersalah dan aku tidak takut. kita boleh membicarakannya di kantor polisi sekarang."


00dia tidaklah bodoh. dia berani berkata itu didepan umum pastilah dia akan mengakhiri ini semua dengan akhir yang buruk. kalau berita ini tersebar, riwayatnya akan segera tamat. namun bagaimanapun caranya menyelesaikan sesuatu belum sanggup untuk memblokir semua media didunia ini.


00ini juga merupakan salah satu alasan tuan Kin menyuruh polisi membawa pergi kak toba, karena jika kasus ini diselesaikan di kantor polisi, maka tuan Kin mempunyai kesempatan yang besar untuk menuduhnya dan menyuruhnya untuk menanggung semua ini. oleh karena itu, kami harus menyelesaikan kasus ini didepan reporter agar dia tidak bisa lari dari semua kesalahannya!


00aku menatap kearah Endy dan dia langsung berteriak :" siapa yang tahu kalau kamu memiliki hubungan tersendiri dengan para polisi ini?"


00ketika mendengar kata kata ini, semua orang disana yang tadinya hening sekarang mulai heboh. orang yang datang ke bar ini adalah orang orang kaya, oleh karena itu mereka tidak takut kepada polisi dan mereka juga tidak segan untuk berteriak. ekspresi wahag polisi polisi itu berubah menjadi buruk dan pemimpinnya berkata :" kami akan menelusuri kasus ini dengan baik dan memberi penjelasan kepada kalian!" lalu dia menatap kak toba dan bertanya padanya memiliki bukti seperti apa?


00ekspresi wajah tuan Kin semakin buruk. dia ingin menahan polisi itu namun dia merasa takut juga. dia ingin menelpon untk mencari bantuan, tetapi ponselnya telah disita oleh polisi.


00aku lalu bertatapan dengan kak toba. dia berdiri dengan sangat tegap. wajahnya yang terus murung setelah kepergian Jenny itu tiba tiba berubah menjadi sadis ketika ia menatapi tuan Kin. dia mulai memberikan bukti bukti itu. hal diluar dugaanku adalah dia juga mencari pembantu rumah tuan Kin sebagai bukti selain audio dan video yang sudah dia dapatkan itu. dia menyuruh pembantu itu sebagai saksi kalau tuan Kin dan Andy melakukan bisnis narkoba dirumahnya sendiri dan dia juga memberikan banyak bukti.


00selain itu, kak toba juga membawa polisi itu mengunjungi beberapa ruangan dilantai atas yang tidak dibuka untuk umum. dari dalam ruangan itu, kak toba mendapatkan banyak jenis narkotika dan dia berkata kepada polisi kalau ini merupakan tempat tuan Kin berkumpul dengan beberapa temannya. tuan Kin biasanya tidak memberi kak toba untuk masuk kedalam ruangan itu.


00saat ini, semua teman tuan Kin pun ditangkap oleh polisi bersama tuan Kin juga. setelah mereka semua masuk kedalam mobil polisi, kak toba lalu menghisap sebatang rokok sambil memandang kepergian mobil itu.


00aku lalu berjalan mendekatinya dan berkata :" Jenny, apakah kamu sudah melihat? aku sudah membasmi bocah kejam itu."


00aku lalu bertanya kepada kak toba apa rencananya selanjutnya, dia melihat kearah bar yang sementara diblokir oleh polisi itu dan berkata :" semua usaha tuan Kin akan segera berakhir, namun aku bermaksud ingin meneruskan semua usahanya ini. beberapa tahun ini aku juga mempunyai beberapa bawahan yang kuat. aku tidak takut kalau ingin berebut dengannya."


00setelah mengatakan itu, dia lalu tersenyum kepadaku dan berkata :" apakah kamu mau ikut denganku untuk menemuituan dony yun?"


00aku bertanya untuk apa kesana? dia berkata kalau toko ini kemungkinan besar akan disita oleh negara. namun dia masih memiliki perasaan yang dalam terhadap bar ini dan juga banyak relasi yang dia bangun melalui bar ini. dia ingin bertanding dengan Claura untuk mendapatkan kekuasaan bar ini. tetapi dia tidak memiliki dana yang cukup, oleh karena itu dia terpaksa mencarituan dony yun.


00aku berkata kalautuan dony yun pasti akan membantunya dan kak toba pun tersenyum sambil berkata :" benar, lagi pulatuan dony yun tidak ingin muncul dikehidupan seperti ini lagi. aku rasa aku bisa menjadi wakilnya."


00aku langsung menelepontuan dony yun dan dia pun langsung menyuruh kami untuk menemuinya di Splendid.


00ketika sampai disana, kami pun masuk kedalam ruangan. didalam sana duduk lah beberapa pria dan wanita yang sedang bernyanyi dan minum bir.tuan dony yun duduk ditengah dan sangat jelas kalau dia merupakan pemeran penting diruangan itu. namun selain wanita yang berada disampingnya, tidak ada yang menemani nya untuk minum bir. aku tahu orang orang itu bukan tidak menghargainya, melainkan memilih untuk tidak menganggu dia.


00kehadiran kami membuat semua orang diruangan itu menjadi diam.tuan dony yun pun menyuruh kami untuk duduk disebelahnya dan semua pandangan tertuju kepada kami.


00aku pun duduk disebelahnya dan mulai mengobrol bersama dia dan kak toba. aku sangat salut kepada kak toba yang bisa bersikap stabil didepan orang kaya sepertituan dony yun. aku tidak seperti dia, aku akan merasa sangat grogi dan merendahkan diriku sendiri ketika berkumpul dengan para orang kaya seperti ini. apalagi ketika semua mata tertuju kepada kita.


00disaat ini, didepanku muncul lah sebuah tangan yang cantik. tangan itu dangat putih dan mulus. jarinya juga sangat kurus dan berkilau. kecantikkannya itu membuat setiap orang tidak tega untuk mengedipkan mata.


00" apakah tanganku indah?" telingaku mendengar sebuah suara yang indah dan aku langsung mengangkat kepalaku. aku melihat seorang wanita berwajah cantik yang memakai maskara yang tebal namun tidak norak. senyuman indah pada wajahnya itu membuat orang tergoda.


00aku menatapnya dan merasa diriku sudah tenggelam didalam pandangannya itu. aku tidak memiliki kemampuan untuk mengalihkan pandanganku lagi sekarang.


00dia berkata :" kalau kamu tidak menerima segelas bir yang aku bawakan ini, berarti kamu ingin membuatku malu."


00aku tiba tiba menyadarkan diri dan langsung menerima gelas dari tangannya lalu dengan gugup berkata :" terimakasih."


00dia tersenyum kepadaku dan tidak lagi menghiraukanku sekarang, melainkan menuangkan bir untuktuan dony yun. dia memakai pakaian cheongsam berwarna putih dan riasannya yang sederhana itu terlihat sangat cantik jika dipadukan dengan pakaiannya yang berwarna putih itu. dia tidak perlu berbicara dan tubuhnya sudah memberikan aura agar semua orang mendekatinya.


00aku menatap wajahtuan dony yun yang sedang serius berbicara dengan kak toba. aku lalu melihat wanita itu dan merasa mereka berdua sangatlah cocok.


00ketikatuan dony yun dan kak toba selesai membicarakan masalah bar itu, mereka lalu menatapku. aku langsung mengalihkan padanganku dari wanita itu karena aku khawatir kalautuan dony yun berpikir kalau aku memiliki niat yang buruk. dia lalu berkata :" Alwi, dia adalah Cinta. dia merupakan pelayan terlaris disini."


00wajah Cinta tiba tiba berubah menjadi pucat dan disaat ini dia memulihkan padangannya yang seperti tadi.


00aku seketika tidak tega kepadanya dan berkata :" kak Cinta."


00Cinta tersenyum kepadaku dan berkata :" aku pernah mendengartuan dony yun membicarakanmu dan dia sangat mementingkanmu."


00aku memandangtuan dony yun dan berkata :" terimakasih,tuan dony yun."


00keheningan yang lumayan lama....


00aku sedikit canggung dan meminum bir sambil menundukkan kepala. Cinta tidak berbicara dan aku juga tidak menemukan topik pembicaraan. aku hanya menunggutuan dony yun untuk berbicara.


00akhirnya kak toba dantuan dony yun sudah selesai berbicara dan kakek berkata :" Alwi, aku mendengar kak toba berkata kalau semua ini adalah idemu. kamu melakukannya dengan baik. aku akan berusaha membeli bar Entrance dan aku akan menyerahkannya kepada kamu dan kak toba. aku tidak akan merugikan kalian."


00aku mengangguk dantuan dony yun menyuruh kami untuk tinggal disini dan bermain. dia lalu menyuruh Cinta memanggil beberapa gadis lain untuk menemani kami. aku langsung berusaha untuk menolaknya karena pikiranku telah dipenuhi oleh Felicia. dia berkata kalau dia berhasil menandatangani kontrak, malam ini dia akan memberiku jatah. aku sama sekali tidak meragukan keberhasilannya dan aku sangat menanti nanti jatah malam ini.


00Cinta tiba tiba berkata :" apakah Alwi sudah menyukai orang lain?"


00aku sedikit terkejut dan bertanya padanya dari mana dia tahu itu? dia menataptuan dony yun lalu kembali menatapku dan berkata :" semua padangan orang yang sedang jatuh cinta itu sama saja."


00aku menataptuan dony yun dan dia sedang meminum bir. aku lalu menghela nafas dan mulai khawatir kalautuan dony yun akan meremehkan pekerjaan Cinta. sebenarnya aku sangat penasaran kenapa gadis secantik Cinta memilih untuk bekerja ditempat seperti ini?


00setelah pergi dari sini aku lalu bertanya semua keraguanku. Leo berkata :" Cinta bukanlah pelayan yang biasa. dia diatur olehtuan dony yun disini dan dia pun menjadi pelayan terlaris ditoko ini karena kecantikannya. namun dia tidak pernah melayani orang lain. siapapun yang berani menyentuhnya, maka tangan orang itu pastilah akan putus. lagipula kamu jangan meremehkan badannya yang kurus itu. kekuatannya bahkan lebih besar dibandingkan pria kekar biasanya.


00aku terkejut dan berkata :" sehebat itukah dia?"


00Leo mengangguk dan menghela nafas :"tuan dony yunlah yang bersalah padanya."


00aku ingin bertanya lagi, namun Leo melambaikan tangannya dan berkata kalau dia tidak suka membahas hal itu. oleh karena itu, aku terpaksa menyimpan semua rasa penasaranku dan menelepon Felicia. dia berkata kalau setengah jam lagi dia akan tiba di bar. aku sedikit ragu dan bertanya kepadanya apakah dia berhasil? dia tertawa dan bertanya kembali padaku :" menurutmu?"


00itu membuatku tergoda. aku berpikir kalau riwayatnya akan tamat kalau aku memilih untuk menebaknya diatas kasur.


00aku lalu pulang ke bar bersama Leo dan Leo menyuruh para temannya untuk minum bir bersama. aku menemani mereka sebentar. ketika Felicia menelepon ku, aku pun pergi keasramanya melewati pintu belakang.


00aku bergegas keasramanya dan langsung membuka pintu. aku melihat Felicia dari selah pintu dan aku langsung masuk kedalam dan memanggilnya "kak Fel". Felicia membelakangiku dan berkata :" tebak siapa aku."


00aku berkata :" kamu adalah kak Fel tercantik dihatiku."


00Felicia lalu melompat dan memelukku. badannya menempel dibadanku dan aku merasa kehangatan. bibirnya tidak sengaja menyentuh telingaku dan itu membuatku merasa geli. aku memandangnya dan dia juga memandangku sambil berkata :" jatah seperti apa yang kamu inginkan, adikku?"


00aku menelan liur dan berkata :" aku ingin kamu."


00Felicia tersenyum, dia tidak berkata boleh namun tidak berkata tidak boleh juga.aku melirik kearah kasur dan menggendongnya lalu meletakkannya dikasur. dia tidak menolakku dan berkata :" adikku, kamu sangatlah serakah. aku tidak akan memberimu segampang itu."


00aku menjilat bibitku dan aku tahu apa maksudnya. aku hanya ingin meminta sedikit jatah saja.


00ketika aku ingin menciumnya, ponselku tiba tiba berdering dan ini merupakan sms dari nomor yang tidak dikenal :" pak Alwi, silahkan ambil paketmu dibawah, ini merupakan barang yang penting."


00aku lalu menyuruh Felicia untuk menungguku dan aku turun kebawah untuk mengambilnya. pengirim paket itu berkata :" bang, pengirimnya menyuruhmu untuk melihatnya dulu baru naik keatas."


00aku melihat bungkusan kecil itu dan berpikir ini sepertinya bukan merupakan bom, seharusnya tidak apa apa kalau aku melihatnya sebentar kan? aku pun mulai membuka bungkusan itu dan ada beberapa foto didalam....


00foto itu membuatku terkejut dan keringat mulai membasahi tubuhku.


00

BAB 79

BERIKAN KEPADAKU


00aku melihat beberapa foto itu berulang dan didalam foto itu terdapat seorang gadis yaitu Felicia.


00Felicia terlihat sepeti orang yang berbeda didalam foto itu, dia kelihatannya sangat serius dan merupakan seorang wanita yang memiliki derajat yang tinggi. namun ini bukanlah poin penting, poin terpenting adalah Frans juga berada didalam foto ini dan dia sangat menghormati Felicia.


00contohnya foto ini, didalam foto ini Felicia sedang berbicara dengan seseorang dan aku tidak bisa melihat wajah pria itu karena dia membelakangiku. Frans berdiri dibelakang Felicia sambil menunduk dan kelihatannya seperti seorang bodyguard.


00foto selanjutnya adalah Frans menuangkan air minum untuk Felicia. foto selanjutnya lagi adalah Frans membuka pintu untuk Felicia. foto terakhir adalah foto yang membuatku paling terkejut. Felicia bahkan turun dari dalam mobil Frans dan Franslah yang membuka pintu mobil untuknya.


00tanganku mulai bergetar dan hatiku mulai kacau. namun aku tidak bodoh, dari beberapa foto itu aku bisa lihat kalau Frans sangatlah menghormati Felicia.


00yang aku ketahui, Frans merupakan mantan kekasih Felicia, Frans berulang kali menyakiti Felicia dan kenapa hal seperti ini bisa terjadi sekarang? apakah mereka berpura pura selama ini? apakah mereka selama ini membohongiku?


00bagimana mungkin? Felicia begitu baik kepadaku dan dia sangatlah polos. dia berulang kali menolongku dan berlutut kepada Claura demi aku. bagaimana mungkin dia membohongiku?


00berpikir semua ini, aku terus memandang foto itu dan terus berpikir. aku tidak bisa menyalahkan Felicia hanya berdasarkan beberapa foto ini. mungkin saja foto ini merupakan foto editan. ada orang yang ingin merusah hubunganku dengan kak Fel?


00aku semakin merasa kalau ada yang ingin melakukan itu. aku berpikir kalau tidak ada yang boleh merusak hubungan kami. aku baru saja ingin bertanya kepada pengantar itu siapa pengirim foto ini, namun dia sudah pergi.


00aku langsung menelepon Leo dan apakah dia tahu dari mana foto ini berasal? dia bilang dia sedang menghadiri sebuah acara dan aku menyuruhnya langsung kesini.


00ketika Leo sampai, aku memberikan semua foto itu dan wajahnya berubah ketika melihat itu semua :" ayuk, aku akan membawamu menemui temanku."


00aku mengangguk dan disaat ini aku menerima panggilan dari Felicia. meskipun aku belum bisa memastikan keaslian foto itu, namun aku memiliki sebuah perasaan yang aneh untuk mengangkat teleponnya.


00aku pun mengangkat telepon itu dan berkata kepadanya kalau aku ada masalah mendadak. dia pun berkata :" tidak kebetulan sekali. padahal aku baru saja selesai mandi dan memakai baju tidur yang khusus aku sediain untukmu. sepertinya kamu tidak bisa melihatnya lagi sekarang."


00suaranya sangatlah lemas dan sengaja untuk membuatku merasa sedih. kalau dulu, aku mungkin akan langsyng pergi mencarinya. namun sekarang aku tidak memiliki rasa apalagi. aku hanya berkata "tidak apa apa, masih ada hari lain." aku lalu menutup telepon itu.


00setelah itu, aku lalu masuk kedalam mobil Leo. aku meremuk foto itu dan merasa sangat panik. aku sangatlah susah mempercayai orang lain dan Felicia merupakan salah satu orang yang aku percayai sepenuhnya dan juga merupakan wanita yang aku sayangi. kalau aku tahu dia sedang membohongiku, aku tidak akan bisa menerima semua itu.


00aku tidak berkata apapun sepanjang perjalanan dan setelah setengah jam berlalu, kami pun sampai disebuah studio foto. aku mengetuk pintu dan dari dalam terdengar sebuah suara yang bertanya siapa kami. Leo langsung masuk dan aku pun mengikutinya. Leo lalu berkata :" Jeve, ini aku."


00seorang pria yang sedang memandang komputer itu tiba tiba melompat dan berlari kearah Leo, dia lalu memeluknya dan dengan senangnya berteriak :" Leo..."


00Leo lalu menjauh darinya dan tidak mengizinkan Jeve untuk mendekatinya lalu berkata :" bantu temanku untuk memastikan keaslian foto ini."


00aku lalu memberikan foto itu kepada Leo. Jeve pun merebut foto itu dan terkejut sambil berjalan kearah komputernya dan berkata :" gadis ini sangat cantik. siapa dia?" dia lalu menatapku dan bertanya "pacarmu?"


00aku mengangguk dengan ragu dan Leo menyuruhnya untuk tidak banyak cakap. siapa sangka kalau Jeve akan mengembalikan foto itu padaku dan berkata :" aku tidak perlu memastikannya lagi. dari foto ini, aku bisa langsung memastikan kalau foto ini adalah asli dan bukan editan. tidak ada masalah apapun difoto ini."


00foto foto ini adalah asli?


00Leo menatapku dan menyepak Jeve :" cek dengan pasti!"


00Jeve mengelus bokongnya dan mengambil kembali foto itu dari tanganku. tidak lama kemudian, dia mengscan foto itu dan berkata :" apakah kalian sudah lihat, kalau foto ini merupakan editan, pastilah ada sebuah tulisan PS diujung foto ini. namun foto ini tidak ada. berarti ini merupakan foto asli."


00harapanku sudahlah hancur. Jeve menatapku dengan kasihan :" teman, kamu jangan terlalu sedih. aku lihat pacarmu tidak memiliki hubungan apapun dengan pria itu. mungkin kamulah yang berpikir terlalu banyak."


00aku memandang foto itu dengan penuh ketakutan. Jeve lalu memperlihatkan foto yang terdapat 3 orang didalamnya itu. aku semakin merasa tidak asing pada pria yang ada didalam foto itu.


00" apakah foto ini bisa diperbesar?" kataku.


00Jeve lalu memperbesar foto itu dan berkata :" foto ini diambil beberapa bulan yang lalu, kenapa kamu baru melakukan tes sekarang?"


00aku fokus pada leher pria itu dan terdapat sebuah tahi lalat yang menyerupai bentuk love dilehernya. aku mengenal tahi lalat itu. temanku yang mengenaliku dengan Claura juga memiliki tahi lalat yang sama persis....


00apakah kebetulan?


00aku seketika memiliki pemikiran yang menakutkan. aku melihat kalau difoto itu ada tertera waktu. dan sudah beberapa bulan yang lalu.


00tadinya aku terlalu panik dan tidak memperhatikan itu. kalau aku menghitung waktu foto ini, waktunya hampir berdekatan dengan waktu dia mengenaliku dengan Claura.


00apakah semenjak pria itu mengenaliku dengan Claura sampai aku mengenali Felicia semua merupakan sebuah rencana?


00tetapi, apa tujuan mereka? aku hanyalah seorang manusia rendahan. apakah aku begitu berharga bagi mereka?


00Leo berkata :" yang memotret foto ini pastilah memiliki rencana. siapa dia?"


00aku terdiam sebentar. benar, siapa yang memotret foto ini? dia pastilah memiliki rencana yang main makanya mengirim foto ini kepadaku. ini mungkin berkaitan dengan rencana Felicia.


00memikirkan ini, tiba tiba benakku terpikir akan seseorang, yaitu Jessi.


00aku memikirkannya bukan karena hal ini berhubungan dengannya melainkan aku mulai penasaran apakah dia menolongku karena penasaran juga/ apakah dia dan Felicia memiliki tujuan yang sama? kalau tidak kenapa dia membantuku?


00tetapi, rahasia apa yang aku kerahui? aku mulai memikirkan itu. aku lahir disebuah keluarga biasa dan ayahku sudah meninggal sebelum aku lahir. ibuku dan ayah tiriku lalu melahirkan adikku. setelah itu ayah tiriku juga meninggal karena pekerjaan. ketika aku berumur 16 tahun, ibuku meninggal karena sakit. semenjak itu, aku hanya hidup berdua bersama adikku.


00aku tidak bisa memikirkan apapun. apa yang bisa membuat mereka menghabiskan banyak waktu kepada aku yang merupakan orang biasa ini.


00Leo lalu menepuk pundakku dan bertanya apa yang aku pikirkan? aku pun menyadarkan diri dan mengambil foto itu lalu berkata :" tidak ada apa apa, ayuk pulang."


00aku pun pulang ke bar bersama Leo. sebelum masuk, dia berkata :" Alwi, Felicia tidak sesederhana itu. kamu harus hati hati dan jangan membuatnya ketahuan kalau kamu sudah tahu hal ini."


00aku mengangguk dan kembali kedalam kantor lalu mengunci foto itu didalam laciku. setelah itu aku lalu pergi ke kamar Felicia. aku tahu meskipun aku bertanya padanya, dia juga tidak akan berkata kepadaku. namun aku boleh menelusurinya....


00aku mengetuk pintu kamarnya dan dia langsung membuka pintu. dia lalu tersenyum dan berkata :" kenapa kamu masih kesini sudah larut malam begini? dasar genit."


00aku melihatnya dan aku merasa sangat sakit hati ketika mengingat bahwa semua hubunganku dengannya, momen ketika kami ciuman dan berpelukan adalah palsu.


00Felicia bertanya dengan aneh :" kenapa kamu menatapku? aku malu." setelah mengatakan itu, dia mengibaskan rambutnya dan memamerkan pundaknya yang mulus itu. dia berkata :" kelakuan mu seperti ingin memakanku."


00seketika aku emosi dan berpikir kalau aku sangatlah menyukaimu kenapa kamu bisa membohongiku? apakah kamu merasa ini menarik? apakah kamu merasa bangga kalau aku suka padamu hingga berlebihan?


00aku semakin emosi dan langsung menggendong Felicia dan menyepak pintu kamarnya. aku lalu membuangnya dikasur lalu memeluknya dengan erat dan merobek roknya.


00disaat ini aku baru sadar kalau dia memakai sebuah rok tidur yang sangat seksi. namun itu masih sangat tertutup. aku lalu menelan lidahku dan mulai merasakan panas pada tubuhku ketika memandang sekujur tubuhnya yang seksi itu.


00aku mencium wajahnya dan berkata :" aku akan memakanmu hari ini!"


00awalnya Felicia masih tertawa dan ketika kami saling bertatapan, dia mulai sadar kalau aku tidak lagi bercanda dan dia ketakutan lalu berkata :" adik, kamu... kamu kenapa tega melakukan ini dengan kakakmu? kalau kamu begini, aku akan membencimu."


00aku tidak menghiraukannya dan langsung menggigit badannya. dia kesakitan dan berkata :" adik, tenanglah!"


00aku berkata bukankah kamu menyukaiku? berikan kepadaku ya? kalau kamu berikan kepadaku, aku akan berkelakuan baik kepadamu seumur hidup."


00disaat ini, benakku hanya ada niat yang jahat. yaitu aku bisa percaya kalau dia tidak membohongiku jika dia memberikannya kepadaku. karena aku tahu dia tidak akan menjadikan dirinya sebagai bahan candaan. kalau masalah tentang foto, aku boleh menganggap aku tidak pernah melihatnya.


00aku benar benar menyukainya. aku sangat ingin hidup dengan dia selamanya. dia adalah ratuku. namun kenapa dia ..... tega membohongiku?

BAB 80

BEKERJASAMA DENGAN MAWAR


00apa rasanya jika dibohongi oleh orang yang kamu sayangi? rasanya seperti hatimu ditusuk oleh pisau yang panas dan sakitnya membuatmu hampir gila.


00disaat ini aku sedikit mengerti apa yang dirasakan Claura.


00wajahku tiba tiba ditampar dan kesakitan itu membuatku tersadar dari kegilaanku. disaat ini aku sabar kalau semua pakaian Felicia sudah hancur dibuat olehku. hampir semua bagian tubuhnya sudah terlihat dan wajahnya banyak bekas gigitan. bibirnya juga sudah robek digigit olehku. wajahnya yang dipenuhi senyuman itu sudah berubah menjadi penuh amarah dan kekecewaan.


00aku lalu melompat dari kasur dan Felicia pun menatapku sambil berkata :" adikku, apa yang terjadi padamu sebenarnya?"


00aku tertawa namun hatiku sedang menangis ternyata dia jago berpura pura.


00Felicia memegang tanganku, namun aku menghempaskan tangannya.


00dia menatapku dengan terkejut dan berkata:" adikku, apakah kamu marah? aku bukan tidak ingin memberinya padamu. hanya saja semua orang tidak akan menghargai barang yang ia dapatkan dengan mudah. kalau kamu benar benar menyukaiku, bersabarlah." setelah mengatakan itu, dia melototiku dan kembali berkata :" ataukah kamu cuman suka pada fisikku dan tidak bisa sabar? kalau begitu, aku tidak akan menghiraukanmu lagi."


00aku menatap setiap ekspresinya dengan detail dan mendengar semua kata kata yang diucapkannya. aku merasa jijik. mungkin aku akan minta maaf kepadanya jika ia berkata seperti itu pada waktu dulu. mungkin juga aku akan merasa aku lah orang yang paling bahagia karena dia juga menyukaiku.


00hal apa yang lebih bahagia dari orang yang kamu sukai juga menyukaimu?


00namun, aku ketakutan mendengar perkataannya tadi.


00aku menggepalkan tanganku dan menahan semua emosiku lalu berkata :" maaf, kak Fel. pikiranku sangatlah kacau. aku pergi duluan."


00aku lalu meninggalkan kamarnya dan berlari ke lantai 1. aku lalu masuk kedalam bar dan minum beberapa gelas bir. lalu perlahan mulai merasa tenang.


00aku mengingat sebuah hal dan merasa kalau Felicia sedang mengontrolku menggunakan kecantikannya demi tujuannya itu. aku harus memikirkan apa yang sedang mereka rencanakan dan menunggu hari dimana dia mengakui semua itu.


00pastinya aku tidak boleh duduk diam. aku harus melakukan sesuatu. setidaknya aku harus mencari tahu dengan jelas Frans berdiri dipihak mana.


00Leo lalu menepuk pundakku dan aku menyadarkan diri. dia bertanya padaku tidak apa apa kan? aku menggelengkan kepala dan berkata tidak ada apa apa. aku juga menyuruhnya untuk menjaga rahasia ini.


00Leo mengangguk dan bertanya apakah mau pergi ke tempat kak toba untuk minum bir? aku menatap kearah kak toba dan dia sudah sedikit mabuk dan sedang tertawa bersama teman temannya. dia sudah berapa lama tidak tertawa seperti itu?


00amarah hatiku perlahan hilang ketika memikirkan Jenny. seberapa sakitnya hatiku, ini tidak sebanding dengan kak toba yang kehilangan adiknya. dan juga ini tidak sebanding dengan semua kelakuan ayah angkatnya kepada dirinya. dia tidak nangis dan terus berjalan kedepan. apa hakku untuk bersedih sini sekarang?


00setelah memikirkan itu, aku lalu meletakkan bir itu dimeja dan berkata :" sh*t, perempuan itu layaknya sebuah baju. kalau rusak tinggal diganti saja. untuk apa aku bersedih!"


00setelah mengatakan itu, perempuan disekitarku memandangku. mereka semua memakai pakaian yang seksi dan juga merias diri dengan norak untuk mencari pasangan disini. ada hak apa mereka menatapku?


00setelah itu, semua perempuan itu pun pergi. seorang wanita lalu memarahiku "kampungan". aku tertawa mendengar itu.


00Leo bertanya kenapa aku tertawa? aku berkata :" beberapa pelacur ini meremehkanku. menurutmu kenapa orang hebat seperti Felicia bisa menyukaiku? aku baru sadar bahwa otakku sudah lah rusak. mungkin aku harus berkaca dulu."


00setelah mengatakan itu, aku meminum segelas bir dan tersedak hingga mengeluarkan air mata.


00hari kedua, aku tertidur hingga jam 2 sore. ketika bangun, aku latihan boxing yang diajari oleh Leo kepadaku. aku lalu memesan makanan untuk makan siangku, setelah itu aku lalu menelepon adik perempuanku. aku berkaya kepadanya kalau aku sudah memiliki uang yang cukup untuk membawanya berobat pada liburan musim panas kali ini.


00adikku tidak begitu senang dan malah bertanya :" abang, hal jahat apa yang kamu lakukan. kenapa kamu bisa memperoleh banyak uang?"


00aku lalu berkata sambil tertawa :" dasar bodoh, apakah kamu tidak jelas pada abangmu sendiri? aku juga tidak ingin membuat adikku merasa malu."


00adikku pun tertawa dan berkata :" abang, kamulah yang mengatakan itu. kamu tidak boleh melakukan hal jahat karena aku. kalau begitu, aku rela untuk tidak berobat."


00mendengar ini, aku tiba tiba lemas dan memarahinya :" dasar bodoh. jangan berkata sembarangan." aku lalu menyuruhnya untuk menjaga kesehatannya sendiri dan langsung berkata kepadaku jika ada yang tidak nyaman.


00setelah menutup telepon, aku langsung menelon kak toba dan bertanya dimana dia? dia bilang dia sedang sedang menghajar beberapa bocah jahat. aku lalu berkata :" ayuk minum bir di bar Change malam ini."


00kak toba lalu berkata :" bar Change? bukankah itu tempat kekuasaan Claura?"


00aku berkata :" iya, itu merupakan bar baru yang dimiliki oleh Claura. bar itu bisa dibilang bar yang lumayan ramai pengunjung diarea itu karena dekat dengan perguruan tinggi dan dibuka umum untuk mahasiswa. bahkan didalam sana juga terdapat sebuah tempat berjudi dan dibuka bebas untuk semua orang. cara berjudi disana juga sangat banyak jenis."


00" tempat itu terkenal akan keberagaman permainan judinya. pendapatan perbulannya tidak pernah kurang dari 80juta dulunya bar itu dikelola oleh bawahan pemilik bar itu. namun bawahannya menghianati bosnya sendiri. dua bulan yang lalu, bar itu hancur dan Claura yang mengontrol semua kondisi disana. pada akhirnya pemilik bar itu memberi kekuasaan bar ini kepada Claura karena ingin berterimakasih kepadanya."


00kak toba sedikit salut dan berkata :" Alwi, kenapa kamu tahu semua ini?"


00aku melihat beberapa dokumen yang ada dimeja kerjaku dan berkata :" semalam bawahantuan dony yun mengantarkan beberapa dokumen kepadaku. dokumen itu berisi tentang semua bar milik Claura dan aku sudah tidak asing lagi sekarang. aku akan memberitahumu hal yang menarik. 3 diantara 8 bar miliknya merupakan hasil rebutannya dan 5 lainnya merupakan pemberian pemilik bar itu sendiri larena Claura membantu mereka pada saat kondisi yang berbahaya."


00kak toba berkata dengan cuek :" apakah ada hal yang kebetulan seperti itu?"


00Claura memiliki niat yang jahat, rencana yang buruk. semua bos besar itu pasti takut padanya. hal yang tidak aku sangka adalah dia bisa membuat semua pemilik bar itu hidup dengan tidak nyaman. ini bisa membuktikan kalau kemampuannya sangatlah tinggi.


00kak toba lalu berkata :" aku tidak memperdulikan itu, aku hanya ingin membuatnya mati!"


00aku berkata :" baiklah, malam ini kamu harus membawa beberapa teman kesana. kamu tidak usah kesana dan biarkan saja mereka pergi. atur lah lebih banyak orang dan hati hati agar tidak ketahuan."


00kak toba bertanya kepadaku kenapa? aku berkata aku ingin menjumpai seseorang dan membicarakan sesuatu. setelah itu aku akan mengundang Claura bertemu di bar itu. aku sudah menahan lama semua ini. dan ini merupakan saat yang tepat untuk meminta sedikit keuntungan padanya.


00kak toba tidak bertanya lagi dan langsung menutup telepon lalu bergegas pergi kesana.


00aku lalu menelepon Leo. selain dia, Endy dan Dido, beberapa bawahan lain aku sisakan di bar. aku juga telah mengatur beberapa bawahan untuk pergi duluan ke bar Change.


00setelah tersisa Leo dan mereka berdua yang menemaniku, aku lalu menelepon Mawar.


00Mawar mengangkat teleponku dengan cepat. suaranya sangatlah lembut dan bertanya padaku apakah ada hal penting? aku berkata :" tante, aku ingin menjumpaimu ditempat lama."


00aku mengira kalau Mawar akan ragu, namun dia menyetujuiku dengan cepat.


00setelah aku sampai beberapa saat, Mawar pun tiba. dia hari ini sangatlah cantik. dia mengikat rambutnya dan memakai cheongsam pendek berwarna hitam dan hijau. kakinya yang panjang dan mulus itu sangat indah jika dipadukan dengan pakaiannya itu. itu sangatlah menggoda.


00dia duduk diseberangku dan sedikit panik. wajahnya sedikit merah dan jarinya sedikit bergetar.


00jujur saja, meskipun aku tahu aku tidak boleh menyukai dia, namun hatiku tetaplah tersentuh melihat kecantikannya.


00aku berkata :" tante, kedatanganku hari ini karena ingin membicarakan kerja sama denganmu."


00dia mengangguk dan sedikit kecewa lalu berkata :" katakanlah."


00aku berkata :" apakah kamu tidak ingin Claura berjalan dijalan seperti itu? aku bisa membantumu. namun kamu harus bekerja sama denganku."


00Mawar seketika bersemangat dan bertanya padaku apa yang harus dia lakukan. aku memandang sekelilingku dan berkata :" mungkin harus membebanimu sebentar karena aku ingin mengikatmu."


00Mawar sedikit terkejut dan berkata :" apakah kamu ingin menggunakanku untuk mengancam Claura? tidak, kalau Claura tahu aku bekerja sama denganmu untuk membohonginya, dia akan sangat marah."


00aku berkata :" jika kamu tidak ingin melakukannya, aku juga tidak bisa membantumu. seharusnya kamu tahu kalu Claura sekarang layaknya seperti orang gila. tante, aku akan berkata jujur padamu. kalau bukan karena kami pernah menjadi pasutri, aku tidak mungkin akan membantumu. dia sekarang melakukan kesalahan, kalau aku tidak menariknya keluar, dia akan melakukan kesalahan yang lebih dalam. ini tidak akan memiliki akhir yang baik."


00aku menceritakan semua ini dengan serius dan membuat Mawar ketakutan. dia lalu bertanya apakah itu benar? aku berkata kamu boleh bertanya kepada Claura jika tidak percaya.


00wajah Mawar menjadi pucat dan berkata :" anak yang suka khilaf!"


00melihat Mawar yang sudah percaya, aku lalu berkata :" tante, ada yang belum aku katakan kepadamu. aku mungkin akan menjadi penanggung jawab kota NanJing. aku menarik Claura keluar dari bidang ini karena ingin menyisakan sebuah jalan kehidupan buat dirinya. kalau tidak nantinya dia akan menjadi musuhku. disaat itu bagaimana aku melawannya?"


00mawar menatapku dengan pandangan yang asing. aku lalu berdiri dan menepuk tangannya sambil berkaya :" tante, aku tidak akan mencelakaimu."


00Mawar menatapku dengan pandangan yang bercampur dan menghela nafas :" baiklah, aku menyetujuinya."


00aku tersenyum dan bergegas pergi mengambil tali sambil berkata :" kalau begitu, aku akan melakukannya." setelah itu aku mulai mengikatnya. ketika mulai melilit bagian dadanya, aku sengaja melilitnya agak kuat dan sekujur tubuhnya bergetar. aku melilit semua tubuhnya dan tidak sengaja menyentuh pelan punggungnya. meskipun dibalut dengan kain yang tipis, aku masih belum rela untuk melepas sentuhanku.


00rasa malu Mawar berubah menjadi marah dan berkata :" belum siap kah?"


00aku merasa malu dan berkata :" tante, maafkan aku. aku tidak memiliki pengalaman yang cukup untuk mengikat orang."


00wajah Mawar semakin merah ketika mendengar perkataanku. aku tidak tahu wajahnya memerah karena marah atau merasa malu, namun ekspresinya sekarang lebih menggoda......


BAB 81

AKU TIDAK TAKUT PADAMU


00aku menelan liurku ketika melihat wajah Mawar yang cantik itu. namun aku menahan semua nafsu agar dia tidak membenciku. aku harus tahu kalau aku masih membutuhkannya sekarang dan ini bukanlah waktu yang tepat untuk bertengkar dengannya.


00aku berkata :" sudah. tante, beberapa waktu ini akan sedikit membebanimu. aku akan menyuruh temanku untuk melindungimu."


00Mawar sedikit panik dan menatapku sambil berkata :" kamu tidak tinggal disini untuk menemaniku?"


00setelah mengatakan itu, dia mungkin merasa kalau dirinya salah mengucapkan sesuatu dan menggigit bibirnya sendiri lalu kembali berkata :" aku cuman mengenalmu. temanmu itu orang seperti apa? aku tidak mengetahuinya. lagipula apakah kamu tidak takut kalau temanmu mencelakaiku?"


00terlihat wajah yang penuh kemaluan layaknya seperti seorang gadis berumur 20an dari seorang wanita berumur 40an. didalam ekspresi wajahnya juga terkandung beberapa unsur dewasa dan itu kelihatannya sangat menggoda. wanita ini sangatlah mantap.


00aku menatap kearah Endy dan Endo lalu berkata :" teman, aku akan menyerahkan tante Mawar kepada kalian. dia adalah orang yang aku hormati. aku harap kalian menjaganya dengan baik."


00mereka berdua menatapku dengan mata genit dan Endy pun berkata :" Alwi, tenanglah. kami tidak akan mencelakainya."


00mendengar ini, aku lalu menatap Mawar dan sadar kalau mukanya kembali memerah. dia lalu menatapku dengan malu dan berkata :" suruh mereka untuk tidak bicara sembarangan."


00pandangannya itu membuatku tergoda dan dia merupakan senior dalam bidang ini. semua orang akan terlena pada pandangannya yang penuh godaan itu.


00aku lalu keluar dan kembali berkata kepada mereka berdua :" kalian tidak boleh tidak sopan kepadanya."


00setelah itu aku lalu pergi. setelah keluar, aku menatap diriku yang ada pada kaca dan aku sedikit tersenyum. dulunya aku tidak berani menatap Mawar, namun sekarang semua sudah berbeda. aku berani menatapnya sambil tersenyum. haiz. semua manusia pasti bisa berubah.


00Leo berkata :" bukankah wanita ini baik? kenapa dia bisa melahirkan wanita sekejam Claura?"


00membahas ini, aku tiba tiba merasa penasaran pria mana yang bisa mendapatkan Mawar yang mentel itu?


00setelah naik kedalam mobil, aku lalu menelepon Claura dan dia mengangkatnya dengan cepat. aku tidak memberinya kesempatan untuk berbicara dan langsung berkata :" aku akan menunggumu di bar Change setengah jam lagi. sampai jumpa."


00Claura lalu berkata dengan cuek :" untuk apa aku harus menemuimu?"


00aku berkata :" karena aku adalah mantan suamimu!" setelah itu aku tertawa dan bertanya :" apakah kamu tidak berani menemuiku? kenapa? khawatir kalau kamu akan kembali jatuh cinta padaku? atau khawatir aku akan mengacaukan bar mu? atau kamu khawatir kalau kamu memiliki akhir yang sama dengan tuan Kin?"


00aku tahu kalau semua perkataan itu akan berhasil menentang perempuan seperti Claura. mendengar semua ini, Claura lalu berkata dengan marah :" apa yang tidak berani aku lakukan? Alwi, apakah kamu cari mati? sepertinya aku harus membuatmu mengetahui jelas kemampuan aslimu."


00Claura pun mematikan telepon dan aku menghela nafas lalu meletakkan ponselku. telapak tanganku kini sudah dibasahi oleh keringat. Leo memberiku sebotol air dan aku mengatakan terimakasih kepadanya. aku meminum setengah botol air itu dan bersandar dikursi mobil sambil berkata :" sebenarnya aku sangat takut pada Claura. bagiku, dia layaknya sebuah gunung besar yang tidak dapat aku langkahi. dulunya aku pernah berpikir untuk mengelilingi gunung besar ini dan mencari tempat yang tenang untuk tinggal selamanya disana. namun aku menyadari kalau ada jenis orang yang


00tidak akan melepaskanmu kalau kamu sudah mengganggunya. kalau sudah begitu, apa yang bisa dilakukan lagi? hanya bisa melawannya!"


00Leo berkata :" kamu hebat. tenang saja, kami akan membantumu melangkahi gunung itu meskipun itu sangatlah sulit."


00aku lalu tersenyum dan berkata :" untung saja ada kalian. kalau tidak aku pastilah berlutut didepan Claura setiap hari dan akan hidup dengan tanpa kehormatan didunia ini."


00namun aku sakit hati bukanlah karena hal hal ini, melainkan semua hal ini merupakan rencana dari wanita yang aku sukai. Felicia lah yang membuatku merasakan semua kemalangan ini. apakah dia memiliki rasa bersalah pada dirinya sendiri ketika melihatku dihujat oleh Claura dan berlutut didepan Claura?


00aku lalu memejamkan mataku dan mulai merencanakan apa yang ingin aku lakukan pada malam ini.


00.........


00bar Change dekat disebuah universitas. namanya saja universitas, namun ini merupakan sebuah universitas abal abalan. semua mahasiswa didalam universitas ini tidaklah beres. hanya terdapat beberapa mahasiswa saja yang belajar dengan baik. rata rata mahasiswa universitas ini datang kesini hanya untuk menghabiskan uang orang tuanya dan menikmati kehidupan disini.


00aku pun sampai di bar Change. ketika aku turun dari mobil, aku menelepon Toba. ketika kami bertemu, kami pun masuk kedalam bersama.


00bar Change terdapat dua lantai. rata rata pengunjung lantai 1 adalah para mahasiswa dan lantai dua adalah sebuah tempat seks liar. tempat berjudi berada diruang bawah tanah.


00ketika aku masuk, aku melihat kalau Claura sudah duduk disana. pencahayaan disana sangatlah gelap, namun itu tidak menutup semua aura yang dimiliki olehnya. dia memakai pakaian hitam dan rok jeans yang mini. dia memakai sepatu hak tinggi dan duduk sambil melipat kakinya. dia juga menggoyang goyangkan segelas anggur merah. disebelahnya duduklah beberapa pria yang sangat menghormatinya. sayangnya Claura tidak menghiraukan mereka semua sama sekali.


00didekat tempat duduknya ada 2 orang bodyguard yang sedang menjaga jaga. bodyguard itu sedang menahan beberapa pria genit yang ingin mendekati Claura. jika dulunya dia menemukan kondisi seperti ini, dia pastilah sudah menghajar semua priaitu. namun kali ini dia sepertinya sangat menikmati semua kelakuan pria itu.


00melihat diriku, Claura tersenyum sambul menyicipi anggur merah itu dan berkata :" aku kira kamu akan membawa sekelompok orang untuk menghancurkan tempat ini. kenapa? kamu tidak takut kalau aku menghajar kalian?"


00aku tidak menghiraukannya dan melihat seorang pria gemuk duduk disebelahnya. aku pernah melihat dokumen tentang pria ini. dia adalah pemilik bar ini. aku lalu mengulurkan tanganku dan berkata :" halo, bos Xiau. namaku adalah Alwi. kedatanganku hari ini adalah untuk membicarakan kerja sama denganmu. aku berharap kalau kamu memberikan kekuasaan atas bar milikmu ini kepadaku."


00melihat aku yang menghiraukannya, Claura semakin marah dan bos Xiao berkata :" apa apaan ini? pergilah dari sini!"


00aku menatap Claura dan berkata kepada bos Xiau :" bos Xiau, apakah kamu bermaksud menolakku?"


00bos Xiau lalu menyuruh kami pergi! Claura lalu tertawa dan tawaannya semakin terlihat menyeramkan karena lipstik merah yang dia pakai itu.


00kalau bukan karena aku percaya diri, aku pastilah sudah lari ketika melihat tawaan itu.


00Claura lalu berkata dengan cuek :" dia telah menolakmu, apa yang kamu inginkan?"


00aku mengambil anggur merah dar tangannya dan meminumnya. setelah itu aku lalu menghancurkan gelas itu dan berkata :" aku akan menghajarnya hingga dia menyetujuiku!"


00semua bawahanku yang berpura pura menjadi pelanggan itu berdiri ketika aku menjatuhkan gelas itu dan mereka pun berteriak "bang Alwi"! aku berkata :" mulailah!"


00" baik!" mereka menjawabku dengan serentak dan disaat ini aku menjadi pusat perhatian semua orang disana.


00bawahanku mulai menghancurkan bar itu dan musik disana pun terhenti. semua pelanggan disana ketakutan dan kabur keluar.


00kedua bodyguard Claura ingin menangkapku namun mereka ditahan oleh Leo dan Toba. namun kedua bodyguard itu lumayan hebat. Leo dan Toba tidak bisa melawannya hanya dengan satu pukulan.


00aku khawatir kalau Claura akan menghajarku dan aku pun memilih sebuah tempat yang agak jauh lalu duduk disana. semua pelanggan bar itu sudah lari dan pintu pun telah dikunci. sekarang bawahanku sedang bertengkar dengan satpam bar ini. namun ini sangat jelas kalau kami akan menang.


00bos Xiau mulai panik dan ingin menelepon polisi. aku lalu menunjuk keatas dan ke ruang bawah tanah. wajahnya sangatlah pucat dan terpaksa meletakkan ponselnya kembali.


00semua hal yang ada di bar ini adalah ilegal. meskipun dia memiliki orang dalam, namun dia tidak bisa sepenuhnya mengakali semua ini. oleh karena itu, dia tidak berani melapor kepada polisi karena takut mencelakai dirinya sendiri.


00Claura seketika bertepuk tangan dan berkata :" baik, baik, baik." dia kembali berkata :" Alwi, akulah yang telah meremehkanmu."


00aku berkata :" terimakasih atas pujianmu."


00Claura lalu berkata :" meskipun kamu mengacaukan bar ini, apakah kamu yakin kalau kamu bisa merebut kekuasaan bar ini dari tanganku? apakah kamu percaya kalau aku akan menghajarmu hanya dengan 1 telepon?"


00disaat ini, Leo dan Toba sudah mengalahkan kedua bodyguard itu dan kembali berdiri disampingku. aku lalu berkata dengan penuh semngat :" aku takut. aku sangat taku. tolong jangan melakukan itu."


00"apakah kamu rasa kalau aku akan mendengarmu?" kata Claura sambil mengeluarkan ponselnya.


00aku lalu merebut ponselnya dan menangkap tangannya lalu menatapnya sambil berkata :" kita boleh berdiskusi berdua."


00ketika mengatakan itu, dia menghempaskan tanganku. aku lalu mengikutinya dan kami pun memasuki sebuah ruangan. ketika masuk, dia lalu menarik lenganku dan menghantam pundakku dengan kuat lalu membantingku kelantai.


00setelah itu dia memijak perutku sambil berkata :" bodoh, apakah kamu terlalu berani hingga mencariku berbicara berdua sekarang?"


00aku lalu memandang kakinya sambil menggigit bibirku dan berkata :" apakah kamu tahu? wanita yang memakai rok sama saja seperti dia tidak memakai apa apa didalam mata pria. apalagi jika dilihat dari bawah."


00hal yang tidak aku sangka adalah Claura berkata :" dasar sampah. aku akan membiarkan mu memandangnya. kalau tidak kamu tidak memiliki kesempatan lagi."


00aku berkata :" apakah kamu pernah memikirkan kenapa aku tidak takut padamu?"


00dia tidak berkata apapun. aku lalu berkata dengan cuek :" ibumu ada padaku, apakah kamu ingin melihatnya?"


BAB 82

MEMBUAT CLAURA MENDERITA


00ekspresi wajahnya sedikit berubah ketika mendengar kalau ibunya ada padaku dan menyepakku sambil berkata :" kamu berani menyekap ibuku?"


00dia menyepakku dengan kuat dan membuatku merasa sangat kesakitan. aku lalu berkata :" kamu bisa menggunakan adikku untuk mengancamku, kenapa aku tidak boleh menggunakan ibu mu untuk mengancamu juga? kamu kira kamu raja?"


00dia lalu bertanya dengan cuek :" dimana ibuku?"


00aku berkata :" tunggu." aku lalu mengeluarkan ponselku dan melakukan panggilan video dengan Endy. dalam waktu yang cepat, layar ponsel itu sudah menampilkan wajah Mawar. Mawar sangat mengerti kondisi dan langsung berkata :" Alwi, tante tidak jahat kepadamu kan? kenapa kamu melakukan ini pada tante?"


00Claura lalu merebut ponselku dan dengan panik memanggil ibunya. Endy lalu memutuskan panggilan itu. Claura lalu membanting ponselku dan membuatku sangat sakit hati. ketika aku ingin mengambil ponsel itu, dia kembali menyepak pinggangku dan menjambak rambutku. dia menarikku hingga berdiri lalu dengan kuat menyepak perutku menggunakan lututnya.


00aku merasa kalau perutku tidak bisa menahan pukulannya lagi dan menyuruhnya untuk menghentikan itu. namun aku kembali dibanting kelantai. sh*t, benar benar gila. kalau tubuhku lemah, mungkin aku sudah mati sekarang.


00Claura lalu meletakkan sebuah pisau pada leherku dan berkata :" lepaskan ibuku, kalau tidak kamu dan adikmu akan mati."


00aku menatapnya dan berkata :" apakah kamu merasa aku berani menemuimu sekarang tanpa melakukan persiapan apapun? kamu sekarang boleh menelepon bawahanmu untuk menangkap adikku. kalau mereka berhasil, aku akan menghormatimu dan mengetukkan kepalaku ke lantai sebanyak 100 kali untukmu. bahkan aku akan melakukan semua keinginanmu dan aku juga rela untuk menjadi korban seks untukmu."


00Claura lalu menelpon bawahannya dan tidak berhasil. aku lalu berkata :" jangan telepon lagi. mereka mungkin sudah dihajar hingga cacat."


00Claura berkata :" dasar sampah. persiapanmu sangatlah baik. namun aku masih bisa menghajarmu meskipun aku tidak bisa menghajar adikmu sekarang."


00aku sedikit panik karena aku tidak ingin mati sekarang. namun aku juga tahu kalau Claura melihat semua ketakutanku ini, aku pastilah akan kalah kali ini. lalu aku berkata dengan berpura pura putus asa :" lakukan saja apamaumu. apakah kamu ingin membunuhku? tidak apa apakok. selain bisa membuatku merasa puas karena bisa menjadi suami istri dengan ibumu ketika aku mati nanti. bagaimanapun aku tidak akan merasa rugi kok."


00Claura mengerutkan keningku dan memarahiku :" hentikan! sejak kapan kamu menjadi jijik seperti itu?"


00aku berkata :" terpaksa, kalau aku tidak jijik seperti ini, kamu tidak akan suka padaku. aku tidak ingin disukai oleh seekor lalat."


00ketika aku mengatakan itu, Claura lalu menamparku dan aku pun menatapnya. dia kembali menamparku dan membuat telingaku mendengung. aku mulai marah dan ingin bangkit berdiri. namun aku tidak berani bergerak karena pisau yang ada dileherku itu.


00untung saja Claura tidak sadar kalau aku sedang ketakutan.


00dia menatapku dengan penuh amarah dan berkata :" kamu ingin mati? baiklah, aku akan menyetujuimu!"


00aku menarik nafas yang dalam dan hatiku berdegup sangat kencang. namun aku berusaha menenangkan diriku dan berpura pura membuat ekspresi wajah bahwa aku tidak perduli.


00aku merasakan kesakitan pada leherku dan itu sepertinya luka goresan pada leherku. aku merasakan kalau darahku mulai mengalir dari leherku.


00Claura berkata :" kamu benar benar tidak takut mati?"


00aku berkata :" takut, namun aku rela mati dibanding menyerah padamu."


00Claura lalu menarik pisaunya itu dan berdiri :" kamu sudah menang."


00akhirnya dia melepaskanku dan aku merasa sedikit lega sekarang.


00Claura lalu meninggalkan ruangan itu dan aku mengambil ponselku. aku lalu berkaca lewat kamera depanku dan melihat kalau luka pada leherku tidaklah dalam. aku lalu keluar dari ruangan itu.


00ketika berdiri, aku merasa kesakitan disekujur tubuhku. aku melihat Claura yang berjalan didepanku dan berpikir kalau wanita itu sangatlah kuat. untung saja kami sudah bercerai, kalau tidak, aku akan mengalami kekerasan dalam rumah tangga.


00kami pun kembali ketempat tadi dan Claura menatapku lalu berkata kepada bos Xiau :" aku menyerah pada kekuasaan bar ini. berikan saja kepada Alwi."


00setelah mengatakan itu, dia lalu berkata kepada bodyguard dan beberapa bawahannya :" ayuk pergi."


00semua orang terkejut dan menatapku. mereka tidak akan menyangka kalau aku berhasil mengubah pikiran Claura. apalagi bos Xiau, dia menatapku dengan pandangan yang penuh keanehan.


00aku mengambil beberapa tisu dan meletakkannya pada luka dileherku. aku lalu menatap kepergian Claura dan berkata :" istriku, kamu boleh menggigit dengan halus lain kali. gigimu terlalu tajam."


00Claura lalu membalikkan badan dan menatapku dengan cuek. aku lalu tersenyum dan berkata :" maaf, aku lupa kalau kita sudah bercerai."


00Claura tidak lagi menghiraukan ku dan pergi meninggalkan bar ini. ketika dia pergi, bos Xiau menatapku dengan terkejut dan berkata :" kamu dan Claura adalah suami istri?"


00aku berkata :" iya, dulunya adalah suami istri."


00dia menatapku dengan penuh hormat. aku lalu mengulurkan tanganku dan berjabat tangan dengannya sambil berkata :" bos Xiau, maaf. har ini aku telah mengacaukan ini semua dan aku akan menggantirugi semua ini. dan semoga kerja sama kita bisa berjalan dengan baik."


00bos Xiau masih saja menatapku dengan penuh hormat dan berkata :" ini... aku harus memikirkannya lagi."


00aku mengerutkan kening dan tidak berbicara. Leo lalu melempar sebuah pisau kearah bos Xiau. pisau itu menggores di telinganya dan menusuk sofa yang ada dibelakangnya dengan dalam.


00bos Xiau tiba tiba lemas dan aku menopangnya sambil berkata :" bos Xiau, aku tahu kalau kamu meragukan kemampuanku. namun aku akan berjanji padamu kalau bar ini tidak akan bermasalah dibawah kekuasaanku."


00bos Xiau lalu menatap Leo yanga ada dibelakangku dan mengangguk :" kalau begitu, aku harus merepotkanmu.":


00aku tertawa sambil berkata :" tidak apa apa." setelah mengatakan itu, aku menatap Leo dan dia memberiku sebuah surat kontrak. aku menyuruh bos Xiau untuk melihatnya terlebih dahulu. dia lalu melihat dan berkata dengan muka yang pahit :" pendapatan bar ini dibagi menjadi 60% dan 40%?"


00aku berkata :" iya, aku sudah memberimu 60%. bagaimana kalau 50% saja kalau kamu tidak puas akan keputusanku?"


00bos Xiau lalu bergegas menandatangani kontrak itu sambil menghela nafas.


00aku mengambil kembali kontrak itu dan merasa sangatlah senang. namun aku memasang raut wajah yang cuek lalu berkata :" aku akan menyuruh orang untuk merenovasi bar ini besok. aku akan menyelesaikannya dalam waktu yang cepat."


00setelah itu, aku pun pergi meninggalkan tempat itu bersama Leo dan semua bawahanku.


00kami pun meninggalkan bar itu dan ketika aku, Leo dan Toba masuk kedalam mobil, aku menghela nafas yang panjang.


00sekujur tubuhku berkeringat dingin. kalau bukan karena aku mengontrolnya dengan baik, mereka akan sadar kalau dari tadi tanganku terus bergetar karena panik dan senang.


00Toba menepuk pundakku dan berkata :" Alwi, kamu membuatku terkejut!"


00aku tersenyum pahit dan berkata :" ini semua terpaksa. namun dari kejadian hari ini aku belajar sesuatu hal bahwa orang yang kejam itu tidak bisa berdiri dengan stabil. apalagi orang rendahan sepertiku jika ingin berkembang dengan cepat, aku tidak bisa hanya menggunakan pikiranku, melainkan harus belajar untuk kejam juga."


00aku membayangkan kembali semua kejadian tadi dan kebahagiaanku atas kemenangan ini tidak dapat aku jelaskan dengan kaya kata. dulunya aku selalu diganggu dan dicelakai karena kejujuranku dan kebaikanku. dulunya aku hanya ingin hidup dengan damai dan itu membuatku semakin parah.


00aku yang sekrang sudah mengubah itu semua. aku berpura pura sombong dan keras. oleh karena itu, tidak ada lagi yang berani mengangguku bahkan memarahiku.


00aku menghisap rokok sambil memandang keindahan kota NanJing. lalu berkata :" kenapa orang rendahan seperti diriku tidak bisa hidup dengan damai di dunia seperti ini?"


00Toba menepuk pundakku dan berkata :" emang ada berapa orang yang bisa hidup dengan damai didunia ini? orang miskin memiliki kesedihannya sendiri dan orang kaya juga memiliki kepusingannya sendiri. hanya beberapa orang saja yang bisa hidup dengan damai."


00aku tersenyum dan tidak berkata lagi.


00Leo lalu berkata :" Alwi,aku rasa kamu harus menemui Mawar. Endy ingin melepaskannya namun dia masih belum ingin pergi dari sana."


00aku mengerutkan keningku dan berpikir apa yang diinginkan Mawar? apakah dia ketagihan berakting?


00aku pun menyuruh Toba kembali ke bar bersama beberapa bawahanku. aku pun pergi menemui Mawar bersama Leo.


00setelah sampai disana, aku melihat kalau Mawar masih melakukan gaya yang sama seperti sebelum aku pergi tadi. dia lalu menyuruh Endy untuk keluar. aku berkata :" tante, kenapa tidak ingin pergi?"


00Mawar menatapku dan menghela nafas sambil berkata :" aku... aku tidak ingin mereka yang melepas tali ini."


00aku tertawa dan berkata :" tante, apakah kamu ingin aku yang melepasnya?" aku lalu mulai melepas tali itu. namun kali ini aku tidak memiliki pemikiran lain dan merasa bersalah karena terdapat bekas ikatan pada lengannya.


00aku mengelus lengannya dan berkata :" tante, maafkan aku. kamu capek kan? aku mengikat tali ini tidak begitu erat dan aku tak menyangka...." aku lalu kembali berkata :" sini aku elus lenganmu."


00Mawar menggenggam tanganku dan aku memandangnya. wajahnya sangatlah merah, dia lalu mendorongku dan berkata :" tidak... tidak usah. aku tidak kesakitan. ini mungkin karena kulitku yang terlalu sensitif." setelah mengatakan itu, dia melihat leherku dan berkata :" ini... apakah Claura melukaimu?"


00dia merasa kasihan padaku dan aku berkata tidak apa apa. dia menyentuh lukaku dengan pelan. jarinya sangatlah halus dan sentuhannya juga pelan. aku yang tadinya sudah bisa menatapnya stabil, namun sekarang kembali panik dan susah untuk bernafas. aku tidak tahu kemana aku harus meletakkan kedua tanganku.


00Mawar seketika merasa kalau gerakannya itu sudah melewati batas dan dia mundur dengan canggung. dia pun berkata :" aku pulang dulu, jagalah kesehatanmu dengan baik. kamu juga harus meningat janjimu padaku. kamu tidak boleh menyakiti Claura meskipun suatu hari nanti kalian akan ada pertentangan yang hebat sekalipun."


00aku mengangguk dan berkata kalau aku sudah tahu.


00Mawar tersenyum dan pergi. melihat bayangan tubuhnya, aku hanya bisa menghela nafas. aku tidak akan melukai Claura dengan tanganku sendiri namun temanku bisa. tetapi aku tidak memberi tahu Mawar tentang hal ini.


00aku kembali tersenyum dan memikirkan kenapa aku bisa selicik itu sekarang.


00sebelum pergi meninggalkan tempat itu, aku pergi ke toilet. ketika aku baru saja jongkok, aku mendengar sebuah suara yang mengatakan :" temanku, kedatanganku ke NanJing ini sudah mengubah pandanganku terhadap dunia ini. aku sudah pergi ke berbagai tempat dan tidak pernah menemukan pelacur selihai ini. aku merasa beruntung malam ini."


BAB 83

SI PENYELAMAT WANITA CANTIK


00Ketika mendengar kalimat ini, aku berpikir kelihatannya malam ini mereka sudah menemukan wanita cantik, tapi itu juga bukan urusanku, aku baru saja ingin pergi, sudah mendengar orang mengatakan:  Untuk apa aku membohongimu? Pelacur ini terkenal di Splendid di Nanjing, tampangnya cantik seperti orang yang ada dilukisan, tinggi, seksi, bahkan tidak membiarkan orang menyentuh tangannya, tapi malam ini ketika di tempat tidur, aku ingin lihat bagaimana dia sombong!


00Aku terkejut, bukankah kartu As klub Colloseum adalah cinta? Apakah dia keluar menemani orang ini makan? Mendengar dari maksud orang ini, mungkin malam ini mereka berdua akan berakhir diatas ranjang, si& & Leo ini bukankah mengatakan cinta tidak bekerja meladeni orang?


00Aku membuka pintu keluar, melihat seorang pria pendek gendut yang sedang menelepon mendengar dari suaranya dia seorang pria cabul. Aku menebak pantatnya pasti dua kali lebih besar dari pantatku, mitosnya  Orang yang memiliki pantat besar akan memiliki tit*t yang kecil , pria ini bisa tidak memuaskan seorang wanita itu juga menjadi sebuah masalah, terlebih orang itu adalah cinta? Aku takut pria ini belum memulai sudah berakhir.


00Dan bagaimana aku memikirkannya, aku merasa cinta tidak akan melakukan hal seperti ini dengan pria ini, begitu memikirkannya aku sedikit khawatir, aku takut pria itu menggunakan cara kotor pada cinta.


00Meskipun aku dan cinta tidak akrab satu sama lain, tapi setiap orang memiliki hati untuk mencintai kecantikan, aku tidak tahan melihat seorang wanita cantik dilecehkan oleh seekor a*njing jantan. Terlebih hubungan cinta dantuan dony yun sangat dekat, jika aku membantu cinta itu juga termasuk membantutuan dony yun.


00Setelah mengambil keputusan, aku meninggalkan toilet dan melihat pria jahanam itu kembali ke ruangan. Aku kembali ke ruangan, mengatakan hal ini pada Leo, awalnya aku pikir mereka akan membantu, tapi tidak disangka Leo mengatakan:  Karena cinta keluar menemui orang ini, pasti ada hal mendesak, lebih baik kita jangan merusak hal baiknya, terkait pria ini mempunyai maksud apa pada dirinya, cinta pasti tahu jelas, dan juga sudah melakukan pencegahan, jadi kamu tenang saja.


00Meskipun kata-kata ini terdengar bagus, tapi aku selalu merasa ada yang aneh.


00Saat ini Leo berkata:  Kita pulang saja, tuan Dony Yun sudah menunggumu di kantormu.


00Aku mengangguk, kemarin malam aku sudah membicarakannya dengan tuan Dony Yun, tunggu setelah aku mengambil hak nonton Mulan, aku akan berbicara dengannya masalah ini tidak bisa ditunda.


00Kami meninggalkan Colloseum dan naik ke mobil Leo, aku merasa tidak nyaman, merasa diriku tidak seharusnya pergi begitu saja, Dimataku sehebat apapun cinta, dia tetap seorang wanita, mudah untuk menghadang senjata tapi sulit menghindar dari serangan tersembunyi, lihat saja Claura yang begitu hebat, bukankah juga beberapa terpesona karena diriku?


00Melihat Leo dan kawan-kawan seolah tidak ada masalah, aku merasa tidak enak mengatakan mengkhawatirkan diri cinta, terlebih dia adalah wanita tuan Dony Yun, aku takut mereka salah paham pada diriku yang mengidamkan cinta, tapi membiarkan cinta begitu saja tidak mempedulikannya benar-benar bukan gayaku.


00Setelah berpikir cukup lama, aku menggunakan Wechat asliku mengobrol dengannya, menyetel Wechat dalam mode silent, kemudian ini menjadi obrolan palsu diantara aku dan dia.


00Setelah mengobrol beberapa kalimat, aku mengatakan:  Kak Leo, temanku datang ke Nanjing, ini pertama kalinya dia datang, dia tidak mengenal jalan, aku khawatir padanya jadi ingin menjemputnya, apakah aku boleh pergi?


00Leo menjawab dengan gembira:  Boleh, kalau begitu aku langsung serahkan rencana ini ke tuan Dony Yun, biarkan tuan Dony Yun yang memutuskannya.


00Aku menjawab ok.


00Leo menghentikan mobil dipinggir jalan, setelah aku turun mobil, aku menolak saran dua bersaudara Endy dan Endo untuk melindungiku, lalu aku menghentikan taksi bergegas menuju Colloseum. Sesampai disana, aku melihat pria jahanam itu memasan sebotol anggur dan menyuruh orang membukanya. Ini tidak apa-apa, dia diam-diam membawa anggur pergi ke toilet.


00Melihat tampang genitnya aku sudah tahu masalah sudah muncul dan aku segera mengikutinya. Sesampai ditoilet, aku melihat pria itu membelakangiku, lalu membuang sebotol gelas kecil ke tong sampah, lalu memeluk anggur meninggalkan toilet.


00Aku memungut botol itu dan didalamnya tertulis cairan lalat, aku segera sadar tebakanku benar, si pria jahanam ini menyiapkan sesuatu yang spektakuler menghadapi cinta. Mengingat ini aku berlari ke ruangan, karena kemunculanku yang tiba-tiba, bodyguard yang ada di luar tidak sempat menahanku.


00Ketika aku membuka pintu ruangan, kebetulan sedang melihat cinta yang hendak meminum segelas anggur, lalu aku teriak:  Nona cinta, jangan minum!


00Pria jahanam itu marah:  Datang darimana a*jing busuk ini! Keluar!


00Tiba-tiba lenganku ditarik, begitu aku menoleh melihatnya kedua bodyguard melototiku dengan kejam, kelihatan jelas pria jahanam itu perlahan-lahan tidak puas dengan mereka dan berteriak:  Kalian tolol ya? Bagaimana bisa membiarkan seekor a*jing masuk kesini!


00Kedua bodyguard itu segera menyeretku keluar, aku memegang pintu sekuat tenaga tidak melepasnya dan berteriak:  Nona cinta, ada sesuatu di anggur itu, setelah meminum anggur itu kamu akan ditiduri pria gendut itu!


00Setelah mengatakannya, seorang bodyguard melayangkan tinjunya ke perutku, pada awalnya aku memang sudah terluka, ditambah pukulan ini, untuk sesaat membuatku meringkuk kesakitan, bodyguard itu menggunakan kesempatan ini menyeretku keluar.


00Dengan tergesa-gesa aku berbaring dilantai dan meraih karpet, tidak peduli bagaimana mereka memukulku aku tidak bersedia melepaskannya dan bersikeras berteriak:  Tolong, ada pemukulan, cepat tangkap mereka.


00Yang menjawab teriakanku hanyalah sebuah tendangan dan tinju, semua orang mengabaikanku dan menatapku dengan dingin.


00Aku menatap cinta, dan sekarang dia juga menatapku seolah tidak ada maksud untuk pergi.


00Aku gelisah, dia tidak percaya padaku? Aku yang sedang berpikir, tiba-tiba cinta mengambil dua potong peralatan makan yang tidak dibuka di atas meja dan melemparkannya ke arahku dengan kejam, lalu aku menengadah melihat peralatan makan ini melewati atas kepalaku, lalu membentur salah satu bodyguard, jelas-jelas tidak kuat sama sekali, tapi kedua bodyguard ini mundur beberapa langkah, aku menebak mereka terkejut tiba-tiba bukan karena pukulan, tapi karena reaksi cinta.


00Pria jahanam itu berkata dengan wajah cemberut:  Nona cinta, apa maksudmu? Apakah kamu ingin membantu bocah ini? Bocah ini melecehkanku, aku harus memberinya pelajaran. Pria itu juga mengatakan, apakah nona cinta juga merasa aku orang seperti itu?


00Aku sibuk mengatakan aku tidak berbohong, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri dia menaruh sesuatu dibotol anggur.


00cinta tersenyum santai, senyuman itu sangat lembut dan memberikan orang semacam perasaan dingin, dia mengecap anggur itu dan aku terkejut, jelas-jelas tahu anggur itu ada sesuatu, kenapa dia masih tetap meminumnya?


00Mata pria jahanam itu berbinar dan cinta berkata:  Presdir Jack, aku percaya padamu hanya saja di hari membahagiakan ini melihat darah sangat tidak bagus, terlebih orang ini adalah teman dari temanku dan sudah lama mengejarku, mungkin dia ingin menggunakan segala macam cara untuk menarik perhatianku, barusan aku memukulnya juga termasuk memberinya sebuah pelajaran, aku tidak ingin melihatnya merusak hari bahagia kamu dan aku.


00Aku terkejut takjub menatap cinta, tidak mengerti kenapa dia mengatakan demikian. Pria jahanam itu tertawa terbahak-bahak dan berkata:  Ternyata penggemar nona cinta. Tapi penggemar gila ini juga tidak sadar diri, bagaimana mungkin dia pantas pada nona cinta?


00cinta menatapku:  Pergilah, aku tidak ingin melihatmu.


00Ada deru tawa di sekelilingku, semua orang menunjuk kearahku, mereka semua mendengar kata-kata cinta dengan jelas. Pada saat itu tiba-tiba aku merasa malu, wajahku merah. Aku bangkit dari lantai dalam keadaan malu dan menundukkan kepala bergegas keluar dari Colloseum, hatiku dongkol.


00Kenapa aku harus pergi menjadi pahlawan?


00Aku kesal duduk dibangku panjang terdekat dan merokok, ketika sebatang rokokku habis terhisap dan aku memutuskan untuk pergi, bahuku ditepuk dan aku menoleh, aku melihat cinta berdiri dibelakangku, sudut mulutnya tersenyum lembut, kali ini senyumannya tidak membuatku menjauh sejauh ribuan kilometer malah senyuman itu tulus terpancar dari hatinya.


00Aku sama sekali tidak bisa tersenyum dan dengan marah bertanya kepadanya kenapa tidak pergi menemani pria gendut itu, untuk apa datang mencariku?


00cinta duduk dan menjawab dengan santai:  Maaf.


00Aku memandangnya dengan bingung.


00cinta memberi isyarat menyuruhku untuk duduk dan berkata:  Ketika kamu menerobos masuk, pria jahanam itu belum tanda tangan, dia bilang aku harus minum anggur ini dan dia baru mau menandatanganinya, jadi aku tidak menolak minum anggur itu.


00Aku duduk dan berkata:  Kontrak apa sampai begitu penting, hingga membuatmu jelas-jelas tahu dalam bahaya tapi tetap tidak mempedulikannya.


00cinta menunduk dan menjawab dengan santai:  Hal yang disuruh tuan Dony Yun, tidak peduli besar atau kecil bagiku semuanya sangat penting, aku tidak ingin mengecewakannya. selesai mengatakannya dia menatapku dengan bersalah:  Jadi tadi aku hanya bisa menggunakan cara ini untuk melepaskan bahaya pada dirimu.


00Melihat dia yang cantik tiada tara, aku tiba-tiba tidak bisa marah, hanya karena kalimat  Aku tidak ingin dia kecewa membuatku bisa merasakan cinta mendalamnya pada tuan Dony Yun. Cinta ini membuatku tidak tega memarahi wanita bodoh ini.


00Aku menggeleng tidak mengatakan apa-apa, lagian aku sudah terbiasa dipukul, tapi dia yang sudah minum anggur kenapa masih baik-baik saja?


00cinta tersenyum dan berkata:  Kenapa kamu bisa ada di Colloseum?


00Aku bilang aku dengan Leo kesini untuk mengurus masalah. cinta menjawah oh, lalu menanyakan keberadaan mereka dimana? Lalu aku menjawab mereka pergi duluan karena ada urusan.


00cinta tersenyum dan berkata dengan santai:  Sudah kutebak.


00Dia yang saat ini, seluruh tubuhnya diselimuti cahaya bulan yang dingin, terlihat sangat menggoda. Aku mengalihkan pandangan tidak berani menatapnya, ketika ingin menjawabnya, dia berkata:  Selama orang tuan Dony Yun, kecuali kamu tidak ada yang bisa mengontrolku.


00Aku takut cinta salah paham pada Leo, merasa mereka dingin lalu aku berkata:  Mereka tahu kamu sangat hebat tidak seperti diriku, jalan sampai setengah jalan terus kembali dan hasilnya malah mendapat pukulan.


00cinta tertegun menatapku lalu tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.


00Sejak melihatnya, dia hanya mengerutkan bibirnya dan tersenyum, aku mengira dia yang tersenyum begitu adalah yang paling cantik, tidak disangka dia yang tertawa lepas akan sangat cantik, malam yang indah ketika didepannya tampak redup.


00cinta berkata:  Terima kasih, aku sudah lama tidak sesenang ini.


00Aku menggaruk kepala, ada perasaan aneh tidak terucapkan:  Aku juga tidak melakukan apa-apa.


00cinta bangkit hendak pergi dan aku tidak mengikutinya, karena dari awal aku merasa kita berdua dari dua dunia yang berbeda, jika mendekatinya lagi akan membuatnya salah paham, tapi ketika dia jalan tidak jauh, aku melihat langkahnya sedikit gemetar, dengan cepat aku melihat ada darah yang mengalir keluar dari pahanya, aku gelisah dan segera menghampiri, lalu melihat sumber darah itu mengalir, ternyata dipahanya ada sebuah luka.


00Aku berkata:  Kenapa kamu berdarah!


00Wajah cinta tersipu merah, kelihatannya obat si gendut bereaksi, tapi dia malah dengan santai berkata:  Tidak apa-apa.


00Melihat dia tidak peduli, aku merasa tertekan dan marah, tanpa pikir panjang aku memeluknya dan berkata:  Tidak bisa, aku harus mengantarmu kerumah sakit!

BAB 84 

DIA SEBUAH PISAU TAJAM


00Ketika aku memeluk Cinta, aku merasa dia sangat ringan dan juga merasa sedih untuknya, aku memeluknya kepinggir jalan dan berniat menghentikan mobil, ketika seseorang sedang sial melakukan apapun juga tidak akan berjalan mulus.


00Misalnya sekarang ini, aku sama sekali tidak bisa menghentikan mobil dan Cinta yang berada dalam dekapanku, nafasnya semakin lama semakin berat, sepasang matanya meneteskan air mata, meskipun dia berusaha mengontrol dirinya, tapi kedua tangannya sudah mulai merobek bajuku dan berteriak  Jangan .


00Saat ini dia yang lemah dan cantik meringkuk dalam dekapanku, disertai pipinya yang merah membuatnya tampak seperti bunga Candu yang baru mekar, bahkan jika bunga itu beracun, orang-orang tetap bersedia memetiknya.


00Meskipun aku tahu itu tidak boleh, tapi aku tidak tahan untuk melirik sekilas pemandangan indah di dadanya. Dia mengenakan Cheongsam hitam hari ini dan ada lubang kecil di dadanya, lekukan itu turun dari lubang kecil sampai ke tempat yang tidak bisa terlihat.


00mawar juga suka memakai baju cheongsam, hanya saja Cheongsam yang di pakainya sangat sederhana karena kurangnya sentuhan seksi.


00Baju Cheongsam yang dipakai Cinta panjang menutupi lututnya, betisnya sangat ramping, kulitnya mengilap seperti batu giok, selembut susu, dan gelang merah yang dikenakan di pergelangan kakinya memberikan kesan yang sangat misterius, meskipun tidak bisa dibandingkan dengan keindahan tangannya, tapi tetap terlihat sangat imut.


00 P& & aku panas sekali& &  


00Ketika aku sedang mengagumi tubuh Cinta, suaranya membuatku tersadar dan saat ini tangannya sudah masuk kedalam bajuku, aku bukan pria polos yang duduk diam tidak membayangkan apa-apa, ketika aku berdiri, aku pikir laki-laki manapun yang memeluknya pasti akan tergila-gila, jika tidak pria ini pasti bencong atau gay.


00Aku menarik nafas dalam-dalam, mengatakan kalimat ini tiga kali,  Dia wanita Tuan Dony Yun , karena terus tidak bisa menghentikan mobil, aku berpikir ada rumah sakit terdekat disekitar, lalu aku mengeramkan gigi dan mulai berlari.


00Aku berlari sambil mengatakan:  Nona Cinta, bertahanlah, kamu harus bertahan, ingat Tuan Dony Yun, bertahanlah sebentar lagi, aku akan mengantarmu kerumah sakit.


00Tidak tahu apakah karena menyebut nama Tuan Dony Yun yang membuat Cinta sedikit sadar, dia meringkukkan kepalanya dalam dadaku dan menggiggitku, aku kesakitan hingga keringat dingin berkucuran, tapi melihat dia yang tampak menangis, aku tidak tega menyuruhnya melepaskannya, aku berpikir jika ingin mengigit, gigitlah palingan hanya sepotong daging yang lepas.


00Dalam keadaan seperti itu, aku terus mengeramkan gigi berlari ke stasiun bus yang tidak jauh, hingga akhirnya ada taksi yang muncul, aku memeluk Cinta naik kemobil, supir yang sedang menyetir sambil melirik kita yang bermesraan.


00Dalam kegelapan aku menggenggam erat tangan Cinta yang terus gemetar, dan berbisik di telinganya:  Tidak apa-apa, bertahanlah, semua akan baik-baik saja sesampai rumah sakit.


00Sesampai dirumah sakit aku memberi supir 200ribu dan terburu-buru turun mobil, dengan susah payah aku mencari dokter hingga akhirnya membawa Cinta masuk ke IGD, keringat ditubuhku sudah berkucuran deras dan luka yang ada di dada ku terasa sakit sekali.


00Aku membuka kancing bajuku melihat dadaku dan baru menyadari dadaku merah penuh dengan cakaran dan bekas gigitan, darah segar mengalir keluar dari gigitan itu.


00Aku berpikir betapa kejamnya mulut ini, mengingat ketika berlari memeluk dirinya bagai giok yang tidak henti menyerang dadaku, jantungku berdetak kencang dan telingaku memerah, aku tidak berani membayangkannya lagi.


00Setelah berlalu sekian lama, dokter keluar dari ruang operasi, menyuruhkan menyelesaikan masalah administrasi. Setelah aku menyelesaikannya, Cinta sudah diantar ke kamar pasien.


00Aku masuk ke kamar pasien, menatap wajahnya yang putih pucat bagai salju, sekalipun berdandan tebal juga tidak bisa menutupi kesakitannya. Rambutnya yang panjang terurai ke pinggangnya menyatu dengan warna Cheongsam membuat kulitnya tampak putih.


00Aku berjalan mendekat dan dengan lembut menyelimutinya, sekarang kakinya telah diperban, hanya saja sentuhan merah pada luka dipahanya tampak sangat mengejutkan.


00Aku terus menatap lukanya, hingga akhirnya aku mengerti kenapa dia yang sudah minum anggur masih bisa berjalan keluar dari Colloseum. Ini semua demi menjaga agar dirinya tetap sadar, dia menusuk pahanya berkali-kali, aku sama sekali tidak berani membayangkannya.


00Butuh berapa banyak keberanian agar dirinya tidak ragu menusuk paha sendiri tanpa ragu, dan butuh berapa banyak kekuatan agar bisa tetap tersenyum didepan pria jahanam itu dalam keadaan terluka?


00Ketegaran hati wanita ini membuatku merasa malu, dan pada saat yang bersamaan aku ingin bertanya padanya:  Apakah itu sepadan? Kontrak itu bukan masalah besar, untuk apa melukai diri hingga seperti ini?


00Cinta tiba-tiba membuka mata, tatapannya tampak sangat jelas.


00Jika dia yang menutup mata tampak seperti lukisan pemandangan gunung dan sungai yang tenang, dan dia yang membuka mata tampak seperti sungai dan pegunungan yang indah, terutama ketika dia memakai Cheongsam hitam, membuat kelembutan tubuhnya meresap dengan misterius.


00Tapi dia yang begini, tampak lebih menawan ketika sedang tersenyum.


00Cinta manatapku dengan tenang hingga membuatku sedikit gugup dan berkata:  Kak Cinta, kenapa?


00Cinta tidak mengatakan apa-apa, aku bertanya-tanya apakah sudah geger otak?


00Aku berkata:  Tidak masalah, tenang saja, btw kamu pasti sangat rindu dengan Tuan Dony Yun? Aku telepon dia sekarang.


00Aku mengatakannya sambil mengeluarkan Hp.


00Tapi yang tidak kusangka adalah Cinta tiba-tiba bangkit duduk merampas HP ku, tindakannya ini mengejutkanku, dia menundukkan kepalanya dan berkata padaku:  Ja,jangan telepon dia.


00Lipstik Cinta sudah tidak secerah tadi hingga membuatnya tampak kesepian. Aku mengangguk dan berkata:  Baik, aku mengerti.


00Cinta menengadah dan tersenyum padaku, matanya tampak dipenuhi dengan air mata, dan berkata padaku:  Terima kasih, jika tidak ada kamu, aku tidak tahu malam ini pria mana yang melecehkanku.


00Aku menjawab:  Kamu begitu cantik, siapa yang berani menghujatmu? Sekalipun tidak ada aku, pasti akan ada orang yang bersedia membantumu.


00Cinta bersandar di tempat tidur, matanya sedikit tersenyum dan berkata dengan sembrono:  Yang bisa tidak melakukan apa-apa pada waktu itu, mungkin hanya ada dua jenis pria di dunia ini, yang pertama adalah kamu pria bodoh yang berani, dan yang satunya lagi adalah orang yang tidak menyukaiku.


00Aku tidak berani bertanya pada Cinta siapa orang yang tidak menyukainya, tapi aku diam-diam bisa menebak orang itu adalah Tuan Dony Yun, hanya saja aku tidak tahu harus bagaimana menenangkannya, aku hanya bisa mengatakan hari sudah malam, sudah waktunya tidur.


00Cinta tidak tidur, dia malah bertanya padaku dengan penuh minat:  Kamu sudah membantuku, pernahkah terpikirkan olehmu bagaimana aku harus membalasmu?


00Aku menjawab pernah.


00Cinta berkata dengan tertarik:  Katakanlah, selama kamu bersedia mengatakannya, apa yang bisa kulakukan pasti akan kuberikan padamu


00Ini hanya kalimat pengantar yang menggoda, kata-katanya ini seakan mengisyaratkan padaku, selama aku mengatakan aku menginginkan dirinya sekarang, dia juga bersedia memberikannya padaku.


00Keindahan yang begitu indah dengan segala macam pesona dan wanita cantik yang berbaring ditempat tidur ditengah malam yang tenang, sekalipun tidak tersenyum tapi cukup untuk membuat orang tertegun, aku tidak sabar menjadi serigala yang memakan mangsa dan tinggal bersamanya.


00Aku seorang pria normal, tentu saja bisa gegabah. Hanya saja, ketika aku melihat lukanya semua yang ada dalam benakku dalam sekejap menghilang.


00Aku sadar, Cinta tidak bisa melakukannya, sebenarnya apa yang di katakannya sekarang hanya ucapan kekesalan semata, kesal dengan orang yang memanfaatkannya tapi tidak mencintainya, Cinta mengorbankan dirinya seperti orang bodoh, atau baginya menyerahkan seluruh tubuhnya padaku juga termasuk menyelamatkan diri dan juga semacam balas dendam.


00Sayangnya, Cinta salah menilai diriku, meskipun aku bukan pria baik, tapi aku tidak akan menjadi penjahat yang mengambil keuntungan dari ini, terlebih aku tidak punya keberanian ini. Meskipun tidak tahu apa hubungan dirinya dengan Tuan Dony Yun, tapi setiap Tuan Dony Yun pergi ke Splendid, Tuan Dony Yun selalu meminta Cinta menemaninya, jika Cinta mengatakan Tuan Dony Yun tidak mempedulikannya, pukul aku sampai mati juga tidak percaya.


00Aku bahkan bisa membayangkan apa yang akan dilakukan Tuan Dony Yun padaku jika dia tahu kita berdua mempunyai hubungan.


00Aku sedikit ingin tertawa membayangkan ini, aku bertanya-tanya aku menyelamatkan wanita cantik bagai giok, dan dia ingin menjebakku, ini membuatku sangat kecewa. Aku seorang pria tapi bukan berarti seorang pria bodoh.


00Cinta bertanya padaku sedang memikirkan apa? Aku menjawab:  Sedang memikirkan bagaimana cara menjawabmu. lalu tertegun dan berkata:  Balas budi yang aku inginkan adalah kamu hidup lebih baik untuk dirimu sendiri.


00Cinta menatapku sedikit bingung dan aku berkata:  Aku tidak tahu apa hubunganmu dengan Tuan Dony Yun, hanya saja syarat untuk mencintai orang lain adalah cintailah diri sendiri terlebih dahulu, jika kamu tidak mencintai dirimu sendiri, bagaimana orang akan menghargaimu? Terlebih jika orang itu tidak mengerti cara menghargai, kamu seharusnya lebih mengerti cara menghargai dirimu sendiri, dengan begitu kamu akan bertemu dengan seseorang yang lebih baik dari dirinya?


00Selesai mengatakannya, aku sedikit gugup dan bertanya-tanya:  Apakah aku terlalu berbelit, maaf, aku tidak pandai berbicara.


00Cinta tidak mengatakan apa-apa, aku sedikit gugup dan berpikir apakah dia marah, tapi selang tidak lama aku melihatnya meneteskan air mata, awalnya dia menangis diam-diam lalu menangis terseduh-seduh hingga membuat hatiku pilu.


00Aku sedikit bingung dan berkata:  Cinta, apa yang kamu tangisi? Apakah yang aku katakan membuatmu tidak senang?


00Cinta menggeleng dan mengusap air matanya lalu memberikan gelang merah di kakinya padaku, aku bertanya dengan penuh penasaran:  Apa ini?


00Dia berkata:  Ucapan terima kasih.


00Aku yang baru saja ingin menjulurkan tangan menerima gelang merah itu, tiba-tiba pintu didobrak  Pong , aku menoleh dan melihat Tuan Dony Yun dengan wajah suram berjalan masuk dan merampas gelang merah itu, aku baru saja mau memberikan penjelasan, Tuan Dony Yun sudah teriak marah padaku:  Keluar!


00Aku tidak berani bertanya apa-apa hanya bisa berbalik meninggalkan ruangan.


00Leo sudah menunggu di depan pintu, begitu melihatku dia menghela nafas, menepuk pundakku dan berkata:  Tuan Dony Yun tidak marah padamu.


00Aku menyuruh Leo tidak usah menenangkanku dan mengatakan aku akan mencari Tuan Dony Yun memberikan penjelasan, aku dan Cinta tidak ada hubungan apa-apa.


00Leo berkata:  Takutnya memberi penjelasan juga tidak berguna. Kamu tahu apa artinya Cinta memberimu gelang merah?


00Aku menggeleng dan dia berkata:  Itu artinya Cinta akan mengikutimu dan membantumu melakukan sesuatu. Mungkin sekarang kamu tidak mengerti, nanti kamu pasti akan mengerti, Cinta adalah sebuah pisau yang tajam.


BAB 85

HADIAH FELICIA UNTUKKU


00Leo mengatakan Cinta adalah sebuah pisau tajam, kalimat ini membuatku sedikit bingung. Dan Leo juga tidak memberikan penjelasan apapun dan malah bertanya padaku apakah menginginkan gelang merah itu?


00Aku bersandar di dinding, menyentuh luka di dadaku yang digigit Cinta lalu tersenyum pahit:  Jika tidak ingin itu suatu kebohongan, tapi mengatakan menginginkannya juga bukan sepenuhnya benar. Aku tahu diri, wanita secantik ini bagaimana mungkin bersedia bersama denganku? Cinta berbuat seperti itu karena melihat tuan dony yun didepan pintu, tujuannya adalah untuk melihat reaksi tuan dony yun.


00Aku tidak bodoh, tuan dony yun menerobos masuk kedalam bukan suatu kebetulan, kebetulan hanya terjadi di drama.


00hatiku tidak senang memikirkan ini, aku yang sudah sangat hati-hati pada akhirnya tetap dimanfaatkan oleh wanita ini, nasibku memang sangat menyedihkan.


00Karena tuan dony yun sudah datang lebih baik aku pergi, seluruh tubuhku sakit sekali, aku harus pergi tidur istirahat. Leo berkata ayo kita pulang bersama-sama, aku mengangguk dan mengikutinya kembali ke hotel, lalu tidur lelap.


00Keesokan harinya, Cinta mengajakku keluar minum alkohol, katanya sebagai ucapan terima kasih telah membantunya, tapi aku menolaknya, aku tahu ada beberapa wanita cantik yang tidak boleh terlalu dekat, terutama wanita yang sama sekali tidak memiliki perlawanan, aku takut setelah mendekatinya aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri.


00Malam hari, bar benz mulai beroperasi, aku dan Leo minum disudut, Leo menyerahkan sepucuk surat padaku, aku bertanya padanya apa itu? Dia bilang bonus yang diberikan tuan dony yun padaku, karena aku berhasil menggulingkan tuan Kin, memenangkan bar Entrance dan Change.


00Aku membukanya dan melihat ada segepok uang didalamnya, mungkin uang itu sekitar 40juta, aku senang sekali, dengan adanya uang ini, biaya untuk mengobati adikku semakin bertambah.


00Aku menyimpan amplop ini dengan hati-hati dan mendengar Leo mengatakan:  tuan dony yun bilang, uang ini untuk kamu habiskan, jangan tidak rela menghabiskannya, belilah beberapa barang bagus untuk diri sendiri, jangan khawatirkan penyakit adikmu, dia sudah mentranfer 200juta ke rekeningmu.


00Aku yang mendengar ini sibuk berkata:  Sebanyak itu? Bonus ini terlalu banyak? Mana berani aku menerimanya?


00Leo berkata dengan santai:  Apa yang tidak berani, sudah seharusnya kamu mendapatkan ini, tuan dony yun sangat loyal dengan orang sendiri, kecuali kamu, aku dan teman-teman yang lain juga ada bonus.


00Kali ini aku baru berani menerimanya dengan tenang, aku bertanya pada Leo apakah tuan dony yun marah dengan diriku? Leo menggeleng dan berkata:  Kamu sendiri juga bisa melihat Cinta memanfaatkan dirimu menguji tuan dony yun, bagaimana mungkin tuan dony yun tidak mengerti?


00Benar juga apa yang dikatakannya, aku mengangkat gelas dan berkata:  Kak Leo, aku bisa seperti ini semuanya berkat bantuanmu, sini aku bersulang untukmu.


00Leo dan aku bersulang:  Alwi, aku jujur padamu, dimataku, kamu adalah seorang pria sejati dan layak untuk dijadikan sahabat baik, aku berharap bisa terus bersama denganmu.


00Aku senang mendengarnya dan berkata:  Tentu saja!


00Selesai mengatakannya, terdengar suara sorakan tidak jauh dari sana, aku menoleh kearah itu dan melihat tatapan menggoda seorang wanita didepan pintu, dan wanita itu berjalan kemari.


00Cahaya lampu menerpa wajah wanita itu, dan ternyata dia adalah Cinta! Aku sedikit terkejut dan bertanya-tanya dia tidak ke Splendid untuk apa datang kemari?


00Hari ini Cinta memakai baju Cheongsam merah besar menggantung sampai ke pergelangan kakinya dan roknya dibordir dengan gambar seratus burung phoenix, Cheongsamnya tidak seperti berwarna putih, tapi tidak juga hitam misterius, Cheongsam merah membuatnya seperti teratai merah dingin.


00Cinta yang tidak berdandan tebal tetap membuatnya terlihat cantik menawan.


00Cinta berjalan kehadapanku menatap Leo dan tersenyum:  Kak Leo, bisakah aku bicara berdua dengan Alwi.


00Leo mengangguk dan bangkit pergi, aku sibuk menahan Leo dan Cinta sudah duduk didepan ku dan tersenyum:  Lebih baik kamu usap air liur disudut mulutmu.


00Aku mengusapnya dan berkata dengan canggung:  Ini bukan air liur, ini alkohol. setelah itu aku menatap tajam pada sekelompok orang yang mendekati kami dengan pandangan iri dan benci, dan menebak dalam hati apa tujuan Cinta datang mencariku.


00Cinta tersenyum dan berkata padaku:  Mulutmu menjadi lebih hebat, apakah ini masih Alwi yang tersipu malu hanya dengan menatap ku?


00Aku tertawa dan bertanya padanya untuk apa datang kemari?


00Cinta mengambil gelas alkohol yang ada dalam tanganku, lalu aku memegang tangannya dengan erat tidak memperbolehkannya minum. Dia mengarahkan matanya ke tanganku, dan aku cepat-cepat melepaskannya mengambil botol alkohol dan berkata:  Aku buka yang baru untukmu, gelas ini sudah dipakai, kotor.


00Aku segera membuka botol alkohol baru untuknya dan menuangkan alkohol itu ke dalam gelasnya.


00Cinta menerima minuman itu dan tidak meminumnya dengan terburu-buru tapi tersenyum dan berkata:  Ternyata benar kamu berbeda dengan pria lain, jika orang lain pasti tidak akan menghentikanku.


00Aku berkata:  Jika mereka tahu kamu adalah wanita tuan dony yun, pasti akan sama denganku, jangankan menghentikanmu mungkin tidak akan ada yang berani menatapmu, karena takut menfitnahmu.


00Tatapan mata Cinta memudar, aku segera menyadari sudah mengatakan sesuatu yang salah, dan sibuk menjelaskan diriku tidak mempunyai maksud lain, aku mengira setelah mengalami kejadian kemari, kita berdua sudah baikan.


00Cinta berkata dengan riang:  Baikan? Kita berdua tidak pernah bertengkar. dia menyuruh untuk membahas ini, hari ini kedatangannya mencariku adalah demi berterima kasih.


00Setelah itu, Cinta mengeluarkan sebuah kotak hadiah mewah dari tasnya. Ketika aku membukanya di dalam berisi sebuah pisau, pegangan pisau ini dibuat sangat menarik dengan bentuk ukiran naga dan mata kedua naga ditaruh batu giok, pisau ini tampak sangat misterius.


00Aku menimbang berat pisau ini lalu menekan pegas dan bilahnya muncul, lampu diatas menyinari mataku, aku tidak bisa menahan diri untuk berkata;  Pisau ini sangat menarik dan seharusnya sangat tajam kan?


00Cinta berkata:  Tentu saja, kamu bisa menggunakan pisau ini membuka botol alkohol.


00Aku menggunakan pisau ini menggores botol alkohol dan botol itu tergores cukup dalam, ini membuatku terkejut padahal aku tidak menggunakan tenaga sama sekali, pisau ini terlalu tajam.


00Cinta tersenyum berkata:  Bagus selama kamu menyukainya, hadiah sudah kuberikan dan aku tidak akan mengganggumu lagi. Dia melirikku sekilas dan berbalik pergi, lalu aku menoleh dan tanpa sengaja melihat Felicia yang kebetulan sedang memandang kami.


00Tiba-tiba aku memiliki perasaan bersalah, setelah ide ini muncul di benakku, aku merasa sangat lucu, Felicia tidak menyukaiku, dia hanya memanfaatkanku, untuk apa aku merasa bersalah? Aku yang memikirkan hal ini, bangkit mengejar Cinta yang sudah pergi dan mengatakan akan mengantarnya.


00Setelah mengantar Cinta, aku berjongkok di bar dan merokok sebatang rokok baru masuk kedalam, dan saat ini, Felicia sudah bernyanyi diatas panggung, ternyata dia adalah ratu di malam hari, semua orang tergila-gila padanya.


00Aku jalan melewati panggung dan masuk ke kantor. Pukul dua belas malam, aku mendapat sebuah SMS ucapan selamat ulang tahun dari adikku.


00Hari ini hari ulang tahunku.


00Setelah membalas SMS nya aku berencana untuk pergi tidur. Siapa sangka di saat ini, Felicia mengirim sebuah SMS menyuruhku pergi ke kamarnya. Aku bilang aku sangat lelah dan ingin tidur, dia membalas:  Adik kecil, selamat ulang tahun, aku mempersiapkan kado ulang tahun untukmu, kamu harus datang kemari, jika tidak malam ini kakak tidak akan bisa tidur.


00Tidak disangka Felicia mengingat hari ulang tahunku, hatiku tersentuh hanya saja aku segera menyadari ada satu masalah, karena dia datang mencariku dengan suatu tujuan, sangat tidak mengherankan dia mengingat hari ulang tahunku.


00Jika begitu, lebih baik aku mengganti baju dan pergi kesana, karena jika aku terus mengabaikan Felicia, takutnya akan terjadi sesuatu pada dirinya, jika dia membatasi diri denganku, kedepannya aku akan sulit merasakan sesuatu.


00Aku datang ke kamar Felicia dengan suasana hati yang kacau, baru saja mengetuk pintu dan ternyata pintu tidak ditutup, aku mendorong pintu masuk, melihat sebuah kotak hadiah besar dilantai dan sebuah cake dimeja, tapi tidak ada Felicia sama sekali. Aku masuk kedalam dan berteriak:  Kak Fel? Kak Fel? Kamu dimana?


00Felicia tidak menjawabku, aku datang menghampiri hadiah dan melihat sebuah ucapan yang bertuliskan:  Hadiahnya ada didalam.


00Aku membuka hadiah itu penuh penasaran dan ternyata aku melihat sebuah pemandangan yang sangat indah. Aku melihat Felicia berbaring didalam tidak mengenakan apapun, hanya ada sebuah pita pink yang mengitari dada sampai ke pinggang lalu ke kakinya, hingga akhirnya menutupi area terindahnya dengan pita berbentuk kupu-kupu, dan tangannya ditumpangkan pada perut bagian bawah, wajahnya melihat kesamping dengan mata tertutup, seolah tertidur lelap.


00Aku yang melihat pemandangan ini untuk sesaat darah dalam nadiku ingin meledak lalu aku menelan ludah dan berkata:  Kak Fel, kamu& & sedang apa?


00Felicia perlahan-lahan membuka matanya dan menatapku dengan anggun dan berkata,  Tuanku, akhirnya kamu datang.


00Mendengar Felicia mengatakan tuanku, aku merasakan ransangan aneh dalam hatiku, dia tersenyum dan berkata:  Tuanku, Felicia sudah lama menunggumu, kenapa kamu masih tidak melepaskan ikatan ini dan menyelamatkan Felicia?


00Aku berkata:  Kamu yakin ingin aku yang menggendongmu keluar? ketika mengucapkan kalimat ini, aku bisa merasakan nafasku menjadi berat.


00Felicia mengangguk dan aku segera melepaskan ikatan di kakinya lalu merobek kotak itu dengan kasar lalu menggendongnya keluar. Pita di tubuhnya tiba-tiba mengendur, saat ini dia hampir memperlakukanku dengan tulus. Kulitnya menempel dibadanku, suhu tubuhnya yang panas membuat suhu tubuhku meningkat.


00Aku menatap Felicia yang meringkuk lemah dalam dekapanku, matanya mendekat di leherku lalu inisiatif menciumku, dan dengan suara serak berkata:  Adik kecil, bukankah kamu selalu menginginkan kakak? Kakak sendiri menghadiahkan diriku sebagai hadiah ulang tahun untukmu?


00Aku menelan ludah, menekannya ke dinding, mencium bibirnya dengan nafsu, dan menginvasi setiap inci wilayahnya dengan lembut, ketika dia hampir mati lemas aku baru akan melepaskannya, aku mengigit bibirnya dengan ganas dan menatap kedua matanya lalu berkata:  Kak Fel kamu yang bilang sendiri, kamu tidak menyesal?


00Felicia memelukku dengan erat dan tersenyum manis di bibirnya mengatakan:  Tidak menyesal.


BAB 86

PENYADAP SUARA


00Felicia mengatakan jika dia tidak menyesal menyerahkan dirinya padaku, ini membuatku semangat kembali. Aku mencium bibirnya, dan dia membalasku dengan hangat, hingga menarik tanganku dan menaruhnya di dadanya.


00Saat menciumnya, perlahan menjalar ke tubuhnya, hanya saja saat aku masih ingin menuju ke tahap selanjutnya, aku merasakan reaksi getaran ditubuh Felicia.


00Rasa ini membuat aku yang sudah kehilangan kendali sebelumnya menjadi balik lagi. Tangan ku dengan kuat dihentakkan di dinding, aku memaksa diriku memadamkan semua nya, lalu menatap wajah Felicia yang memerah berkata:  Kak Felicia, hadiahnya sampai sini saja.


00Setelah mengatakannya, aku membawa Felicia keatas ranjang, lalu menutup tubuhnya dengan selimut dan berkata:  Pakailah bajumu, aku pergi potong kue.


00Felicia menarik tanganku, aku membalikkan badan dan hanya melihat dia yang sedang mencengkram selimutnya, wajahnya yang masih memerah, dan terlihat sangat kasihan, dia menggigit bibirnya mengatakan:  Kenapa kamu tidak mau aku lagi?


00Hatiku sangat sakit, aku memang bukan pria baik, hanya saja saat aku menyentuh bagian yang bergetaran, aku tahu jika dia tidak ingin memberiku. karena aku pernah di internet membaca ilmu bagian ini, aku pernah membaca jika wanita bergetaran saat disentuh, berarti dia sedang menolaknya. Tetapi jika wanita yang beneran ingin memberikan dirinya kepada pria, tubuh dia terasa sangat hangat, tidak seperti Felicia yang bergetaran dan terasa sedikit dingin.


00Mungkin saja Felicia tidak pernah menyangka, jika reaksi alami dia menolak akting dirinya.


00Aku maksa menunjukkan sebuah senyuman dan mengatakan:  Kak Felicia, sejak malam itu aku sudah mengerti jika yang kamu katakan itu tidak salah. Jika aku beneran menyukaimu, maka aku harus bisa menanggungnya. Sekarang aku belum bisa memberimu kehidupan yang layak, dan juga aku tidak setara denganmu. Aku yang begitu, tidak memiliki hak untuk mendapatkanmu.


00Setelah mengatakannya, aku membalikkan badan dan pergi memotong kue. Saat aku mengambil pisau kue, tangan ku bergetar dengan sangat kuat, setiap kali saat perasaan ku panik, atau perasaan lain, badanku bergetar sangat cepat.


00Aku memotong kue sambil memikirkan, kenapa Felicia tiba-tiba menyerahkan dirinya kepadaku? Apakah dia mengetahui sesuatu, dan ingin mencoba apakah aku ada perlindungan dengannya? Tetapi dia merasakan aku berjaga jarak dengannya, takut jika aku tidak menyukainya lagi, dan siasat nya tidak berguna maka tidak akan ada hasil lagi?


00Felicia memelukku dari belakang, lalu mendekatkan kepalanya ke punggungku dan berkata:  Adik, apakah kamu tidak suka kakak lagi?


00Aku berkata:  Mana mungkin? Karena aku terlalu suka dengan kak Felicia, jadi aku ingin serius dengan mu, dan tidak ingin dengan mudah mendapatkanmu.  Setelah mengatakannya, aku membalikkan badanku dan menatap Felicia, lalu mengoleskan mentega ke wajahnya, berkata:  Kak Felicia, kenapa kamu tiba-tiba bertanya begitu? Apakah kamu tidak tenang dengan auramu? Atau kamu tidak tenang dengan aku yang tidak bisa meninggalkan mu seumur hidup ini?


00Felicia tiba-tiba tertawa dan datang ke sisiku, memegang bahuku berkata:  Hari ini aku melihat seorang wanita cantik yang muncul disisimu, dia tidak hanya berbincang denganmu, dia juga memberimu hadiah. Kamu tidak menatapku demi mengantarnya pulang, aku mengira adikku sudah berpaling.


00Aku tahu yang dikatakan Felicia adalah Cinta, dan melihat gayanya itu, jika bukan karena aku tahu dia memiliki maksud lain, mungkin aku bisa sangat menyukainya, karena hanya dengan cemburulah yang bisa membuktikan wanita sedang perduli denganmu.


00Aku mengelus kepalanya berkata:  Dia adalah teman tuan ketiga, aku tidak berani melalaikannya.


00Felicia mencemberutkan mulutnya dan dengan ragu bertanya:  Benarkah?


00Aku mengatakan jika memang benar, lalu menyuapi Felicia sepotong kue, dia bertanya dengan aku yang baru memotong kue, dengan panik bertanya:  Kenapa kamu memotongnya sebelum berdoa?


00Aku tertawa, tetapi hatiku tidak terasa terlalu senang, jika dia beneran peduli dengan ulang tahun, kenapa dia baru bisa menyadari ini? Mungkin karena kemunculan Cinta membuatnya merasa tidak aman, dan takut jika aku jatuh cinta dengan wanita lain, jadi demi membuat siasatnya berhasil, dia rela menyerahkan tubuhnya.


00Apa yang harus kulaukan? Jika ku katakan demi memberhasilkan rencananya, dia sudah bekerja keras dan rela bertaruh dengan memberikan badannya sendiri? Jika Felicia berani berbuat begitu denganku, maka apakah dulu dia pernah begitu dengan pria lain?


00Teringat dengan Felicia mungkin pernah begitu dengan pria lain demi mendapatkan sesuatu, aku tiba-tiba benci dengannya, hanya saja melihat wajahnya yang sangat polos membuatku tidak bisa menjadi marah.


00Dan juga dia adalah perempuan pertama yang ku sukai& ..


00Aku menahan semua pikiran ini, aku menatapnya dan berkata:  Adanya Felicia yang disisiku, doaku tahun ini juga sudah terkabul.


00Setelah Felicia mendengarnya, wajahnya terlihat tersenyum. Dia meletakkan kuenya dan memelukku, aku melihat wajahku dipantulan cermin yang terletak tidak jauh, ternyata aktingku juga tidak terlalu buruk dari Felicia.


00Sebenarnya jika kita beneran ingin membohongi orang, orang itu pasti akan tertipu.


00Setelah makan kue dengannya, kita bermain sebentar lalu balik ke asramaku, saat ini aku baru merasakan kelelahan.


00Aku sangat yakin jika Felicia snagat ingin mendapatkan ku,dan aku harus cari tahu jelas apa tujuannya mendekatiku, apakah ada yang ingin dia dapatkan dariku?


00Aku memejamkan mata berpikir sebentar, aku merasa sudah saatnya aku beraksi. Dipikirkan begitu, aku langsung tidak ingin tidur, aku membuka leptop dan mencari diinternet barang yang ku perlukan.


00Hari kedua, aku ada janji temu dengan orang asing di café, aku mengambil sebuah jam tangan wanita berharga 4 jutaan, membuatku sangan sakit. Jam tangan ini terdapat penyadap suara, dan jam tangan itu sudah terhubung dengan ponselku, dan aku akan mendengar setiap aksi Felicia di ponselku.


00Malam itu, aku memesan sebuah tempat di colloseum, dan membeli bunga mawar lalu meminta Felicia datang.


00Tidak lama Felicia sampai, dia memakan terusan warna merah muda, dan riasan yang tidak terlalu mencolok dengan rambut ekor kuda. Dia terlihat sangat imut, walaupun dia tidak terlihat menggoda seperti biasa, tetapi dia tampak sangat polos hingga membuat orang teringat dengan wanita yang diam-diam kita sukai saat masih murid, dia sungguh menaklukkan pria.


00Felicia datang dan duduk didepanku berkata:  Kenapa tiba-tiba mengajakku makan disini?


00Aku memberikannya bunga mawar yang kusimpan:  Kak Felicia, ini untukmu[1]0


00Felicia dengan senang menerima bunga berkata:  Terima kasih.


00Kemudian aku memberikannya kotak jam tangan, dia dari yang senang berubah menjadi terkejut, dia mengedipkan matanya bertanya padaku ini apa? Aku menyuruhnya sendiri melihat, dia membuka lalu melihat jam tangan, kemudian dengan senang memakainya dan mengatakan jika sangat indah, kemudian melihatku berkata:  Ini juga harus jutaan kan? Kenapa kamu bisa menghabiskan uang begitu banyak?


00Aku melihat dia yang senang, berkata:  Melihat kamu yang terlihat gelisah, aku takut jika aku tidak bertindak, kamu akan menjadi lebih suka sembarangan berpikir, dan bagaimana mungkin aku tega membuatmu tidak tenang?


00Felicia dengan ekspresi senang berkata:  Makasih adik, kakak sangat mencintaimu.


00Aku senyum sambil mengambil jam tangan:  Sini, ku pakaikan.


00Dia menganggukkan kepala, lalu diapun sangat senang mengangkat tangannya setelah aku memakaikannya, kemudian dia berdiri dan memegang wajahku, mencium keningku dan berkata:  Aku akan menghargai jam tangan ini.


00Melihat senyumnya, aku menjadi bersalah karena aku tidak berhenti mengingatkan diriku jika dia sedang berpura-pura, dan dialah yang duluan membohongiku, sekarang aku baru merasakan sedikit tenang.


00Aku memesan 2 porsi steak sapi dan berbicang sambil makan, tiba-tiba membahas kerja sama yang pernah dikatakannya kemarin, dia memberitahuku jika orang yang disana sangat puas dengannya, dan kedua pihak sudah sepakat dengan rencana kerja sama, beberapa hari kedepan dia akan pergi menemui mereka dan membahas kerja sama kedepannya.


00Aku bertanya:  Kak Felicia, apakah kamu kedepannya bisa menjadi penyanyi?


00Felicia tersenyum dengan ku berkata:  Tidak pasti juga, mungkin suatu hari adik akan menjadi terkenal dan berhasil, maka aku akan menjadi wanita yang dibelakangmu. Saat itu, setiap hari aku akan membuatkan mu makanan, menanam tanaman, dan jika tidak ada kerjaan, aku akan yoga lalu melahirkan anak yang imut denganmu, dan kita sekeluarga hidup bahagia.


00Sampai sini, dia dengan malu mengeluarkan lidahnya berkata:  Kacau, aku tidak boleh berkata begitu, kalau tidak kamu akan yakin jika aku menjadi milikmu, dan tidak baik padaku lagi, aku harus bagaimana?


00Aku tersenyum berkata tidak akan, dan aku sangat berharap dengan kehidupan itu.


00Melihat wajah Felicia yang tersenyum membuatku tidak enak, mataku juga terasa panas, aku sangat ingin memberitahunya jika awalnya aku berharap memiliki kehidupan seperti dia katakan, tetapi dia dengan mudah merusak mimpiku.


00Setelah makan dengan Felicia, kita bersama-sama balik ke bar, setelah siap menyanyi, aku mengantarnya balik ke asrama. Sebelum pergi, nona disamping asrama dengan terkagum mengatakan:  Bos kecil, hubungan mu dengan kak Felicia baik sekali ya.


00Felicia dengan wajah bahagia berkata:  Hei gadis, kamu lanjutlah mengagumi.


00Aku balik ke asrama dan mengunci pintu, kemudia mengeluarkan ponsel mengkoneksi dengan alat perekam itu. Saat mendengarnya, aku mulai merasa gugup.


00Tampaknya Felicia beneran sangat senang, dia tidak berhenti bernyanyi. Tidak lama, ponselnya berdering, dan hatiku juga mulai berdetak kencang.


00Suara nyanyian Felicia berhenti, dan berganti dengan suara yang berat. Dia dengan hormat memanggil  Bos .


BAB 87

PENGANIYAAN


00Bos?


00Hatiku tiba-tiba berdetak kencang seperti gendang, aku menahan nafas mendengar suara diponsel. Tidak disangka ini adalah hari pertamaku mencuri dengar Felicia, sudah bisa mendengar dia berhubungan dengan bos dia? Hanya saja tidak tahu aku yang beruntung, atau memang mereka berhubungan setiap hari, aku mikir kemungkinan orang ketiga ini lebih besar.


00Tidak lama, Felicia dengan lembut berkata:  Bos, aku tidak ingin menipu Alwi lagi&  mata-mata ini, sampai sini saja ya?


00Aku...

BAB 88

PERMAINAN LAMA


00Tidak disangka Felicia berada ditangan  Nichkhun! Aku marah dan menjerit:  Nichkhun, apakah kamu masih pria? Aku yang menyinggungmu, kenapa kamu malah menyalahkan wanita, kamu tidak malu ya?


00Nichkhun tertawa dingin berkata:  Bagiku, tidak ada perbedaan diantara pria dan wanita, aku hanya mementingkan tujuan.  Setelah mengatakannya, dia bertanya apakah aku mau mendengar suara Felicia? Kemudian aku mendengar jeritan marah Felicia berkata:  Lepaskan aku!


00Aku panik dan menjerit:  Kak Felicia! Aku akan pergi menolongmu.


00Felicia malah melarangku datang dan berkata jika dia tidak apa-apa. Hanya saja setelah dia mengatakannya, dia menjerit dengan tersiksa, dan adanya suara  piak  yang mengikutinya, mungkin dia ditampar oleh si berengsek itu.


00Dan ternyata benar, aku mendengar Nichkhun yang tertawa dengan licik berkata:  Fans, kenapa kamu tidak tahu cara menghargai barang mewah? Jika wajah wanita ini bengkak karena tamparanmu, nanti teman yang lain tidak seru lagi untuk melakukan hal itu.


00Aku terkejut seketika, yang memukul Felicia adalah Frans? Bukannya dia berdiri bersama dengan Felicia? Dia sedang berpura-pura atau sedang apa? Walaupun dia berakting, ini juga sudah kelewatan!


00Nichkhun mengirimkan ku sebuah kalimat, berkata:  Alwi, aku mau menemui mu dalam 30 menit, ingat, jika kamu membawa orang kemari, aku akan melakukan yang kukatakan. Aku mau melihat kamu yang lebih cepat, atau aku yang lebih cepat membuka celana.


00Setelah mengatakannya, dia menutup telepon tanpa memberiku kesempatan untuk berbicara.


00Aku menggenggam ponsel, hatiku terasa marah dan panik. Nichkhun yang sangat membenciku, jika dia melampiaskan amarahnya dengan Felicia, aku tidak bisa menyangka perlakuan apa yang bisa diterima dia.


00Leo bertanya apa yang terjadi padaku? Aku menjelaskan semuanya dengannya, dan bersamaan itu juga aku memberitahunya jika aku sudah menyelesaikan kesalahpahaman aku dengan Felicia, dan kita sekarang sedang berpacaran ketahap pernikahan.


00Leo mengkerutkan alisnya berkata:  Kamu tidak boleh pergi sendiri, tampaknya Nichkhun sudah mempersiapkan rencana untuk membuatmu terperangkap, jika kamu beneran pergi sendiri, jangan katakan untuk menolong Felicia, mungkin juga kamu bisa terperangkap didalam.


00Walaupun begitu, aku tidak bisa membiarkannya. Leo bilang jika dia bukan bermaksud begitu, maksud dia adalah dia harus membawaku pergi.


00Aku menggelengkan kepala dan teringat kata Nichkhun:  Nichkhun adalah orang yang sangat licik, dan sulit ditebak, dan sangat pendendam. Saat itu dia mendapat kerugian besar karena ku, dia selalu mendendamnya, mungkin dia juga sudah menyimpan kemarahan yang dalam. Dan juga, dengan kemampuan dia, dia tidak akan membiarkan dirinya rugi kedua kali. Dan pastinya dia sudah melakukan persiapan yang baik, jika aku beneran membawa orang pergi, aku takut kak Felicia beneran akan menjadi susah.


00Siapa tahu, Leo malah menggelengkan kepala dan berkata:  Apakah kamu lupa masih ada Frans? Dia dan Felicia adalah sama, tampaknya dia sedang mencari cara untuk menolongnya, dan lainnya aku tidak bisa menjamin, tapi masalah yang kamu khawatirkan itu pasti tidak akan terjadi.


00Aku hanya mengatakan kepada Leo jika aku sudah menyelesaikan kesalahpahaman dengan Felicia, tetapi aku tidak mengatakan detilnya, jadi dia tidak tahu jika belakang Felicia masih ada seorang, dan dia tidak tahu jika Felicia demi aku sudah meninggalkan ketua yang dibelakangnya, jadi dia juga tidak tahu betapa khawatirnya aku dengannya.


00Yang kutakutkan adalah karena Felicia pernah sekongkol dengan Frans dan Nichkhun, tetapi sekarang karena dia sudah tidak berada dijalan yang sama dengan mereka. Jadi orang seperti mereka tidak ada peduli dengan keadilan, jadi mereka tidak akan sungkan dalam menghadapinya.


00Leo menepuk bahuku berkata:  Jika kamu tidak percaya Frans, aku masih punya ide lain.


00Aku bertanya solusi apa yang dia punya. Dia berkata jika kita harus mencari intinya, kemudian aku akan mengendalikan Nichkhun. Seberapa tinggipun tingkat waspada Nichkhun, dia juga memiliki kelemahan, yaitu kesombongan dan keangkuhan dirinya.


00Jika aku membuang kegengsianku dan memohon Nichkhun untuk memperlonggar, maka ini tidak susah untuk di urus lagi.


00Sampai sini, aku mengkerutkan alis berkata:  Hanya saja sedikit mempersulitmu.


00Aku menggelengkan kepala, tertawa dan berkata:  Kedua kaki ku ini saja sudah tidak tahu berapa kali berlutut untuk Claura, jadi tambah 1 orang lagi juga tidak apa-apa. Hanya saja orang yang pernah membuatku berlutut, aku akan membiarkan mereka berlutut padaku.


00Leo menepuk bahuku berkata:  Kamu harus memerhatikan seluruh masalah sepele, semangat Alwi.  Setelah mengatakannya, tatapannya mengelilingi sekitaran bar, dia mengecilkan matanya sedikit, tatapan matanya penuh dengan kedinginan, berkata:  Orang yang memantaumu, pasti akan mengikutimu sepanjang jalan, sampai saat itu, aku lihat siapa yang berjalan keluar, lalu aku akan menyuruh Endo mengikutinya. Dan kita akan lebih lambat pergi kesana. Dia menyuruh orang memantaumu, makan kita akan memantau orangnya, kita lihat siapa yang menang.


00Aku memukul dadanya karena terlalu semangat, berkata:  Hebat juga ya bang Leo, aku saja tidak terpikir dengan ide ini. Bukankah Nichkhun ingin membuatku terperangkap? Maka sesuai dengan rencana ku, aku akan membuatnya terbohongi.


00Leo membuatku menjadi tenang, aku menganggukkan kepala lalu mengambil selotip dari konter. Kemudian aku meninggalkan bar. Setelah keluar dari bar, aku dengan jelas merasakan ada orang yang mengikutiku keluar, aku tanpa membalikkan kepala, langsung naik kedalam taxi menuju tempat yang dikatakan Nichkhun. Dalam perjalanan, aku mengikat pisau yang diberikan Cinta di kakiku, ini untuk menghindari ada orang yang memeriksa kantung bajuku.


00Tidak lama aku pun sampai di sebuah pabrik tua yang sudah diterlantarkan yang dikatakan oleh Nichkhun. Aku menarik nafas panjang, lalu berjalan kedalam pabrik tua. Didepan ada beberapa orang yang berdiri didepan, setelah melihatku datang, mereka langsung menarikku masuk dan memeriksa tubuhku, setelah yakin aku tidak membawa apapun, mereka baru membiarkanku masuk.


00Aku masuk dan melihat Nichkhun yang sedang duduk disebuah kursi panjang. Tangannya menggenggam sebuah pisau, dan Felicia terikat disebuah kayu disampingnya. Wajah Felicia ada bekas tamparan yang memerah, dan membuatku sangat marah saat melihatnya.


00Aku melihat sekilas, dan menyadari jika orang yang dibawa Nichkhun tidak banyak, totalnya hanya ada 10an orang, Frans duduk disampingnya dan memakan biji bunga matahari sambil melipat kakinya dengan gaya sedang menonton drama.


00Frans tertawa dingin berkata:  Hei bocah, kamu cukup berani juga ya, tidak disangka kamu beneran berani datang sendiri.


00Setelah mengatakannya, dia menatap orang yang menahanku dan menendang bokongku, aku pun terjatuh karena tidak seimbang, Felicia pun menjerit bang Alwi , aku menggelengkan kepala menandakan aku tidak apa-apa.


00Kemudian datanglah segrombolan orang dan mulai menendangku. Tiba-tiba seluruh badanku terasa sangat sakit.


00Aku tidak melawan, aku hanya tetap merangkak kearah Nichkhun saat dipukul. Terdengar sebuah tawaan dan tidak tahu siapa yang mengatakan:  Cepat lihat, sibodoh ini seperti anjing!


00Setelah dia mengatakannya, tawaan menjadi semakin kuat.


00Aku pun sampai didepan Nichkhun, Frans langsung berjalan kedepanku, aku memaksakan diriku lalu berlutut disana.


00Semua orang yang memukulku terhenti, semua orang melihatku seperti melihat anjing, Frans malah tertawa keras: Tuan Nichkhun, si berengsek ini sudah berlutut untukmu! Haha, dia sungguh anjing yang tidak berguna!


00Setelah Frans mengatakannya, semua orang menertawakanku, walaupun aku memendamnya, menghadapi tawaan semua orang ini, aku juga merasa sangat emosi didalam hati.


00Frans menolehkan kepala lalu berkata dengan Felicia:  Felicia, sudah nampak tidak, inilah pria mu, pria yang tidak berguna!


00Wajah Felicia dipenuhi dengan airmata, tatapannya sangat lemah, tetapi tidak ada penyesalan, dia mengatakan:  Pria yang ku cintai berlutut demiku, jadi dia bukan tidak berguna, tetapi inilah yang dilakukan demiku. Tidak sepertimu si berengsek yang sangat sial! Orang yang gagal!


00Mendengar kata ini, ekspresi Frans berubah menjadi sangat buruk, hatiku malah terasa adanya sebuah kehangatan yang mengalir. Aku tersenyum dengannya lalu melihat Nichkhun, aku memaksa menampakkan gaya yang kasihan, berkata:  Tuan Nichkhun, aku salah. Aku tidak seharusnya menyinggungnya, tolong lepaskan aku dan pacarku.


00Ekspresi Nichkhun dari yang tersenyum tiba-tiba berubah menjadi menyeramkan, dia datang dan mencengkram kerah baju ku menjerit:  Dimana gaya pamer mu yang pernah kamu tunjukkan didepanku? Sekarang karena tidak bisa memenangiku, kamu baru berpura-pura kasihan seperti anjing? Kamu membuat kekuatanku di seluruh NanJing menghilang, membuatku tidak terkenal, dan membuatku menerima tusukan, sekarang hanya menggunakan 1 kata  tahu salah  untuk memaafkanmu? Kuberitahu, tidak mungkin! Hari ini aku mau menghilangkan kakimu!


00Sampai sini, dia tertawa berkata:  Dengar kabar belakangan ini kamu sangat lancar, hingga Claura juga bisa rugi karena mu. Aku mengira kamu sangat hebat. Tidak disangka kamu tetap begitu saja. Tampaknya, wanita itu beneran jatuh cinta dengan sampah sepertimu. Haha, kamu bilang, apakah dia masih bisa menyukaimu jika melihat kamu menjadi cacat? Apakah semua temanmu masih ingin mengikutimu jika kamu menjadi cacat?


00Aku melihat Nichkhun dan berkata:  Tuan Nichkhun, aku benar sudah tahu salahku.


00Nichkhun menamparku dengan sadis berkata:  Ibumu itu, sekarang kamu baru tahu salah? Kuberitahu kamu, sudah terlalu telat!  setelah mengatakannya, dia dengan sadis menendangku, aku langsung jauh tertendang, dia mengarah kearahku ingin menendangku, saat ini Frans sangat jauh denganku.


00Aku tahu jika kesempatan ini sudah datang, aku menyentuh kakiku, lalu mengeluarkan pisau lalu melaju kearah Nichkhun. Karena aku terlalu cepat, ditambah Nichkhun yang tidak ada perlindungan, dia langsung jatuh karena doronganku, kemudian aku duduk diatasnya, lalu menaruh pisau di lehernya menjerit:  Semuanya menjauh dariku.


00Frans dan temannya yang awalnya berencana untuk mendekat menjadi menjauh.


00Nichkhun menjerit:  Anj*r kamu dari tadi sedang berupura-pura?


00Aku berkata:  Saat aku menerima tendangan kaki pertama, aku sengaja terjatuh untuk mendekatimu, dan saat kamu menendangku, aku sengaja ditendang jauh, demi tidak ada orang yang sempat menolongmu. Bagaimana? Nichkhun, gimana rasanya kalah dariku?


00Nichkhun emosi menjerit:  Kamu berani memenangiku 2 kali?


00Aku dengan dingin berkata:  Saat itu aku bisa dengan serius menghadapinya, kali ini aku juga bisa!  setelah mengatakannya, aku menjerit:  Bang Leo, keluarlah!  Aku dari tadi diam-diam memendamnya karena tidak ada kesempatan dan aku sudah sepakat dengan Bang Leo, jika dia akan mengirimku pesan setelah dia sampai, dan aku khusus memberinya nada dering khusus. Jadi saat aku terdengar suara nada dering itu, aku langsung melawannya.


00Saat aku sedang dengan bahagianya menunggu aksi yang muncul kembali, dan sedang memberi Nichkhun pelajaran, dibagian pintu malah tidak terdengar pergerakan apapun.


00Aku menoleh melihat ke pintu, terdengar suara tawaan dingin Nichkhun:  Permainan yang sama setiap kali tetap sama, kamu kira aku masih bisa kalah kedua kali setelah masalah itu? Ku beritahukamu, itu tidak mungkin!


BAB 89

KEMARAHAN CINTA

Bersambung...

Yang Baru Milda's Family Blog

Lihat semua

Ikuti kami & Dapatkan update terbaru